Arsip Kategori: Uncategorized

Tiga Sepatu Sepakbola Terbaik Di Dunia

Tiga Sepatu Sepakbola Terbaik Di Dunia

Layaknya senjata dalam medan perang, sepatu juga merupakan senjata yang sangat krusial ketika bermain sepakbola. Penggunaan sepatu yang salah dan tidak nyaman dapat menjadi faktor baik atau buruknya permainan seorang pemain.

 

 

Sebenarnya ada banyak sekali tipe dan model dari sepatu sepakbola di pasaran. Namun dari semua sepatu yang ada, hanya ada beberapa sepatu yang direkomendasikan oleh pemain sepakbola profesional. Yuk kita intip bersama.

 

Nike Hypervenom 3

 

Sepatu pertama adaalah Nike Hypervenom 3. Bukan tanpa alasan yang jelas sepatu ini menempati urutan atas sepatu terbaik di dunia, pasalnya desain dari sepatu ini dibuat sedemikian rupa agar bisa beradaptasi dengan kaki serta lapangan tempat bermain. Salah satu pemain yang pernah mengenakan sepatu ini adalah Lewandowski dan juga Aubameyang. Sepatu ini dibanderol dengan harga 4 jutaan rupiah.

 

 

Nike Mercurial Superfly V FG

 

 

Kedua adalah Nike Mercurial Superfly V FG. Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang mengenakan sepatu ini. Kualitas dari sepatu ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Desain yang aerodinamis serta bahan yang nyaman dipakai memberikan kenyamanan tersendiri ketika bermain diatas lapangan hijau. Sepatu ini dijual dengna harga 4 jutaan rupiah.

 

 

Messi Pureagility Firm Ground

 

 

Ketiga adalah Messi Pureagility Firm Ground. Sepatu ini adalah sepatu yang sering dikenakan oleh Lionel Messi. Diciptakan bagi kalian yang senang dengan kecepatan ala Messi. Sepatu buatan Adidas ini menerapkan teknologi SprintFrame dan dibanderol dengan harga 4 jutaan rupiah.

 

Itu dia tiga sepatu terbaik yang bisa kalian beli untuk bermain sepakbola. Maksimalkan permainan kalian dengan pemilihan sepatu yang tepat. Ingatlah, sepatu itu seperti senjata di medan perang, dan dalam peperangan, tujuan utama kalian hanya satu, yakni KEMENANGAN !

 

Ide Gokil Bambang Pamungkas Tuk Akhiri Kekerasan Dalam Sepakbola Indonesia

Ide Gokil Bambang Pamungkas Tuk Akhiri Kekerasan Dalam Sepakbola Indonesia

Kerusuhan yang terjadi antar supporter sepakbola di Indonesia tampaknya bukan jadi hal baru lagi. Para supporter seakan-akan tidak memperdulikan sanksi yang akan diterima oleh klub kesayangan mereka akibat perilaku kekerasan yang mereka lakukan.

 

Seperti yang kita tahu, belum lama ini ada insiden dimana supporter The Jakmania yang harus kehilangan nyawanya karena dikeroyok oleh oknum Bobotoh. Kasus ini lantas mendapatkan perhatian banyak pihak, bahkan media asing Brazil sampai meliput kejadian ini.

 

Melihat hal ini, Bambang Pamungkas memberikan ide yang cukup gila dengan tujuan untuk mengakhiri tindak kekerasan yang dilakukan supporter di Indonesia.

 

Sebenarnya tidak hanya BP saja yang mengusulkan ide-ide yang ekstrim, ada banyak pihak lainnya yang juga mencerca ketertiban kompetisi sepakbola yang ada di Indonesia. Bahkan banyak dari pegiat sepakbola yang meminta agar kompetisi diberhentikan untuk sementara untuk mengusut permasalahan ini.

 

Menurut BP, hukuman denda yang diberlakukan kepada klub sudah tidak efektif lagi. Pasalnya denda yang diberikan lebih tertuju pada klub sedangkan mereka yang menjadi supporter tidak akan mendapatkan dampaknya.

 

BP beranggapan bahwa cara yang cukup efektif untuk menekan angka kekerasan oleh supporter sepakbola adalah pengurangan poin. Sebagaimana seorang supporter yang menginginkan timnya menang, tentunya dengan kehilangan poin yang sudah didapat akan menjadi kekecewaan yang sangat besar bagi mereka. Dengan begitu, para supporter bisa lebih berfikir sebelum melakukan tindakan kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

 

Klub Paling Boros Di Bursa Transfer Januari 2019

Klub Paling Boros Di Bursa Transfer Januari 2019

Bursa transfer Januari 2019 telah resmi ditutup. Pembelian pemain baru memang bukan hal baru dalam dunia sepakbola. Meski tidak seramai pada musim panas lalu, namun ada beberapa klub yang cukup menarik perhatian di bursa pemain Januari ini.

 

Berikut ini adalah daftar klub dengan pengeluaran paling banyak di bursa transfer Januari 2019 :

 

1. Chelsea

 

Pada bursa transfer Januari 2019, Chelsea hanya melakukan satu pembelian pemain, yakni Christian Pulisic. Sang pemain didatangkan dengan harga 64 juta Euro dan langsung dipinjamkan ke Borussia Dortmund. Sebenarnya masih ada satu nama lagi, yakni Gonzalo Higuian. Sayangnya Higuain hanya berstatus sebagai pemain pinjaman dan Chelsea harus membayar 9 Juta Euro untuk meminjam Higuain hingga akhir musim ini.

 

2. AC Milan

 

Meski sedang berkutat dengan permasalahan Financial Fair Play, tampaknya AC Milan tetap tidak ingin ketinggalan dalam perburuan pemain. Mereka berhasil mendatangkan dua pemain, yakni Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta. Masing-masing pemain harus ditebus dengan harga 35 juta Euro, ini berarti AC Milan harus menggelontorkan dana sekitar 70 juta Euro pada bursa transfer musim Januari ini.

 

3. PSG

 

Sebenarnya tidak mengejutkan jika PSG mampu memboyong pemain mahal, pasalnya mereka adalah klub paling kaya di Prancis. Klub asal Paris tersebut berhasil memboyong Leandro Paredes dari Zenit dengan biaya mencapai 45 juta Euro.

 

4. Bournemouth

 

Tampaknya Eddie Howe terlihat cukup sibuk pada bursa transfer Januari ini. Terbukti dengan kedatangan Nathaniel Clyne dan Dominic Solanke. Namun Nathaniel Clyne hanya berstatus sebagai pemain pinjaman saja.

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Isu kepindahkan Thiago Silva ke AC Milan baru-baru ini mendapatkan tanggapan resmi dari sang pemain belakang PSG. Thiago Silva secara resmi membantah isu kepindahan tersebut. Thiago Silva mengaku masih akan bermain untuk PSG meski menjadi seorang pendukung AC Milan.

 

Ac Milan memulai musim ini dengan merubah jajaran pemilik dan anggota direksi klub. Ac Milan juga menarik dua sosok penting yakni Paolo Maldini dan Leonardo. Pemain seperti Thiago Silva sangat dibutuhkan oleh Milan sebab karakter pemimpin akan sangat membantu dalam tim AC MIlan. Thiago mengaku tidak mempunyai rencana atau tidak memikirkan untuk pindah kembali ke AC Milan.

 

Pemain berusia 33 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap bermain bersama dengan PSG sampai akhir karir sepakbolanya nanti. Kontraknya di PSG masih panjang dan dirinya mengaku senang bermain di paris. Thiago merupakan pilar utama di titik pertahanan PSG dan juga bertindak sebagai kapten dalam tim PSG. Thiago juga sudah merasakan banyak gelar juara sejak dibeli dari AC Milan sebesar 42 juta Euro.

 

Meskipun menolak untuk pindah ke AC Milan namun Thiago Silva mengaku dirinya tetap mendukung AC Milan untuk biasa tampil dengan baik dan mendapatkan gelar juara di Serie A. pemain asal brasil tersebut percaya bersama dengan Paolo Maldini dan Leonardo AC Milan akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Sumber: SBOBET News

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Tampaknya Real Madrid masih belum puas dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Menurut kabar yang beredar, mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru untuk menyempurnakan susunan pemain yang ada. Salah satu pemain yang masuk kedalam radar Real Madrid adalah Edin Dzeko.

 

Dzeko merupakan penggawa AS Roma yang sudah membela Roma selama tiga musim. Reputasi dan ketajamannya dalam menjebol gawang lawan memang menjadi sorotan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang menyebut Dzeko sebagai pemain yang paling tajam di kompetisi Serie A Italia.

 

Sang pemain sendiri sudah bergabung dengan Roma sejak tahun 2015 silam. Selam tiga musim ini, Dzeko sudah menyumbangkan 74 gol bagi Roma di semua kompetisi yang ia mainkan. Salah satu hal yang menjadi kelebihan dari Dzeko adalah postur tubuh yang tinggi sehingga membuatnya memiliki keuntungan ketika memainkan bola atas.

 

Postur tubuh dan gaya bermain Dzeko dianggap sesuai dengan gaya permainan Real Madrid.  Hal ini dikarenakan Madrid tidak memiliki pemain dengan karakter target man di lini depan.

 

Menurut lansiran Football Espana, Madrid tampaknya sudah membicarakan terkait transfer Dzeko. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi atau keterangan lebih lanjut terkait proses kepindahan Dzeko.

 

Sementara itu Dzeko masih memiliki kontrak bermain di AS Roma. Kontrak sang pemain di Roma masih berlangsung hingga tahun 2020 depan. Dzeko sendiri mengaku dirinya merasa nyaman bermain di Roma, hanya saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Djik: Hasil Imbang Ini Hanya Keberuntungan

Djik: Hasil Imbang Ini Hanya Keberuntungan

Pada kompetisi UEFA Nations League yang digelar pada hari Selasa 20/11 kemarin, Jerman harus meraih hasil imbang kontra Belanda. Belanda sempat tertinggal dua gol, namun mereka berhasil menyamakan kedudukan di penghujung pertandingan.

 

 

Dua gol Jerman tercipta pada menit ke 9 dan 19. Dua gol tersebut dicetak oleh Timo Werner dan juga Leroy Sane. Hingga penghujung babak pertama, Belanda terlihat kesulitan mencuri gol dari Jerman. Namun pada babak kedua, tim yang diasuh oleh Ronald Koeman berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan.

 

 

Hanya tinggal 5 menit sebelum akhir pertandingan, Belanda justru mampu mengemas dua gol dengan sangat apik. Quincy Promes berhasil mencetak gol pertama bagi Belanda pada menit ke 85 sedangkan Virgil van Dijk berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke 90.

 

 

Virgil tentunya merasa sangat senang dengan gol tersebut. Berkat gol yang ia buat, Belanda terbebas dari kekalahan. Namun ia juga tidak menyangkal bahwa hasil tersebut diraih karena keberuntungan semata.

 

 

Djik menilai bahwa Belanda tidak bermain baik pada babak pertama. Hal ini yang menyebabkan mereka kecolongan dua gol. Namun saat babak kedua, mereka berani mengambil resiko dan berakhir dengan hasil yang positif.

 

 

“Kami harus percaya akan hasilnya, tapi jujur, pada babak pertama permainan kami jauh dari kata bagus. Awalnya kami tidak memiliki solusi bagaimana menghadapi permainan mereka. Tapi kami berhasil mengontrol bola dengan baik pada babak kedua.”

 

 

“Hasil ini sangat fantastis. Kami harus bangga dengan pencapaian ini. Tapi kami berhasil meraih dua gol karena keberuntungan saja,” tutup Djik.

Alasan Mengapa Timnas Indonesia Keok Di Kandang Thailand

Alasan Mengapa Timnas Indonesia Keok Di Kandang Thailand

Pada Sabtu malam 17/11 kemarin, Timnas Indonesia meraih hasil pahit ketika bertandang ke markas Thailand dalam pergelaran kompetisi Piala AFF 2018. Timnas Indonesia harus tersungkur dengan skor 2 – 4 di laga ketiga Grup B. Berkat kekalahan ini, harapan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 semakin menipis. Sebenarnya apa yang menyebabkan Timnas Indonesia kalah dalam pertandingan tersebut ? Mari kita ulas lebih dalam.

 

Kesalahan pertama terletak pada buruknya komunikasi lini belakang Timnas Indonesia. Kita bisa melihat semua gol yang dicetak oleh Thailand berasal dari kesalahan pemain Indonesia. Kita ambil contoh saja gol pertama yang dicetak oleh Korrakot Wiriya Udomsiri.

 

 

Ketika ia mencetak gol, tidak ada satupun pemain Indonesia yang menjaga di depan gawang, ia dapat dengan mudah mencetak angka tanpa ada usaha yang lebih. Seharusnya pemain Indonesia dapat berkomunikasi dengan baik sehingga penempatan posisi yang terjadi juga menjadi lebih tertata.

 

 

Selain itu Timnas Indonesia tidak dapat bermain dengan tenang. Ketika mendapatkan serangan balasan dari Timnas Thailand, Timnas Indonesia kehilangan ketenangan. Karena sudah merasa panik, pikiran menjadi kacau dan berpengaruh langsung terhadap gaya permainan yang ditunjukkan di lapangna.

Kesalahan yang paling fatal adalah perjudian yang merugikan penjaga gawang.

 

 

Perjudian di depan gawang sendiri merupakan perjudian yang sangat krusial, dengan sedikit kesalahan saja, resiko terburuknya adalah kebobolan angka. Timnas Indonesia gagal mengeksekusi perjudian itu dengan baik sehingga bola dapat dilesatkan dengan cepat oleh pemain Timnas Thailand.

 

 

Karena kesalahan itulah Timnas Indonesia meraih hasil yang buruk pada pertandingan melawan Thailand. Semoga pada pertandingan selanjutnya Timnas Indonesia dapat belajar dari kesalahan dan dapat memperbaikinya serta meraih kemenangan.

Moreno: United Lebih Cocok Singkirkan Morinho Ketimbang Pogba

Moreno: United Lebih Cocok Singkirkan Morinho Ketimbang Pogba

Alejandro Moreno memberikan pandangan mengenai kemunduran Manchester United pada musim ini. Menurutnya sosok yang harus dikeluarkan dari Manchester United bukanlah Paul Pogba, melainkan Jose Mourinho.

Sudah sejak musim lalu hubungan antara Jose Mourinho dengan Paul Pogba tidak akur. Jose Mourinho bahkan dengan gamblang memberikan kritikan pedas secara terbuka kepada Paul Pogba. Banyak media yang menyoroti hubungan antara Mourinho dengan para pemainnya.

 

Permusuhan antara Paul Pogba dan Mourinho semakin memuncak. Bahkan kemarin Mourinho memutuskan untuk melepaskan ban kapten yang dikenakan oleh Paul Pogba. Hal ini semakin menguatkan tekad Pogba untuk segera hengkang dari United.

 

Sayangnya, Moreno beranggapan bahwa sosok yang harus dikeluarkan dari United bukanlah Pogba, melainkan sang pelatih Jose Mourinho.

 

“Sebenarnya mudah, keluarkan Jose Mourinho,” buka Moreno kepada pihak ESPN FC.

 

Moreno menilai tindakan mengkritik pemain di hadapan publik bukanlah tindakan yang tepat. Terlebih lagi untuk tim sekelas Manchester United.

 

“Alasan utama mengapa mereka perlu memberhentikan Mourinho adalah karena ia telah mempermalukan pemainnya di hadapan publik.”

 

“Seorang pelatih tidak boleh melakukan itu kepada pemainnya. Jika ingin memberikan kritik, lakukan di ruang ganti, jangan dihadapan kamera dan publik.”

 

“Mengkritik didepan umum bukanlah tindakan yang tepat. Itu membuat pemain ingin membangkang. Jika itu terus berlanjut, United harus segera memecat Mourinho atau klub ini akan hancur.”

Mancini Pantau Kondisi Fisik Mario Balotelli

Mancini Pantau Kondisi Fisik Mario Balotelli

Pada pertandingan UEFA Nations League dimana Timnas Italia dipertemukan dengan Timnas Polandia, Mario Balotelli terlihat tidak dapat berbuat banyak bagi Italia. Tim asuhan Roberto Mancini tersebut harus puas dengan hasil imbang pada pertandingan tersebut.

 

Roberto Mancini sendiri menyoroti satu hal pada pertandingan tersebut, yakni kondisi fisik Mario Balotelli. Pada pertandingan tersebut, Polandia berhasil mengawali kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Piotr Zielinski menjelang akhir babak pertama. Jorginho berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi pinalti di menit ke 78. Kala itu, Fderico Chiesa dilanggar di daerah kotak terlarang oleh Jakub Blaszczykowski.

 

Mario Balotelli sendiri hampir tidak memberikan kontribusi pada pertandingan tersebut. Mancini bahkan menggantikannya dan memasukkan Andrea Belotti pada menit ke-61.

 

Kurangnya kontribusi Balotelli menjadi sorotan Mancini. Sang pelatih mengungkapkan dirinya membutuhkan Mario Balotelli, namun jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan, ia akan menggantikannya dengan pemain lain yang memiliki kondisi fisik yang lebih fit.

 

“Ia harus bermain, ia adalah pemain yang profesional dan ia sudah sering mengikuti pertandingan internasional,” ungkap Mancini kepada pihak Rai Sport.

 

Mancini juga mengomentari gol yang dicetak oleh Polandia. Menurutnya, gol tersebut masih bisa dimaklumi melihat pertandingan yang dijalani merupakan pertandingan pertama.

 

“Beberapa kesalahan dapat terjadi pada pertandingan pertama. Tetapi keseluruhan pemain sudah menunjukkan permainan yang baik.”

 

“Kami memang membuat beberapa blunder saat bermain di bagian belakang. Polandia berhasil memainkan serangan balik dengan impresif.”

 

Pada pertandingan selanjutnya, Timnas Italia akan berhadapan dengan Portugal. Tentunya ini akan menjadi ujian yang berat bagi Italia, pasalnya ada banyak pemain hebat di Portugal yang dapat memberikan ancaman nyata bagi mereka.

Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Kompetisi Liga Champions 2018/19 sudah dimulai. Pada hari Kamis 30/8 kemarin  pengundian fase grup Liga Champions sudah dilakukan. Ada beberapa grup yang layak disebut sebagai grup neraka, salah satu grup yang dimaksud adalah Grup B yang terdiri atas Barcelona, Tottenham Hotspur dan juga PSV Eindhoven.

 

Tentunya Barcelona menjadi tim yang difavoritkan menjadi juara jika dibandingkan tim lainnya. Namun Tottenham tidak bisa diremehkan dan dipandang sebelah mata. Tidak bisa dipungkiri, asuhan Mauricio Pochettino tersebut memang menjadi tim yang tergolong kuat di kompetisi Premier League.

 

Pada musim lalu, Tottenham memang sempat mengejutkan publik saat berhadapan dengan Juventus. Pada pertandingan tersebut, mereka berhasil menahan imbang Juventus dengan skor 2 – 2 di Turin. Sayangnya pada leg kedua, mereka harus tumbang dengan skor 1 – 2 dan gagal melanjutkan ke babak 16 besar.

 

Meskipun gagal, namun penampilan yang ditunjukkan Tottenham pantas mendapatkan apresiasi. Hal ini yang mendasari kepercayaan diri Harry Kane pada kompetisi Liga Champions musim ini.

 

Harry Kane selaku penyerang utama Tottenham menjelaskan bahwa timnya akan berhasil lolos dari fase grup. Ia menilai Tottenham memiliki banyak pemain berbakat dan siap untuk bertanding engan tim manapun, termasuk Barcelona.

 

“Saya yakin Tottenham pasti bisa melewati fase grup. Kami memiliki banyak pemain hebat dan saya pikir ini akan menjadi tantangan yang menarik untuk Tottenham.”

 

“Memang Barcelona difavoritkan untuk jadi juara, tetapi Tottenham tidak takut berhadapan dengan siapapun.”

 

“Jika saya lihat, mungkin PSV Eindhoven akan sedikit kesulitan di grup B,” tutup Kane.