Arsip Bulanan: November 2018

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Tampaknya Real Madrid masih belum puas dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Menurut kabar yang beredar, mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru untuk menyempurnakan susunan pemain yang ada. Salah satu pemain yang masuk kedalam radar Real Madrid adalah Edin Dzeko.

 

Dzeko merupakan penggawa AS Roma yang sudah membela Roma selama tiga musim. Reputasi dan ketajamannya dalam menjebol gawang lawan memang menjadi sorotan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang menyebut Dzeko sebagai pemain yang paling tajam di kompetisi Serie A Italia.

 

Sang pemain sendiri sudah bergabung dengan Roma sejak tahun 2015 silam. Selam tiga musim ini, Dzeko sudah menyumbangkan 74 gol bagi Roma di semua kompetisi yang ia mainkan. Salah satu hal yang menjadi kelebihan dari Dzeko adalah postur tubuh yang tinggi sehingga membuatnya memiliki keuntungan ketika memainkan bola atas.

 

Postur tubuh dan gaya bermain Dzeko dianggap sesuai dengan gaya permainan Real Madrid.  Hal ini dikarenakan Madrid tidak memiliki pemain dengan karakter target man di lini depan.

 

Menurut lansiran Football Espana, Madrid tampaknya sudah membicarakan terkait transfer Dzeko. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi atau keterangan lebih lanjut terkait proses kepindahan Dzeko.

 

Sementara itu Dzeko masih memiliki kontrak bermain di AS Roma. Kontrak sang pemain di Roma masih berlangsung hingga tahun 2020 depan. Dzeko sendiri mengaku dirinya merasa nyaman bermain di Roma, hanya saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Varane Ungkap Mengapa Timnya Kalah Kontra Eibar

Seperti yang kita tahu, Real Madrid harus menerima kenyataan pahit dikalahkan oleh Eibar. Bahkan kekalahan mereka sangat mencegangkan, pasalnya gawang mereka harus kebobolan tiga gol tanpa bisa membalas satu gol pun pada pertandingan tersebut.

 

Sejatinya Madrid-lah yang menguasai jalannya pertandingan, namun tidak ada peluang berarti yang berhasil diciptakan oleh Madrid. Satu-satunya peluang tercipta melalui Gareth Bale, sayangnya bola yang berhasil dilesatkan ke gawang Eibar dianulir wasit sebagai offside.

 

Justru Eibar yang berhasil mencetak tiga gol melalui Gonzalo Escalante pada menit ke 16, Sergi Enrich pada menit ke 52, serta Kike pada menit ke 57.

 

Seusai pertandingan, Raphael Varane lantas menjelaskan penyebab kekalahan yang diterima oleh Madrid.

 

“Eibar memanfaatkan bola pendek, memenangkan bola lalu menyerang balik, taktik mereka sangat menyulitkan kami.”

 

“Kami gagal memainkan sepakbola kami. Sangat tidak nyaman, kondisi itu membuat kami tidak fokus sehingga kami bermasalah dalam hal kolektif.”

 

Akibat kekalahan tersebut, Real Madrid gagal memotong jarak dengan pemuncak klasemen, Barcelona. Saat ini mereka tertinggal empat poin dengan Barcelona. Tidak sampai disitu saja, jika Barcelona berhasil memenangkan pertandingan mereka, maka jarak akan semakin menjauh hingga 7 poin.

 

“Saat ini kami harus memperbaiki ritme permainan kami dan memberikan performa terbaik kami pada laga selanjutnya. Kami akan terus berkembang dan meraih gelar juara musim ini,” tutup Varane.

 

Djik: Hasil Imbang Ini Hanya Keberuntungan

Pada kompetisi UEFA Nations League yang digelar pada hari Selasa 20/11 kemarin, Jerman harus meraih hasil imbang kontra Belanda. Belanda sempat tertinggal dua gol, namun mereka berhasil menyamakan kedudukan di penghujung pertandingan.

 

 

Dua gol Jerman tercipta pada menit ke 9 dan 19. Dua gol tersebut dicetak oleh Timo Werner dan juga Leroy Sane. Hingga penghujung babak pertama, Belanda terlihat kesulitan mencuri gol dari Jerman. Namun pada babak kedua, tim yang diasuh oleh Ronald Koeman berhasil bangkit dan menyamakan kedudukan.

 

 

Hanya tinggal 5 menit sebelum akhir pertandingan, Belanda justru mampu mengemas dua gol dengan sangat apik. Quincy Promes berhasil mencetak gol pertama bagi Belanda pada menit ke 85 sedangkan Virgil van Dijk berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke 90.

 

 

Virgil tentunya merasa sangat senang dengan gol tersebut. Berkat gol yang ia buat, Belanda terbebas dari kekalahan. Namun ia juga tidak menyangkal bahwa hasil tersebut diraih karena keberuntungan semata.

 

 

Djik menilai bahwa Belanda tidak bermain baik pada babak pertama. Hal ini yang menyebabkan mereka kecolongan dua gol. Namun saat babak kedua, mereka berani mengambil resiko dan berakhir dengan hasil yang positif.

 

 

“Kami harus percaya akan hasilnya, tapi jujur, pada babak pertama permainan kami jauh dari kata bagus. Awalnya kami tidak memiliki solusi bagaimana menghadapi permainan mereka. Tapi kami berhasil mengontrol bola dengan baik pada babak kedua.”

 

 

“Hasil ini sangat fantastis. Kami harus bangga dengan pencapaian ini. Tapi kami berhasil meraih dua gol karena keberuntungan saja,” tutup Djik.

Alasan Mengapa Timnas Indonesia Keok Di Kandang Thailand

Pada Sabtu malam 17/11 kemarin, Timnas Indonesia meraih hasil pahit ketika bertandang ke markas Thailand dalam pergelaran kompetisi Piala AFF 2018. Timnas Indonesia harus tersungkur dengan skor 2 – 4 di laga ketiga Grup B. Berkat kekalahan ini, harapan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 semakin menipis. Sebenarnya apa yang menyebabkan Timnas Indonesia kalah dalam pertandingan tersebut ? Mari kita ulas lebih dalam.

 

Kesalahan pertama terletak pada buruknya komunikasi lini belakang Timnas Indonesia. Kita bisa melihat semua gol yang dicetak oleh Thailand berasal dari kesalahan pemain Indonesia. Kita ambil contoh saja gol pertama yang dicetak oleh Korrakot Wiriya Udomsiri.

 

 

Ketika ia mencetak gol, tidak ada satupun pemain Indonesia yang menjaga di depan gawang, ia dapat dengan mudah mencetak angka tanpa ada usaha yang lebih. Seharusnya pemain Indonesia dapat berkomunikasi dengan baik sehingga penempatan posisi yang terjadi juga menjadi lebih tertata.

 

 

Selain itu Timnas Indonesia tidak dapat bermain dengan tenang. Ketika mendapatkan serangan balasan dari Timnas Thailand, Timnas Indonesia kehilangan ketenangan. Karena sudah merasa panik, pikiran menjadi kacau dan berpengaruh langsung terhadap gaya permainan yang ditunjukkan di lapangna.

Kesalahan yang paling fatal adalah perjudian yang merugikan penjaga gawang.

 

 

Perjudian di depan gawang sendiri merupakan perjudian yang sangat krusial, dengan sedikit kesalahan saja, resiko terburuknya adalah kebobolan angka. Timnas Indonesia gagal mengeksekusi perjudian itu dengan baik sehingga bola dapat dilesatkan dengan cepat oleh pemain Timnas Thailand.

 

 

Karena kesalahan itulah Timnas Indonesia meraih hasil yang buruk pada pertandingan melawan Thailand. Semoga pada pertandingan selanjutnya Timnas Indonesia dapat belajar dari kesalahan dan dapat memperbaikinya serta meraih kemenangan.

Sanchez Mantap Tinggalkan Manchester United

Situasi Alexis Sanchez di Manchester United saat ini memang sedang diliputi awan hitam. Ia juga dikabarkan menyimpan dendam kepada pelatih United, Jose Mourinho. Melihat situasinya saat ini, Sanchez tampaknya sudah membulatkan tekad untuk hengkang dari The Red Devils.

 

Sanchez merupakan rekrutan yang didatangkan Mourinho pada awal tahun lalu. Sayangnya semenjak didatangkan, Sanchez gagal menunjukkan performa terbaiknya bersama tim utama United, alhasil ia gagal menyumbangkan gol bagi United.

 

Beberapa waktu ini banyak berita yang mengatakan Sanchez akan hengkang dari United dikarenakan memiliki masalah dengan Jose Mourinho. Seperti yang kita tahu, dalam dua bulan terakhir ini, Mourinho kerap mencadangkan sang pemain. Hal ini yang membuat Sanchez marah dan tidak terima sehingga ingin hengkang dari United.

 

Sebenarnya Mourinho sempat memainkannya pada laga melawan Juventus. Sempat digadang-gadang menjadi ujung tombak menggantikan Lukaku, justru Sanchez kembali ditarik ke bangku pemain oleh Jose Mourinho.

 

Mourinho memberikan penjelasan bahwa Sanchez mengalami cedera ringan sehingga harus dikeluarkan dari lapangan. Padahal menurut lansiran The Sun, Sanchez dikabarkan tidak mengalami cedera dan berada dalam kondisi fisik yang maksimal.

 

Menurut sumber yang sama, Sanchez juga sudah menghubungi agennya terkait pemberitaan dirinya akan hengkang. Sanchez juga sudah meminta agennya untuk mencarikan klub yang ingin menerima dirinya. Beberapa klub dikabarkan sudah dihubungi oleh agen sang pemain, namun hingga saat ini belum ada klub yang tertarik untuk merekrut sang pemain.

 

Sebagai tambahan informasi, Sanchez masih memiliki kontrak bermain di Manchester United sampai 3,5 tahun kedepan.

Juventus Akan Jadi Tempat Berlabuh Zidane ?

Fakta yang cukup mengejutkan baru saja terdengar dari Zinedine Zidane. Pasalnya menurut kabar yang beredar, Zidane akan menjadi nahkoda bagi klub Juventus, klub dimana mantan asuhannya, Cristiano Ronaldo bermain.

 

Karir kepelatihannya di Real Madrid dulu memang terbilang ciamik. Ia berhasil menyumbangkan satu gelar La Liga dan juga tiga gelar Liga Champions. Banyak pihak yang memuji ketangkasan Zidane dalam melatih Real Madrid.

 

Namun di era gemilangnya tersebut, Zidane justru memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Real Madrid. Sebenarnya ada banyak rumor yang mengatakan bahwa Manchester United ingin mendatangkan Zidane untuk menggantikan posisi Jose Mourinho. Tapi menurut lansiran yang dikeluarkan oleh pihak El Pais, Zidane justru akan menginjakkan kakinya di Juventus.

 

 

Jika kita melihat posisi Jose Mourinho di United saat ini memang terbilang membahayakan. Pasalnya ia gagal menunjukkan kualitas para pemainnya di kompetisi Premier League. United bahkan harus menelan kekalahan atas Brighton dengan skor 3 – 2. Melihat hal tersebut, Mourinho dikabarkan tengah berseteru dengan jajaran United dan juga para pemain.

 

Juventus sendiri ingin mendatangkan Zidane karena ia sudah berpengalaman dalam menghadapi Liga Champions. Sebenarnya Massimiliano Allegri juga melatih Juventus dengan cukup baik dan sudah menyumbangkan tiga trofi Serie A secara beruntun. Namun jajaran Juventus belum puas karena Allegri gagal membawa Juventus meraih gelar Liga Champions, oleh karena itu, mereka ingin mendatangkan Zidane.

 

Zidane sendiri bukanlah orang asing bagi Juventus. Pada tahun 1666 – 2001 dulu, Zidane pernah membela klub ini dan berhasil meraih penghargaan Ballon D’Or bersama Juventus.

Pogba Tak Tutup Kemungkinan Gabung Dengan Barcelona

Paul Pogba merupakan pemain bintang klub raksasa Inggris, Manchester United. Saat ini Pogba masih memiliki kontrak bermain dengan United, namun ia juga tidak menutup kemungkinan untuk pindah ke klub lain, khususnya Barcelona di masa mendatang nanti.

 

Seperti yang kita ketahui, saat ini Pogba tidak merasa bahagia bersama Manchester United. Banyak rumor yang mengatakan bahwa Pogba akan segera hengkang dari Manchester United karena tidak memiliki hubungan yang baik dengan Jose Mourinho.

 

Jika melihat performa yang ditunjukkan Pogba pada musim kemarin dan juga musim ini, performa yang ditunjukkan memang tidak konsisten sehingga ia kerap dikritik didepan umum oleh Jose Mourinho, hal inilah yang menjadi awal perseteruan antara Pogba dengan Mourinho.

 

Pogba sendiri kerap dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol, Barcelona. Tidak sampai disitu saja, ada kabar yang mengatakan bahwa Mino Riola selaku agen dari sang pemain sudah menawarkan Pogba kepada Barcelona.

 

Barcelona juga tampaknya tertarik untuk mendatangkan Pogba dengan opsi penukaran pemain. Pada penawarannya tersebut, Barcelona bersedia menukarkan Yerry MIna dan Andre Gomes serta tambahan dana sebesar 45 juta pounds untuk mendapatkan Pogba.

 

Sayangnya Barcelona justru batal mendatangkan Pogba dan akhirnya memilih untuk memboyong Arturo Vidal dari klub Bayern Munchen.

 

Pogba sendiri tidak menampik bahwa dirinya ingin hengkang dari klub. Namun untuk saat ini, ia akan fokus bermain untuk United, pasalnya ia masih memiliki kontrak bermain bersama United. Namun kedepannya, ia tidak menutup kemungkinan untuk hengkang dari klub Setan Merah.

Duduki Peringkat 4, Gattuso Minta Timnya Jangan Sombong

Gennaro Gattuso selaku pelatih AC Milan meminta timnya agar tidak merasa puas dan sombong setelah meraih posisi keempat klasemen sementara Serie A.

 

Setelah mengalahkan Genoa dengan skor 2 – 1, AC Milan berhasil mengumpulkan 18 poin dan menempati posisi keempat klasemen sementara Serie A.

 

Melihat pencapaian ini, Gattuso meminta skuatnya untuk tidak cepat merasa puas dan tetap fokus pada pertandingan yang akan datang.

 

“Kemenangan yang kami raih kemarin membuat kami berada di posisi keempat,” buka Gattuso seperti dilansir pihak Goal International.

 

Gattuso juga mengatakan bahwa kemenangan atas Genoa dan raihan posisi empat memberikan beban dan tanggung jawab yang lebih besar kepada timnya. Gattuso juga mengatakan timnya harus bekerja lebih keras lagi untuk memenangkan pertandingan selanjutnya.

 

“Kemenangan atas Genoa kemarin adalah langkah awal, untuk meraih posisi yang lebh atas, kami harus berjuang lebih keras lagi.”

 

Selain itu Gattuso juga memberikan pujian kepada skuatnya. Menurutnya, performa yang ditunjukkan oleh para pemain sudah cukup baik. Ia juga berharap timnya dapat mempertahankan momentum kemenangan ini dan dapat menjadikannya sebagai modal untuk menghadapi pertandingan yang akan datang.

 

“Kami berhasil membuat gol yang indah. Kami berhasil menang dengan gol tersebut. Ini adalah pertanda yang baik bagi kami.”

 

“Saya berharap semua pemain dapat mempertahankan momentum ini dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya.”