Pogba Beri Pembelaan Untuk Sanchez

Pogba Beri Pembelaan Untuk Sanchez

Pemain bintang Manchester United, Paul Pogba melayangkan belaan kepada rekan setimnya, Alexis Sanchez terkait mandul gol sang pemain. Pogba menjelaskan bahwa Sanchez masih membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan tim barunya sehingga belum dapat menunjukkan performa terbaiknya.

 

Sanchez bergabung dengan Setan Merah pada bulan Januari lalu. Ia didatangkan dari klub Arsenal dengan skema pertukaran pemain. Kala itu Sanchez ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan.

 

Pogba percaya Sanchez akan menunjukkan kualitasnya jika diberikan waktu yang cukup untuk bermain dan beradaptasi dengan pemain lainnya.

 

“Kalian harus tahu, Alexis Sanchez adalah pemain yang sangat baik dan ia berjuang dengan sangat keras disini,” buka Pogba kepada Daily Star.

 

Pogba melihat Sanchez masih berusaha untuk menyesuaikan postur tubuhnya dengan gaya permainan yang dimainkan oleh Manchester United.

 

“Dia terus menerus berlatih. Dia juga selalu berusaha untuk memberikan bantuan kepada tim. Terkadang ia membicarakan masalah ini dengan pemain yang ada di klub.”

 

“Cepat atau lambat Sanchez akan terbiasa bermain bersama United. Ketika anda bermain lama untuk satu tim dan anda pindah, anda tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan permainan mereka. Anda perlu waktu untuk beradaptasi.”

 

“Permainannya tidaklah buruk. Kita tahu bagaimana Sanchez bermain. Namun untuk saat ini ia butuh waktu. Saya yakin ia akan bersinar bersama United.”

 

“Sejauh ini, ia berusaha untuk bersikap positif. Meski ia belum berhasil mencetak gol, ia selalu berusaha dan terus belajar mengenai gaya permainan kami dan hal ini sangat melegakan. Sanchez pasti bisa mencetak gol jika sudah menemukan ritme yang pas.”

Lopetegui: Jika Ada VAR, Ronaldo Tak Akan Dikartu !

Lopetegui: Jika Ada VAR, Ronaldo Tak Akan Dikartu !

Julen Lopetegui selaku pelatih Real Madrid berpendapat bahwa insiden kartu merah yang didapatkan oleh Cristiano Ronaldo seharusnya tidak terjadi. Seperti yang sudah kita ketahui, Ronaldo memang dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia di kompetisi Liga Champions.

 

Ronaldo terlibat insiden dengan Jeison Murillo. Menurut kiper yang bertugas saat itu, tangan Ronaldo terlihat menyentuh kepala Murillo. Oleh karena itu Ronaldo akhirnya mendapatkan kartu merah setelah wasit berdiskusi dengan asistennya yang berada di sisi gawang.

 

Kartu merah yang didapatkan Ronaldo mendapatkan protes keras dari skuat Juventus. Bahkan keputusan sang wasit untuk memberikan kartu merah juga mendapat kecaman dari berbagai media dan fans sepakbola Italia. Bahkan insiden ini membuat Julen Lopetegui turut angkat bicara.

 

Lopetegui mengaku dirinya sudah melihat cuplikan ulang pertandingan tersebut. Namun setelah dianalisa secara mendalam, Lopetegui tidak melihat adanya kesalahan fatal yang dilakukan oleh Ronaldo.

 

“Saya melihat pertandingan tersebut berjalan dengan semestinya. Tetapi mengapa wasit memberikan kartu merah kepada Ronaldo ? Memang terkadang wasit bisa melakukan kesalahan, tapi jika pada pertandingan itu ada sistem VAR, mungkin kesalahan semacam ini bisa terhindar. Tapi saya tidak memiliki kapasitas untuk membicarakan masalah ini.”

 

VAR merupakan sistem reka ulang yang memungkinkan pihak pengawas untuk meliha tkejadian ulang  dari suatu insiden yang terjadi. VAR sendiri sudah diujicobakan saat Piala Dunia Rusia 2018 kemarin.

 

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Tampaknya Real Madrid masih belum puas dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Menurut kabar yang beredar, mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru untuk menyempurnakan susunan pemain yang ada. Salah satu pemain yang masuk kedalam radar Real Madrid adalah Edin Dzeko.

 

Dzeko merupakan penggawa AS Roma yang sudah membela Roma selama tiga musim. Reputasi dan ketajamannya dalam menjebol gawang lawan memang menjadi sorotan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang menyebut Dzeko sebagai pemain yang paling tajam di kompetisi Serie A Italia.

 

Sang pemain sendiri sudah bergabung dengan Roma sejak tahun 2015 silam. Selam tiga musim ini, Dzeko sudah menyumbangkan 74 gol bagi Roma di semua kompetisi yang ia mainkan. Salah satu hal yang menjadi kelebihan dari Dzeko adalah postur tubuh yang tinggi sehingga membuatnya memiliki keuntungan ketika memainkan bola atas.

 

Postur tubuh dan gaya bermain Dzeko dianggap sesuai dengan gaya permainan Real Madrid.  Hal ini dikarenakan Madrid tidak memiliki pemain dengan karakter target man di lini depan.

 

Menurut lansiran Football Espana, Madrid tampaknya sudah membicarakan terkait transfer Dzeko. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi atau keterangan lebih lanjut terkait proses kepindahan Dzeko.

 

Sementara itu Dzeko masih memiliki kontrak bermain di AS Roma. Kontrak sang pemain di Roma masih berlangsung hingga tahun 2020 depan. Dzeko sendiri mengaku dirinya merasa nyaman bermain di Roma, hanya saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Ada satu rekor yang terpecahkan di Liga Champions, yakni rekor kartu kuning terbanyak. Rekor ini jatuh pada Sergio Ramos yang bermain untuk klub Real Madrid. Usai Real Madrid berhadapan dengan AS Roma, Sergio Ramos menjadi pemain dengan torehan kartu kuning terbanyak pada kompetisi Liga Champions.

 

Real Madrid menjamu AS Roma pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup H Liga Champions. Pada pertandingan tersebut Real Madrid sukses meraih poin penuh dengan total raihan tiga gol tanpa balas.

 

Sebelumnya, sang mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia, kali ini kartu merah juga datang dari pemain Real Madrid yang bernama Sergio Ramos. Pada pertandingan melawan AS Roma, Ramos mendapatkan kartu kuning ke 37 nya di kompetisi Liga Champions setelah melanggar Steven N’Zonzi.

 

Seperti yang kita tahu, Ramos memang identik dengan gaya bermain yang keras dan kasar. Ia sering melakukan pelanggaran akibat permainannya yang keras. Tidak jarang juga Ramos dihadiahi kartu, mulai dari kartu kuning hingga kartu merah.

 

Kartu kuning yang didapatkan Ramos terjadi di menit ke 23. Dengan didapatkannya kartu kuning tersebut, Sergio Ramos sudah mengoleksi 43 kartu kuning di Liga Champions. Rekor ini merupakan rekor terbaru dan melebihi rekor sebelumnya yang pernah di raih oleh Paul Scholes yang bermain untuk Manchester United. Pada saat itu, Scholes mendapatkan perolehan 35 kartu kuning pada kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Pada matchday pertama Liga Champions untuk grup C, Liverpool harus menjamu PSG. Pada pertandigan tersebut, Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3 – 2. Tiga gol tersebut dicetak oleh Daniel Sturridge, James Milner dan juga Roberto Firmino, sedangkan dua gol yang disarangkan PSG berasal dari aksi Thomas Meuinier dan juga Kylan Mbappe.

 

Liverpool sendiri menghadapi PSG dengan penuh percaya diri. Mereka melaju dengan penuh hasrat untuk menang, Liverpool sendiri juga belum kalah dalam lima pertandingan di kompetisi Premier League. Wajar saja jika mereka menjamu PSG dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

 

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool lantas memberikan pujian yang setinggi langit untuk para pasukannya, terutama untuk lini pertahanan mereka. Menurut Jurgen Klopp, lini pertahanan Liverpool nyaris sempurna. Jurgen menilai hanya sedikit kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.

 

Tidak hanya itu saja, Klopp juga mengatakan bahwa skuatnya sudah menunjukkan permainan yang sangat apik serta sudah mengerahkan segalanya dalam pertandingan tersebut.

 

“Jika para pemain ada yang membuat kesalahan pada pertandingan tersebut, maka hasil akhirnya tidak akan seperti ini. Mereka sangat berkonsentrasi dalam bermain. Pertandingan melawan PSG bukanlah pertandingan yang mudah. Namun sepakbola yang dimainkan oleh skuat kami sangat apik dan brilian. Mereka tampil dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.”

 

“Kami melihat permainan yang kami mainkan sudah jauh lebih baik ketimbang masa lalu. Kami yakin bisa meraih gelar juara pada musim ini. Lini tengah, lini belakang dan lini depan kami bermain dengan sangat baik. Saya rasa kami bisa meraih trofi Liga Champions musim ini.”

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Tidak bisa dipungkiri, sosok Cristiano Ronaldo dianggap sebagai jimat kesuksesan Real Madrid dalam kompetisi Liga Champions selama tiga musim terakhirn. Namun setelah kepergian Ronaldo ke Juventus, banyak pihak yang mempertanyakan nasib Real Madrid dalam kompetisi bergengsi tersebut. Karim Benzema selaku penggawa Real Madrid tetap optimis dan yakin Real Madrid dapat kembali meraih gelar juara di musim ini.

 

Kontribusi sang mega bintang Ronaldo pada musim kemarin memang sangat besar. Meskipun ia gagal mencetak gol pada laga final kontra Liverpool, namun raihan golnya selama kompetisi berlangsung sangat impresif.

 

 

Meski Ronaldo sudah tidak ada, kepercayaan Karim Benzema terhadap performa Real Madrid tidak berkurang sedikitpun. Benzema malah sangat optimis Real Madrid bisa kembali meraih gelar juara meski tanpa kehadiran Ronaldo.

“Semua tahu kompetisi ini adalah kompetisi kasta tertinggi, setiap pertandingan yang dijalani sangatlah penting. Real Madrid adalah klub terbesar dan terbaik di dunia, itu berarti kami harus sukses setiap tahunnya.”

 

“Ada banyak rival yang kuat, tapi kalau kalian bertanya siapa klub terkuat, maka kami akan menjawab Real Madrid.”

 

“Kami akan menjamu AS Roma, pertandingan kandang pertama akan selalu penting. Kami akan mencoba untuk menguasai bola dan mendapatkan ritme permainan kami.”

 

“Roma adalah tim yang kuat dan apik, kami harus fokus dan mengerahkan segalanya untuk bisa menang pada pertandingan nanti.”

 

Foster: De Gea Dapat Diibaratkan Sebagai Messi

Foster: De Gea Dapat Diibaratkan Sebagai Messi

Ben Foster selaku penjaga gawang Watford melayangkan pujian kepada David De Gea. Menurutnya, sosok David De Gea dapat disejajarkan dengan Lionel Messi, namun untuk posisi penjaga gawang.

 

Tidak dapat dipungkiri, De Gea telah menunjukkan permainan yang sangat impresif ketika Manchester United berhadapan dengan Watford. Pada pertandingan tersebut, ia berhasil melakukan penyelamatan yang gemilang sehingga United dapat keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut.

 

De Gea berhasil mementahkan peluang emas yang didapatkan oleh Toy Deeney. Ia juga berhasil menghadang sundulan yang dilakukan oleh Christian Kabasele menjelang akhir pertandingan.

 

Melihat penyelamatan gemilang yang dilakukan oleh De Gea, Foster pun tidak ragu untuk melayangkan pujian untuk aksi tersebut.

 

Foster menilai bahwa De Gea merupakan kiper tebaik di dunia saat ini. Ia selalu berhasil menyelamatkan gawang United disaat barisan pertahanan United sedang rapuh.

 

“De Gea merupakan “MESSI”nya penjaga gawang. Kita bisa melihat penyelamatan yang ia lakukan selama ini. Tidak ada keraguan akan hal ini. Ia adalah sosok yang briliant saat ini,” buka Foster kepada pihak Fourfourtwo.

 

“Saya melihat bakat yang dimiliki De Gea adalah bakat alami. Tidak semua kiper bisa memiliki bakat itu. Untuk menjadi kiper yang sekelas dengan De Gea, kerja keras saja tidak cukup !. Butuh lebih dari sekedar kerja keras agar bisa disejajarkan dengan dirinya.”

 

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool menjelaskan alasan mengapa ia tidak memainkan Jordan Hendersen sejak awal pertandingan saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur.

 

Pada pertandingan yang digelar di Wembley ini, Klopp memang memutuskan untuk mencadangkan Henderson. Sang pemain baru dimasukkan ke lapangan pada menit ke 74 dan menggantikan posisi Roberto Firmino.

 

Justru klopp lebih memilih untuk memainkan Naby Keita sebagai pemain starter pada pertandingan tersebut. Hal ini juga dilakukan pada tiga pertandingan di musim ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool hingga saat ini sudah mencatatkan hasil yang cukup impresif, dimana mereka berhasil menyikat habis 5 kemenangan dalam lima pertandingan perdana mereka di musim ini. Klopp lantas memberikan alasan mengapa ia mencadangkan Henderson pada pertandingan tersebut.

 

“Kami masih membutuhkan sosok Henderson hingga akhir musim ini, itu sebabnya saya mencadangkan dirinya. Ia masih harus beradaptasi dengan intensitas,” buka Klopp kepada pihak Sky Sports.

 

“Henderson harus memulihkan kondisinya sebelum dimainkan sebagai starter.”

 

Setelah meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur, Liverpool masih harus menjalani laga yang berat dimana mereka akan dihadapkan dengan PSG pada kompetisi Liga Champions di tengah pekan ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool merupakan finalis Liga Champions pada musim lalu. Sayangnya mereka harus tumbang atas Real Madrid karena blunder yang dilakukan oleh kiper mereka, Lloris Karius. Meski begitu, mereka masih menjadi tim yang difavoritkan untuk menjadi juara pada musim ini.

Prediksi La Liga: Real Sociedad Vs Barcelona 15 September 2018

Prediksi La Liga: Real Sociedad Vs Barcelona 15 September 2018

Barcelona akan melanjutkan kompetisi La Liga dengan bertandang ke markas Real Sociedad. Pada pertandingan ini, Barcelona masih difavoritkan untuk keluar sebagai pemenang. Besar kemungkinan Barcelona akan meraih poin penuh pada pertandingan ini, namun bola itu bundar, ada banyak kejadian tidak terduga yang bisa terjadi.

 

Pada musim lalu, Barcelona berhasil membungkam Sociedad dengan skor 4 – 2 di Anoeta. Sebenarnya Barcelona sempat tertinggal 0 – 2, namun Luis Suarez, Paulinho dan juga Lionel Messi mampu membalikkan keadaan dan membawa kemenangan bagi Barcelona.

 

Kali ini Barcelona melaju dengan penuh kepercayaan diri, pasalnya mereka belum menelan kekalahan sepanjang musim ini. Selain itu Sociedad diatas kertas memiliki kualitas yang jauh lebih rendah ketimbang Barcelona, wajar saja jika ekspektasi publik sangat tinggi untuk Barcelona.

 

Pada pertengahan pekan ini, Barcelona juga akan berhadapan dengan PSV Eindhoven pada kompetisi Liga Champions. Tampaknya Ernesto Valverde tidak akan melakukan rotasi pada skuat utamanya.

 

Bagi Sociedad, pertandingan ini adalah pertandingan kandang pertama mereka. Mereka memulai musim dengan cukup baik dengan mengalahkan Villareal dengan skor 2 – 1, sayangnya pada pertandingan selanjutnya mereka hanya bisa bermain imbang kontra Leganes dan harus menyerah ketika berhadpan dengan Eibar dengan skor 1 – 2.

 

Real Sociedad juga semakin terpuruk karena banyak pemain inti mereka yang akan absen karena cedera. Hal ini tentu menjadi berita yang buruk bagi mereka, pasalnya yang akan mereka hadapi adalah klub raksasa Spanyol, Barcelona.

 

Berbanding terbalik dengan Sociedad, Barcelona justru bisa menurunkan squad terbaiknya pada pertandingan nanti. Menurut prediksi kami, Barcelona akan meraih kemenangan dengan agregat skor 2 – 0 pada pertandingan nanti.

 

 

Merson: Kane Bukan Kelelahan, Ia Memang Sedang Tampil Buruk !

Merson: Kane Bukan Kelelahan, Ia Memang Sedang Tampil Buruk !

 

Salah satu analis sepakbola yang cukup ternama, Paul Merson angkat bicara terkait performa yang ditunjukkan Harry Kane bersama Tottenham. Merson juga membandingkan kondisi yang dialami Kane dan juga Eden Hazard pasca Piala Dunia Rusia 2018 kemarin.

Banyak yang beranggapan bahwa penurunan performa yang ditunjukkan Harry Kane terjadi akibat kelelahan pasca Piala Dunia dan juga pertandingan internasional. Namun menurut Merson, hal itu tidak benar adanya.

 

Ia membandingkan Kane dengan sosok Hazard yang justru dapat menunjukkan performa yang gemilang bersama Chelsea pada awal musim Premier League tahun ini.

 

Merson beranggapan bahwa penurunan performa yang ditunjukkan Kane merupakan hal yang biasa terjadi. Ia menganggap bahwa naik dan turunnya performa seorang pemain memang sering terjadi, bukan saja karena kekalahan.

 

“Jika kita lihat performa Hazard, apa ada perdebatan mengenai kelelahan seperti yang kalian debatkan pada performa Kane ? Tidak bukan ?,” buka Merson kepada pihak Skysports.

 

“Terkadang seorang pemain bisa tampil tidak maksimal. Banyak yang mengatakan itu terjadi karena kekalahan, namun satu hal yang harus kalian tahu, setiap pemain sepakbola pasti pernah mengalami hal ini. Tidak ada pemain yang terus tampil gemilang di setiap pertandingan.”

 

“Kane hanyalah manusia biasa, sama seperti kita. Ia hanya perlu waktu untuk kembali beradaptasi dengan permainan timnya. Tidak semua hal berkaitan dengan kelelahan. Kita bisa melihat Hazard yang tampil impresif, padahal Hazard menjalani musim yang sama dengan Kane.”

 

“Dia hanya belum mencapai titik terbaiknya. Ia perlu lebih percaya diri menghadapi ini semua. Standart yang ia tetapkan sangatlah tinggi, tetapi kita harus percaya Kane akan kembali menunjukkan permainan yang impresif kedepannya.”