Bakayako: Gabung Milan Adalah Keputusan Tepat

Bakayako: Gabung Milan Adalah Keputusan Tepat

Tiemoue Bakayako menjelaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan AC Milan adalah pilihan yang tepat. Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki hubungan yang cukup baik dengan Gennaro Gattuso.

 

Bakayako sendiri merupakan pemain asal Prancis. Dirinya bergabung dengan AC Milan pada tahun 2018 silam. AC Milan mendatangkan Bakayako dari klub Premier League, Chelsea. Sayangnya sang pemain gagal beradaptasi dengan lingkungan barunya.

 

Karena kesulitan menyesuaikan diri dengan gaya bermain di AC Milan, dirinya mendapatkan banyak kritikan pedas dari para fans. Bahkan Gattuso juga melayangkan kritik kepada dirinya terkait performanya tersebut.

 

Namun Bakayako menjelaskan bahwa situasi yang menimpa dirinya saat ini adalah hal yang wajar. Ia menjelaskan bahwa tidak semua pemain dapat beradaptasi dengan cepat dengan lingkungan yang baru. Ia juga menegaskan bahwa keputusannya untuk bergabung dengan AC Milan bukanlah pilihan yang salah.

 

“Tidak pernah sekalipun saya berfikir bergabung di Milan adalah keputusan yang salah. Tidak semua berjalan baik, termasuk dalam karir sepakbola saya.”

 

“Terkadang pemain sulit untuk beradaptasi dengan lingkunganb aru. Itu juga terjadi ketika saya bermain di Chelsea dan Monaco. Saya tidak terkejut hal itu kembali terulang disini. Saya perlu waktu yang agak lama untuk beradaptasi,” ungkap Bakayako kepada Corriere Dello Sport.

 

“Gattuso adalah orang yang sangat baik. Kami berkomunikasi setiap hari. Kami hanya perlu memahami satu sama lain dengan pandangan yang sederhana. Hubungan kami berjalan dengan sempurna,” tutup Bakayako.

West Ham United Buka Pintu Bagi Olivier Giroud

West Ham United Buka Pintu Bagi Olivier Giroud

Tampaknya Olivier Giroud tidak perlu mengkhawatirkan masa depannya di Chelsea. Pasalnya klub lain di Premier League yakni West Ham United dikabarkan siap untuk menampung Olivier Giroud jika memang sang pemain memutuskan untuk hengkang dari Chelsea.

 

Jika kita melihat kebelakang sedikit, Olivier Giroud memang tengah berada di tengah ombak, pasalnya manajemen Chelsea belum memberikan tawaran perpanjangan kontrak bermain bagi Giroud. Hal ini menimbulkan banyak spekulasi bahwa Giroud akan segera pergi dari Stamford Bridge.

 

Menurut lansiran Daily Mail, Giroud juga telah mendapatkan tawaran untuk hengkang dari Chelsea. Pihak West Ham United sudah memberikan tawaran untuk bergabung kepada Giroud.

 

Dalam laporannya tersebut, West Ham disebutkan tertarik untuk memboyong Giroud karena mereka terancam kekurangan amunisi tempur di lini depan mereka.

 

Hal ini tidak lepas dari banyaknya tawaran yang datang kepada Javier Hernandez. Ini berarti besar kemungkinan sang pemain akan segera hengkang dari tim London Barat tersebut.

 

Selain rumor tersebut, Marko Arnautovic juga dikabarkan tengah berada dalam situasi yang kurang baik. Melihat hal ini, West Ham mau tidak mau harus mendatangkan pemain baru untuk mengisi kekosongan yang ada di tim.

 

Sayangnya jalan West Ham untuk mendatangkan sang pemain akan sangat sulit, pasalnya pihak Chelsea tidak ingin melepaskan sang pemain. Tampaknya Chelsea ingin mengambil langkah aman, seperti yang kita tahu, Alvaro Morata baru saja dipinjam ke Atletico Madrid hingga 2020 mendatang.

 

 

Martial Putuskan Bertahan Di Manchester United

Martial Putuskan Bertahan Di Manchester United

Salah satu penggawa Manchester United, Anthony Martial kabarnya telah membuat keputusan penting dalam karir sepakbolanya. Ia memutuskan untuk bertahan di Manchester United dan ingin membuktikan kemampuan dan kualitasnya kepada Solskjaer.

 

Sebenarnya Anthony Martial pernah meminta kepada klub untuk menjualnya pada bursa transfer pemain musim ini, namun karena minimnya pemain yang didatangkan ke Manchester United, Jose Mourinho memutuskan untuk tetap mempertahankannya.

 

Sang pemain merasa Jose Mourinho tidak memberikan dukungan kepada dirinya. Tidak dapat dipungkiri, Mourinho memang kerap melayangkan kritikan pedas kepada sang pemain karena gagal menunjukkan performa yang apik ketika bermain di lapangan hijau.

 

Namun setelah Jose Mourinho didepan dari klub dan digantikan Solskjaer, Martial justru berubah pikiran dan memutuskan untuk tetap bertahan di klub.

 

Melihat hal tersebut, Martial lantas memberikan pembelaan dimana ia berkata jarang dimainkan sebagai pemain starter. Hubungan antara sang pemain dengan Mourinho semakin hari semakin memiliki jarak, terlebih lagi setelah Martial membuat heboh pada kegiatan pramusim yang dijalani oleh United.

 

Ketika itu, Martial memutuskan untuk pergi begitu saja dari pusat pelatihan di Los Angeles, Amerika Serikat untuk kembali ke negaranya. Kala itu ia pulang ke negaranya demi melihat kelahiran anak keduanya. Karena hal ini, Mourinho merasa tidak dihargai dan memutuskan untuk mencadangkan sang pemain.

 

Kemarahan Mourinho semakin memuncak karena Martial kembali bergabung saat United sudah kembali ke Inggris. Sebenarnya Mourinho sudah memberikan kepercayaan kepada Martial saat timnya melawan Brighton kemarin. Namun pada pertandingan tersebut, Martial juga gagal menunjukkan permainan yang baik sehingga ia dikabarkan akan kembali dicadangkan.

 

Setelah melewati waktu yang cukup panjang, Martial akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan dan ingin menunjukkan performa terbaiknya di hadapan Solskjaer. Dengan adanya keputusan dan tekad ini, para fans percaya Martial dapat kembali menunjukkan performa terbaiknya bersama United.

Alvaro Morata Jalani Tes Medis Di Spanyol

Alvaro Morata Jalani Tes Medis Di Spanyol

Keraguan terhadap masa depan Alvaro Morata tampaknya akan segera berakhir. Pasalnya Alvaro Morata hari ini akan menjalani tes medis di Atletico Madrid.

 

Sejak kepindahannya ke Chelsea pada tahun 2017 silam, Morata terlihat kesulitan menembus tim utama. Ia gagal menunjukkan performa terbaiknya di Chelsea. Banyak rumor yang mengatakan masa depannya di Chelsea akan segera berakhir karena gagal mencetak gol bagi Chelsea.

 

Rumor kepindahan Morata semakin menguat. Hal ini tidak lepas dari keputusan Chelsea untuk mendatangkan Gonzalo Higuain meski dengan status pemain pinjaman. Menurut laporan yang dilansir pihak AS, Morata dikabarkan akan bergabung ke klub Spanyol, Atletico Madrid.

 

Sempat dikabarkan gagal, fakta justru berbicara kebalikannya. Morata dikabarkan tengah menjalani tes medis di Spanyol. Menurut sumber yang sama, pihak Atletico Madrid sudah mencapai kesepakatan dengan Chelsea.

 

Alvaro Morata resmi dipinjamkan ke Atletico Madrid dengan kontrak bermain selama 18 bulan. Dalam kontrak yang dibuat tersebut, Atletico juga mendapatkan kesempatan untuk mempermanenkan sang pemain di akhir masa pinjaman.

 

Kabarnya Morata sudah sampai dI Spanyol pada hari Sabtu 26/1 malam waktu setempat. Morata akan menjalani tes medis pada tanggal 27/1. Setelah tes medis selesai, Morata akan melakukan tanda tangan kontrak bersama Atletico Madrid.

 

Alvaro Morata sendiri sudah pernah bermain di Spanyol, kala itu ia bermain bersama Real Madrid dan sudah berhasil mencetak 35 gol dari 95 penampilannya bersama Madrid.

Neville Layangkan Pujian Bagi Solskjaer

Neville Layangkan Pujian Bagi Solskjaer

Mantan penggawa Manchester United, Phil Neville memberikan pujian kepada Ole Gunnar Solskjaer yang menjabat sebagai manajer interim United. Neville menganggap bahwa Solskjaer mampu membangkitkan performa United yang sempat lesu di awal musim ini.

 

Pada era Jose Mourinho, United gagal menunjukkan performa terbaiknya. Para pemain Manchester United juga gagal tampil konsisten, terutama Paul Pogba yang dikabarkan memiliki hubungan yang buruk dengan Jose Mourinho.

 

Tidak hanya Paul Pogba, pemain lainnya seperti Marcus Rashford, Romelu Lukaku, Victor Lindelof dan juga kiper David De Gea bermain dibawah standart. Banyak kritikan yang datang menghujani Manchester United terkait hal ini.

 

Namun setelah Solskjaer mengambil alih, semua berubah. Performa United mulai meningkat. Bahkan Paul Pogba yakin United dapat finish di empat besar.

 

Melihat hal ini, Neville lantas memberikan pujian kepada Solskjaer karena berhasil membawa United tuk bangkit.

 

“Solskjaer datang dan ia merubah segalanya. Ia membawa senyuman ke Manchester United.”

 

“Ia menyuruh semua pemain untuk bermain dan menikmati setiap pertandingan bersama United. Saya merasa semua pemain merasa sangat beruntung bisa bermain untuk United.”

 

Meski Neville mengatakan Solskjaer membawa senyuman ke United, ia juga menegaskan bahwa Solskjaer adalah orang yang kejam. Hal inilah yang membantu Solskjaer untuk membawa United seperti sekarang ini.

 

“Ia adalah sosok yang ramah sekaligus kejam. Saya pikir mereka tidak akan berhasil sampai sekarnag ini jika Solskjaer tidak memiliki rasa kejam. Saya yakin ia bisa menjadi pelatih permanen di Manchester United.”

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Pada kompetisi Piala Dunia 2018 kemarin, timnas Argentina harus tertunduk lesu usai dibantai habis-habisan oleh tim kuda hitam, Kroasia. Dosa besar yang paling mendapatkan banyak perhatian publik adalah blunder yang dilakukan oleh kiper Willy Caballero.

 

Sebenarnya blunder dalam ajang kompetisi Piala Dunia sudah sering terjadi, bukan hanya Caballero saja yang melakukan blunder, bahkan pada kompetisi Piala Dunia tahun lawas juga banyak pemain yang melakukan blunder. Mau tahu blunder paling memorable yang pernah dilakukan oleh pemain di Piala Dunia ?

 

Salah satu pemain yang melakukan blunder fatal adalah Rene Higuita. Kiper ini bermain untuk timnas Kolombia dan memiliki tren tendangan kalajengking. Sayangnya Rene melakukan blunder yang fatal saat melawan Kamerun pada Piala Dunia 1966 silam. Sang kiper dengan pedenya mengontrol bola jauh diluar area pinalti, sayangnya bola yang ia kontrol berhasil direbut oleh Roger Milla dan berbuah gol. Sungguh blunder yang memalukan.

 

Peter Shilton juga melakukan blunder di ajang kompetisi Piala Dunia 1990. Peter bermain untuk timnas Inggris. Pada pertandingan melawan Italia, Peter yang dengan santainya mengontrol bola didepan gawang berhasil direbut oleh Roberto Baggio dan berjung pada gol bagi timnas Italia. Lagi-lagi blunder fatal yang memalukan. Entah apa yang ada dipikiran Peter hingga ia berani memainkan bola didepan gawang saat kompetisi Piala Dunia.

 

Robert Green yang menjadi kiper timnas Inggris di Piala Dunia 2010 juga melakukan hal yang sama. Entah mengapa banyak sekali kiper Inggris yang melakukan blunder pada kompetisi Piala Dunia. Green yang mendapatkan kepercayaan dari Fabio Capello pada pertandingan melawan Amerika Serikat justru gagal mengamankan bola yang dilesatkan oleh Clint Dempsey. Bola yang gagal ditangkap bergulir dengan mudahnya kedalam jaring gawang yang ia jaga. Berkat blundernya itu, Amerika Serikat berhasil mencuri 1 gol dari mereka. Sungguh blunder yang memalukan.

Schuster Anggap Joachim Loew Cocok Latih Madrid

Schuster Anggap Joachim Loew Cocok Latih Madrid

Mantan pelatih klub Real Madrid, Bernd Schuster memberikan isyarat kepada Madrid untuk merekrut Joachim Loew. Menurutnya, sosok Joachim sangat tepat untuk menukangi klub.

 

Seperti yang kita tahu, saat ini Santiago Solari menjadi pelatih di Real Madrid dengan status sebagai pelatih interim. Madrid tengah mencari sosok yang tepat untuk melatih klub, beberapa nama sempat dikaitkan, salah satunya adalah Jose Mourinho yang belum lama ini baru dikeluarkan dari klub.

 

Sebelum Julen Lopetegui diangkat menjadi pelatih, sempat terdengar kabar bahwa Joachim Loew juga masuk kedalam daftar pelatih yang ingin direkrut oleh Madrid. Namun seiring berjalannya waktu, nama Loew semakin menghilang bak ditelan bumi.

 

Setelah lama menghilang, nama Joew kembali mencuat karena Schuster. Menurut mantan eks pelatih Madrid tersebut, sosok Joew dapat membawa kembali sinar yang telah hilang di Madrid.

 

“Saya sudah berbicara dengan Perez dalam sebuah acara kehormatan, saya secara eksplisit menyebutkan nama Joachim Loew dalam pertemuan tersebut,” ungkap Schuster seperti dilansir Die Welt.

 

“Ia bereaksi terhadap ucapan saya dan dia menatapku dengna aneh, seolah-olah ia terkejut dengan apa yang saya ucapkan.”

 

“Joew sangat dihormati di Madrid, jadi saya merasa wajar jika Madrid akan mencoba merekrut Joew pada musim panas ini. Semua orang tahu Joew adalah pelatih yang apik, jadi saya rasa ia sangat cocok untuk melatih skuat Madrid.”

 

 

Liverpool Tak Ingin Pulangkan Countinho Dari Barcelona

Liverpool Tak Ingin Pulangkan Countinho Dari Barcelona

Pada musim 2017/2018 yang lalu Liverpool sempat keberatan untuk melepaskan Philippe Coutinho. Namun saat ini ceritanya sudah berbeda, bahkan The Reds mengaku tidak berniat untuk memulangkan Coutinho ke Anfield.

 

Sejak awal musim 2017/2018 silam Coutinho memang telah menyatakan keinginannya untuk hengkang dari klub. Barcelona juga sempat melayangkan tawaran untuk sang pemain, namun tawaran tersebut ditolak oleh Liverpool.

 

Pada awal Januari 2018 silam, Coutinho akhirnya dilepaskan ke Barcelona. Dari penjualan Coutinho, Liverpool memiliki banyak dana untuk membeli pemain baru. Coutinho sendiri dijual dengan harga 120 juta Euro, angka yang cukup besar bukan ?

 

Dalam enam bulan pertamanya di Barcelona, semua tampak berjalan mulus. Coutinho bahkan menjadi pilihan utama Barcelona. Namun memasuki paruh pertama musim 2018/19, kondisinya berubah, pasalnya dirinya sudah tidak lagi mendapatkan tempat utama di klub.

 

Sang pemain kerap terlihat di bangku cadangan. Coutinho dianggap kalah saing dengan Ousmane Dembele yang lebih disukai oleh Ernesto Valverde. Melihat kondisi ini, banyak kabar yang mengatakan Coutinho sudah merasa tidak nyaman dan tidak bahagia di Barcelona.

 

Menurut lansiran The Telegraph, Coutinho sudah mengisyaratkan akan hengkan dari klub. Coutinho juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke Inggris.

 

Namun pihak Liverpool secara gamblang mengatakan bahwa mereka tidak tertarik untuk memulangkan kembali Coutinho ke Anfield. Mereka beranggapan bahwa skuat yang dimiliki saat ini sudah cukup baik sehingga mereka tidak ingin memulangkan Coutinho.

Manchester City Tekankan Tak Ingin Rekrut Isco

Manchester City Tekankan Tak Ingin Rekrut Isco

Klub raksasa Inggris, Manchester City kabarnya tidak memiliki ketertarikan untuk mendatangkan Isco dari Real Madrid. Seperti yang kita tahu, saat ini Isco tengah berada dalam situasi yang kurang baik di Madrid karena jarang dimainkan sejak ditinggal oleh Zinedine Zidane.

 

Sang pemain saat ini justru lebih sering dicadangkan ketimbang dimainkan sehingga membuatnya ingin segera hengkang dari Madrid. Posisinya saat ini memang tidak baik, bahkan sang pemain mengatakan menjalani musim ini terasa sangat berat karena terus berada di bangku cadangan.

 

Banyak kabar yang mengatakan Manchester City berencana untuk mendatangkan Isco ke Inggris, namun kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak City.

 

Sebenarnya sempat ada kabar yang mengatakan bahwa asisten Josep Guardiola, yakni Mikel Arteta telah beraksi untuk mengajak Isco bergabung dengan mereka. Sang pemain sendiri sudah menerima tawaran tersebut.

 

Akan tetapi kabar terbaru mengatakan bahwa Manchester City justru tidak berminat untuk mendatangkan sang pemain. Menurut lansiran ESPN FC, City tidak jadi mendatangkan isco karena Josep Guardiola tidak membutuhkan jasa Isco.

 

Menurut sumber yang sama, Guardiola masih puas dengan komposisi pemainnya saat ini dan tidak berencana untuk menambah amunisi tuk sekarang. Guardiola juga menegaskan bahwa dirinya belum membutuhkan tambahan tersebut dan baru akan mencari amunisi tambahan pada musim panas mendatang. Itu berarti Isco masih harus mencari tim yang ingin menggunakan jasanya jika ingin mendapatkan jam terbang yang cukup.

 

Neville: Solskjaer Masih Belum Pantas Jadi Pelatih Permanen United

Neville: Solskjaer Masih Belum Pantas Jadi Pelatih Permanen United

Gary Neville selaku pemain legenda Manchester United mengklaim bahwa sosok Ole Gunnar Solskjaer belum pantas untuk memimpin Manchester United. Neville menjelaskan jika Solskjaer ingin menjadi pelatih bagi tim Setan Merah, ia harus lebih bekerja keras lagi.

 

Solskjaer sendiri ditunjuk menjadi manajer interim setelah manajemen United memutuskan untuk mengeluarkan Jose Mourinho dari kursi pelatih United. Sejak menjadi manajer interim, Solskjaer berhasil mengeluarkan potensi United, hal ini terbukti dari keberhasilan United dalam meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir mereka.

 

Kemenangan terkahir yang diraih United adalah ketika bertamu ke Wembley untuk berhadapan dengan tuan rumah Tottenham Hotspurs. Pada pertandingan tersebut, United berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1 – 0 atas Tottenham.

 

Pertandingan melawan Tottenham dianggap sebagai ujian bagi Solskjaer, pasalnya dalam lima pertandingan sbeelum melawan Tottenham, United hanya berhadapan dengan tim yang dianggap sebagai tim medioker atau tim papan bawah saja. Namun Solskjaer dapat menjawab keraguan tersebut dengan kemenangan tipis atas Tottenham.

 

Meskipun berhasil melewati tes terserbut, Neville menganggap bahwa Solskjaer masih belum cukup untuk menukangi United secara permanen.

 

“Sebelum melawan Tottenham, saya pernah berkata mereka akan kalah, namun kemenangan tersebut tidak berarti ada kepastian untuk jabatan pelatih di United tuk masa depan,” buka Neville kepada Sky Sports.

 

“Kita tidak bisa melihatnya hanya dari performa pekan per pekan, semua itu baru bisa dilihat pada bulan April atau Mei ketika sudah ada banyak yang dikerjakan oleh pelatih United. Untuk saat ini saya belum melihat ia ( Solskjaer ) menempati posisi pelatih permanen United,” tutup Neville.