Robson Terkejut Dengan Keputusan Ronaldo Gabung Ke Juventus

Robson Terkejut Dengan Keputusan Ronaldo Gabung Ke Juventus

Bryan Robson yang menjadi mantan kapten Manchester United mengaku terkejut dengan keputusan yang dibuat oleh Cristiano Ronaldo. Seperti yang kita tahu, keputusan Ronaldo untuk bergabung dengan Juventus memang mengejutkan banyak pihak.

 

Dalam satu dekade ini, Ronaldo dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Ia sudah berhasil meraih banyak trofi bergengsi serta berhasil menggaet 5 trofi Ballon d’Or.

 

Sayangnya pada musim panas ini, ia memutuskan untuk bergabung dengan Juventus dengan biaya transfer mencapai 100 juta pounds. Hal ini membuat banyak pihak terkejut, salah satunya adalah Robson.

 

“Saya tidak menyangka Ronaldo mengambil keputusan itu,” ungkap Robson seperti dilansir pihak Manchester Evening News.

 

Robson mengaku dirinya kaget dengan keputusan itu. Pasalnya klub yang membesarkan namanya dulu adalah Manchester United dan juga Real Madrid.Menurut Robson, seharusnya Ronaldo mengakhiri karir sepakbolanya di klub Manchester United ataupun Real Madrid.

 

“Jujur saya merasa terkejut. Saya berfikir Ronaldo akan mengakhiri karirnya di Manchester United ataupun Real Madrid. Tetapi ia memilih untuk bergabung dengan Juventus.”

 

Perjalanan sang mega bintang di Italia bisa dibilang kurang mulus. Hingga saat ini ia masih belum berhasil mencetak satu gol pun bersama Juventus. Meski begitu, Robson yakin Ronaldo akan membawa perubahan pada sepakbola Italia.

 

“Tidak ada orang yang boleh meremehkan pemain sekelas Ronaldo. Ia bisa mengubah alur pertandingan pada suatu kompetisi, kita hanya perlu memberinya waktu,” tutup Robson.

 

 

Mancini Pantau Kondisi Fisik Mario Balotelli

Mancini Pantau Kondisi Fisik Mario Balotelli

Pada pertandingan UEFA Nations League dimana Timnas Italia dipertemukan dengan Timnas Polandia, Mario Balotelli terlihat tidak dapat berbuat banyak bagi Italia. Tim asuhan Roberto Mancini tersebut harus puas dengan hasil imbang pada pertandingan tersebut.

 

Roberto Mancini sendiri menyoroti satu hal pada pertandingan tersebut, yakni kondisi fisik Mario Balotelli. Pada pertandingan tersebut, Polandia berhasil mengawali kedudukan melalui gol yang dicetak oleh Piotr Zielinski menjelang akhir babak pertama. Jorginho berhasil menyamakan kedudukan melalui eksekusi pinalti di menit ke 78. Kala itu, Fderico Chiesa dilanggar di daerah kotak terlarang oleh Jakub Blaszczykowski.

 

Mario Balotelli sendiri hampir tidak memberikan kontribusi pada pertandingan tersebut. Mancini bahkan menggantikannya dan memasukkan Andrea Belotti pada menit ke-61.

 

Kurangnya kontribusi Balotelli menjadi sorotan Mancini. Sang pelatih mengungkapkan dirinya membutuhkan Mario Balotelli, namun jika kondisi fisiknya tidak memungkinkan, ia akan menggantikannya dengan pemain lain yang memiliki kondisi fisik yang lebih fit.

 

“Ia harus bermain, ia adalah pemain yang profesional dan ia sudah sering mengikuti pertandingan internasional,” ungkap Mancini kepada pihak Rai Sport.

 

Mancini juga mengomentari gol yang dicetak oleh Polandia. Menurutnya, gol tersebut masih bisa dimaklumi melihat pertandingan yang dijalani merupakan pertandingan pertama.

 

“Beberapa kesalahan dapat terjadi pada pertandingan pertama. Tetapi keseluruhan pemain sudah menunjukkan permainan yang baik.”

 

“Kami memang membuat beberapa blunder saat bermain di bagian belakang. Polandia berhasil memainkan serangan balik dengan impresif.”

 

Pada pertandingan selanjutnya, Timnas Italia akan berhadapan dengan Portugal. Tentunya ini akan menjadi ujian yang berat bagi Italia, pasalnya ada banyak pemain hebat di Portugal yang dapat memberikan ancaman nyata bagi mereka.

Pogba Tidak Tutup Kemungkinan Bergabung Dengan Barcelona

Pogba Tidak Tutup Kemungkinan Bergabung Dengan Barcelona

Paul Pogba merupakan pemain bintang klub raksasa Inggris, Manchester United. Saat ini Pogba masih memiliki kontrak bermain dengan United, namun ia juga tidak menutup kemungkinan untuk pindah ke klub lain, khususnya Barcelona di masa mendatang nanti.

 

Seperti yang kita ketahui, saat ini Pogba tidak merasa bahagia bersama Manchester United. Banyak rumor yang mengatakan bahwa Pogba akan segera hengkang dari Manchester United karena tidak memiliki hubungan yang baik dengan Jose Mourinho.

 

Jika melihat performa yang ditunjukkan Pogba pada musim kemarin dan juga musim ini, performa yang ditunjukkan memang tidak konsisten sehingga ia kerap dikritik didepan umum oleh Jose Mourinho, hal inilah yang menjadi awal perseteruan antara Pogba dengan Mourinho.

 

Pogba sendiri kerap dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol, Barcelona. Tidak sampai disitu saja, ada kabar yang mengatakan bahwa Mino Riola selaku agen dari sang pemain sudah menawarkan Pogba kepada Barcelona.

 

Barcelona juga tampaknya tertarik untuk mendatangkan Pogba dengan opsi penukaran pemain. Pada penawarannya tersebut, Barcelona bersedia menukarkan Yerry MIna dan Andre Gomes serta tambahan dana sebesar 45 juta pounds untuk mendapatkan Pogba.

 

Sayangnya Barcelona justru batal mendatangkan Pogba dan akhirnya memilih untuk memboyong Arturo Vidal dari klub Bayern Munchen.

 

Pogba sendiri tidak menampik bahwa dirinya ingin hengkang dari klub. Namun untuk saat ini, ia akan fokus bermain untuk United, pasalnya ia masih memiliki kontrak bermain bersama United. Namun kedepannya, ia tidak menutup kemungkinan untuk hengkang dari klub Setan Merah.

Lopetegui Peringatkan Messi Jangan Remehkan Madrid

Lopetegui Peringatkan Messi Jangan Remehkan Madrid

Julen Lopetegui selaku pelatih dari Real Madrid memberi peringatan kepada Lionel Messi. Belum lama ini Messi memang menyebutkan bahwa kepegian Cristiano Ronaldo meninggalkan lubang yang besar pada klub Real Madrid, bahkan Real Madrid dianggap mengalami penurunan performa tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo.

 

Namun Julen Lopetegui justru memiliki pendapat yang berbeda. Ia menganggap performa yang ditunjukkan Real Madrid tetap impresif meski tanpa kehadiran Ronaldo. Bahkan Lopetegui dengan lantang mengatakan Real Madrid masih sama kuatnya dengan atau tanpa kehadiran Cristiano Ronaldo.

 

“Kemampuan para pemain yang ada di Madrid tidak pernah saya ragukan,” buka Lopetegui kepada pihak Onda Cero.

 

Menurut Lopetegui, Real Madrid tengah berada dalam keadaan yang baik, ini terbukti dengan raihan kemenangan beruntun pada awal musim ini.

 

“Kami sudah melakukannya dengan baik, tetapi semuanya masih permulaan. Kami akan bermain di kompetisi Liga Champions dan kami akan terus fokus untuk meraih kemenangan.”

 

“Sejauh ini kami sudah mengoleksi 9 poin dan kami harus fokus dan harus berada dalam jalur yang benar. Setelah pertandingan internasional nanti kondisi para pemain harus bugar, kita lihat saja kedepannya akan seperti apa.”

 

Meskipun kehilangan sosok mega bintang, Lopetegui menganggap bahwa itu bukanlah masalah sebab ia percaya dengan kualitas pemain lainnya. Lopetegui bahkan menargetkan untuk menyapu bersih semua trofi pada musim ini.

 

“Kami menargetkan semua trofi. Kami harus bermain dengan penuh konsistensi untuk meraih itu semua.”

 

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Alisson Becker selaku kiper anyar Liverpool memang menjadi sorotan setelah melakukan blunder pada pertandingan melawan Leicester di kompetisi Premier League kemarin. Meski melakukan blunder yang sangat fatal, Liverpool tetap berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan agregat skor 2 – 1.

 

Berkat kesalahan tersebut, catatan clean sheet sang kiper di klub Liverpool harus berakhir. Padahal performanya pada pertandingan sebelumnya sangat impresif. Tidak sedikit yang melayangkan pujian kepada sang pemain berkat kelihaiannya dalam menyelamatkan gawang dari ancaman lawan.

 

Harry Kewell selaku mantan pemain Liverpool menjelaskan bahwa hal semacam itu sudah sering ia temui didalam dunia sepakbola. Menurutnya blunder semacam itu adalah hal yang wajar. Namun yang paling penting adalah niat untuk berubah dan memperbaiki diri agar kedepannya tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

Kewell juga melayangkan pujian kepada Becker dengan mengatakan bahwa sosok Becker nantinya bisa menjadi kiper terbaik di kompetisi Premier League.

 

Menurutnya, kesalahan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Bahkan sang pelatih, Jurgen Klopp juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Alisson Becker punya kualitas untuk menjadi kiper terbaik di Premier League. Saya melihat Klopp juga memberikan kesempatan bagi Alisson untuk melakukan kesalahan. Ia ingin pemainnya bisa belajar dan mengatasi hal tersebut di kemudian hari.”

 

“Pada pertandingan sebelumnya, kita bisa melihat seperti apa kualitas yang dimiliki oleh Alisson Becker. Kepercayaan diri yang ia punya sangat tinggi dan itu bagus, ia bisa menjaga clean sheet dengan kepercayaan diri seperti itu.”

 

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker merupakan pemain penjaga gawang yang baru saja didatangkan oleh Liverpool. Pada tiga pertandingan awal yang ia mainkan, Alisson berhasil menunjukkan permainan yang sangat impresif. Ia bahkan berhasil mencatatkan clean sheet pada tiga pertandingan tersebut.

 

Namun pada pertandingan Liverpool melawan Leicester yang digelar pada tanggal 1/9/2018 kemarin, ia akhirnya kebobolan. Bahkan kebobolan gol yang terjadi diakibatkan blunder yang ia lakukan. Pada pertandingan yang diadakan di King Power Stadium tersebut, kesalahan yang dilakukan oleh Alisson memang sangat fatal.

 

Jika kita melihat permainannya selama tiga pertandingan sebelumnya, performa yang dipertontonkan oleh Alisson memang mengundang decak kagum. Ia bahkan pernah memamerkan aksinya dengan melakukan chip bola saat berhadapan dengan Brighton.

 

Tampaknya Alisson ingin kembali memamerkan kemampuannya saat berhadapan dengan Leicester. Kali ini Alisson ingin mengakali Kelechi Iheanacho yang menjadi pemain penyerang Leicester.

 

Naasnya, Iheanacho justru berhasil merebut bola dari Alisson lalu mengumpankan bola tersebut kepada Rachid Ghezzal. Bola yang diumpankan tersebut berbuah manis bagi Leicester. Meski mencetak gol, Liverpool tetap berhasil menang dengan skor 2 – 1.

 

Melihat blunder yang ia lakukan, Alisson merasa marah dan kecewa dengan dirinya sendiri. Ia mengaku menyesal telah membuat kesalahan pada pertandingan tersebut. Ia bahkan mengaku merasa bersalah karena telah menempatkan timnya pada situasi yang buruk.

 

Tidak sampai itu saja, Alisson menjelaskan bahwa kesalahan yang ia buat sangat berpengaruh kepada keseluruhan tim, oleh karena itu ia akan berusaha lebih baik lagi pada pertandingan selanjutnya dan akan berusaha untuk tidak melakukan blunder lagi dikemudian hari.

Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Kompetisi Liga Champions 2018/19 sudah dimulai. Pada hari Kamis 30/8 kemarin  pengundian fase grup Liga Champions sudah dilakukan. Ada beberapa grup yang layak disebut sebagai grup neraka, salah satu grup yang dimaksud adalah Grup B yang terdiri atas Barcelona, Tottenham Hotspur dan juga PSV Eindhoven.

 

Tentunya Barcelona menjadi tim yang difavoritkan menjadi juara jika dibandingkan tim lainnya. Namun Tottenham tidak bisa diremehkan dan dipandang sebelah mata. Tidak bisa dipungkiri, asuhan Mauricio Pochettino tersebut memang menjadi tim yang tergolong kuat di kompetisi Premier League.

 

Pada musim lalu, Tottenham memang sempat mengejutkan publik saat berhadapan dengan Juventus. Pada pertandingan tersebut, mereka berhasil menahan imbang Juventus dengan skor 2 – 2 di Turin. Sayangnya pada leg kedua, mereka harus tumbang dengan skor 1 – 2 dan gagal melanjutkan ke babak 16 besar.

 

Meskipun gagal, namun penampilan yang ditunjukkan Tottenham pantas mendapatkan apresiasi. Hal ini yang mendasari kepercayaan diri Harry Kane pada kompetisi Liga Champions musim ini.

 

Harry Kane selaku penyerang utama Tottenham menjelaskan bahwa timnya akan berhasil lolos dari fase grup. Ia menilai Tottenham memiliki banyak pemain berbakat dan siap untuk bertanding engan tim manapun, termasuk Barcelona.

 

“Saya yakin Tottenham pasti bisa melewati fase grup. Kami memiliki banyak pemain hebat dan saya pikir ini akan menjadi tantangan yang menarik untuk Tottenham.”

 

“Memang Barcelona difavoritkan untuk jadi juara, tetapi Tottenham tidak takut berhadapan dengan siapapun.”

 

“Jika saya lihat, mungkin PSV Eindhoven akan sedikit kesulitan di grup B,” tutup Kane.

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Isu kepindahkan Thiago Silva ke AC Milan baru-baru ini mendapatkan tanggapan resmi dari sang pemain belakang PSG. Thiago Silva secara resmi membantah isu kepindahan tersebut. Thiago Silva mengaku masih akan bermain untuk PSG meski menjadi seorang pendukung AC Milan.

 

Ac Milan memulai musim ini dengan merubah jajaran pemilik dan anggota direksi klub. Ac Milan juga menarik dua sosok penting yakni Paolo Maldini dan Leonardo. Pemain seperti Thiago Silva sangat dibutuhkan oleh Milan sebab karakter pemimpin akan sangat membantu dalam tim AC MIlan. Thiago mengaku tidak mempunyai rencana atau tidak memikirkan untuk pindah kembali ke AC Milan.

 

Pemain berusia 33 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap bermain bersama dengan PSG sampai akhir karir sepakbolanya nanti. Kontraknya di PSG masih panjang dan dirinya mengaku senang bermain di paris. Thiago merupakan pilar utama di titik pertahanan PSG dan juga bertindak sebagai kapten dalam tim PSG. Thiago juga sudah merasakan banyak gelar juara sejak dibeli dari AC Milan sebesar 42 juta Euro.

 

Meskipun menolak untuk pindah ke AC Milan namun Thiago Silva mengaku dirinya tetap mendukung AC Milan untuk biasa tampil dengan baik dan mendapatkan gelar juara di Serie A. pemain asal brasil tersebut percaya bersama dengan Paolo Maldini dan Leonardo AC Milan akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner yang merupakan bek kanan Arsenal yakin bahwa Juventus mampu menjuarai Liga Champions Musim ini. Juventus kini mempunyai skuad yang kuat dan mampu bersaing di kanca eropa. Kehadiran sang pemain bintang Cristiano Ronaldo akan mampu memberikan sejumlah gelar untuk Juventus termasuk gelar Liga Champions.

 

Juventus memang sudah lama tidak menjuarai Liga Champions, terakhir kali Juventus meraih gelar Liga Champions terjadi pada di tahun 1996. Di tahun 2011 hingga 2018 Juventus telah sukses mendapatkan tujuh scudetto secara beruntun namun persaingan di Liga Champions selalu menjadi kegagalan bagi Juventus. Dua kali kesempatan melaju ke babak final namun Juventus selalu gagal membawa trofi Liga Champions tersebut.

 

Musim ini mungkin akan menjadi musim yang baik bagi Juventus sebab skuad yang dimilikinya saat ini tergolong amat baik dan mampu mengantarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions sekaligus mengakhiri puasa gelar mereka di Liga Champions. Arsenal tim yang di bela oleh Stephan Lichtsteiner sendiri tidak mempunyai kesempatan untuk berlaga di Liga Champions pada musim ini.

 

Lichtsteiner mengakui bahwa kehadiran dari Ronaldo akan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Juventus untuk meraih gelar di Liga Champions. Pengalaman dan ketajaman Ronaldo di Eropa sudah sangat diakui dan Ronaldo juga menjadi top Skor di pertadingan eropa musim lalu. Lichtsteiner juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyesal telah pindah dari Juventus. Juventus memang merupakan tim yang bagus namun dirinya ingin lebih fokus ke Arsenal untuk saat ini.

Lukaku Dikritik Setelah Gagal Cetak Gol

Romelu Lukaku selaku penyerang dari klub Manchester United menuai kritikan pedas setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Pada pertandingan kandang tersebut, Manchester United lagi-lagi menelan kekalahan pahit dengan skor 3 – 0. Kekalahan tersebut tentunya membuat Manchester United kehilangan momentum.

 

Pada pertandingan sebelumnya, Manchester United juga harus kalah atas Brighton. Seharusnya pada pertandingan kandang ini, Manchester United bisa kembali meraih momentum, namun mereka justru kembali melanjutkan tren negatif, bahkan kekalahan mereka atas Tottenham bisa dibilang kekalahan yang sangat pahit, bertanding di kandang tanpa bisa mencetak satupun gol tentu membuat para fans kecewa.

 

Gary Neville selaku mantan pemain United mengaku kasihan pada sosok Lukaku. Neville menjelaskan bahwa peluang yang tercipta itu adalah peluang yang sulit. Ia juga mengatakan bahwa sang pemain akan sulit mencetak gol dari sudut seperti itu.

 

“Peluang terbesar di menit awal adalah peluang yang didapatkan oleh Lukaku. Peluang itu terbuka karena pemain Tottenham melakukan kesalahan sehingga pemain United dapat menerobos masuk,” ungkap Neville kepada pihak Express.

 

“Danny Rose yang melakukan kesalahan, dia tidak melihat sekitar dan gagal menendang bola dengan baik.”

 

“Lukaku memang mendapatkan peluang mencetak gol, namun itu adalah sudut yang sulit. Saya pun bisa gagal dalam mengeksekusi bola seperti itu.”

 

“Jika kita melihat dari layar kaca, mungkin itu adalah peluang yang mudah, namun nyatanya tidak seperti itu,”¬†tutup Neville.