Pogba Nyanyikan Its Coming Home Tuk Ejek Fans Inggris ?

Pogba Nyanyikan Its Coming Home Tuk Ejek Fans Inggris ?

Perancis baru saja memenangkan kompetisi bergengsi Piala Dunia 2018. Mereka berhasil mengalahkan Kroasia dengan skor 4 – 2 pada pertandingan tersebut sedangkan Belgia berhasil menduduki posisi ketiga setelah menumbangkan Inggris dengan skor 2 – 0. Sayangnya ada satu hal yang menjadi sorotan, yakni lagi Its Coming Home. Kali ini sosok Pogba-lah yang terlihat sangat senang ketika menyanyikan lagu tersebut.

Pogba Bercanda

Inggris sejatinya mampu masuk ke babak semi final Piala Dunia 2018. Sayangnya banyak yang menilai bahwa lawan yang dihadapi Inggris bukanlah lawan yang kuat sehingga mereka bisa beruntung masuk ke babak tersebut. Keberuntungan mereka harus kandas saat bertemu dengan tim kuat Kroasia. Inggris tampik dengan sangat buruk pada pertandingan tersebut. Padahal fans Inggris sejak fase grup sudah meneriakkan lagu Its Coming Home dengan sangat antusias.

Setelah menelan kekalahan, fans Inggris akhirnya menuai ejekan dari warganet. Banyak pihak yang mengatakan fans Inggris terlalu percaya diri dengan menyanyikan lagu Its Coming Home sejak awal.

Kali ini Pogba lah yang kedapatan kamera menyanyikan lagu tersebut. Pogba yang sedang memegang trofi juara terlihat sangat senang ketika menyanyikan lagu tersebut. Entah apa maksudnya, mungkin untuk menyindir Inggris ? Who know ?

Peran Penting Pogba

Memang ada permintaan maaf dari Pogba terkait video tersebut. Pogba mengatakan hanya bercanda tanpa ada maksud menghina fans Inggris. Seperti yang kita ketahui, Pogba bermain untuk klub raksasa Inggris, Manchester United sehingga ia tidak bisa berbicara sembarangan mengenai Inggris.

Tetapi diluar benar atau tidaknya ejekan tersebut, kita perlu mengapresiasi performa Pogba. Sang pemain turut ambil dalih dalam kemenangan Perancis pada kompetisi Piala Dunia 2018.

Matuidi Bantah Rumor Yang Mengatakan Timnas Kroasia Kelelahan

Matuidi Bantah Rumor Yang Mengatakan Timnas Kroasia Kelelahan

Perancis akan berhadapan dengan Kroasia pada pertandingan final Piala Dunia 2018. Pertandingan tersebut nantinya akan diadakan di Luzhniki Stadium. Melihat kondisi timnas Kroasia yang tampaknya belum fit, tentunya ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi Perancis.

Kroasia berhasil menumbangkan Denmark juga Rusia melalui extra time serta pinalti. Bahkan Kroasia juga memasuki extra time saat berhadapan dengan Ingris. Banyak spekulasi yang bermunculan yang mengatakan bahwa timnas Kroasia saat ini sedang kelelahan karena memainkan banyak pertandingan dengan tambahan waktu yang cukup panjang.

Banyak pertanyaan yang mengatakan “apakah masih ada kekuatan bagi Kroasia setelah tiga extra time beruntun ?”

Prancis - Road to Final

Sayangya pertanyaan itu dibantah oleh tegas oleh Blaise Matuidi yang menjadi gelandang Perancis. Menurut Matuidi, anggapan itu adalah anggapan yang salah. Bahkan Matuidi mengatakan Kroasia adalah tim yang sangat mengerikan.

“Kroasia kelelahan ? Yang benar saja ! Lihatlah keganasan mereka saat melibas timnas Inggris. Justru Inggris yang terlihat kelelahan,” ungkap Matuidi seperti yang dilansir oleh pihak FIFA.com.

“Kroasia itu adalah tim yang mengerikan. Mereka petarung sejati dan kami harus fokus saat berhadapan dengan mereka.”

Jika kita melakukan sedikit flashback, memang perjalanan Perancis untuk masuk ke babak final tidaklah mudah. Meski begitu timnas Perancis belum pernah masuk ke babak extra time selama menjalani pertandingan di Piala Dunia 2018.

Perancis mampu menang setelah mengalahkan Argentina dengan skor 4 – 3 melalui cetakan gol Antoine Griezmann, Benjamin Pavard dan juga Kylian Mbappe.

Tahukah Anda?

Memasuki babak perempat final mereka juga berhasil membuat Uruguay bertekuk lutut dengan skor 2 – 0. Gol mereka tercipta melalui aksi Raphael Varane serta Griezmann.

Bahkan di babak semifinal, mereka berhasil menjaga clean sheet saat berhadapan dengan Belgia. Mereka berhasil meraih kemenangan setelah Samuel Umtiti menyundul bola pada menit ke 51.

Deschamp Akui Belajar Dari Kegagalan Saat Euro 2016

Deschamp Akui Belajar Dari Kegagalan Saat Euro 2016

Didier Deschamps selaku pelatih timnas Perancis mengatakan bahwa kemenangan yang diraih pada kompetisi Piala Dunia 2018 merupakan hasil dari pembelajaran saat kegagalan di Euro 2016 silam. Seperti yang kita ketahui, Perancis baru saja mengalahkan timnas Belgia dengan skor tipis 1 – 0 pada kompetisi Piala Dunia 2018.

Berkat kemenangan tersebut, Perancis menjadi finalis pertama Piala Dunia 2018. Sebenarnya Perancis sudah berhasil memasuki babak final di kompetisi Euro 2016 silam, sayangnya mereka harus tumbang saat berhadapan dengan Portugal.

Lebih Kuat

Deschamps selaku pela5tih mengatakan bahwa kekalahan yang diterima timnya pada Euro 2016 memberikan motivasi tersendiri bagi Perancis.

“Terlihat adanya kemajuan yang pesat didalam tim kami,” ungkap Deschamps melalui halaman resmi FIFA.

Deschamps juga mengatakan bahwa kekalahan atas Portugal memberikan mereka pelajaran berharga untuk menghadapi tim yang ada di kompetisi Piala Dunia 2018. Terbukti, Perancis mampu menjadi finalis pertama di Piala Dunia 2018.

“Kami memiliki pemain yang solid dan kuat bahkan untuk dua hingga empat tahun kedepan.”

“Para pemain semakin berkembang setelah kalah atas Portugal di Euro 2016 kemarin. Memang kami tidak selalu bermain bagus, tetapi kami terus belajar dari kesalahan kami. Yang terpenting adalah kami terus berkembang dan kami berhasil menjadi finalis Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Belgia.”

Sukses di Piala Dunia 2018, Prancis Belajar Dari Kegagalan Euro 2016

Kemenangan Perancis atas Belgia memang sangat dramatis dimana persaingan terjadi dengan sangat sengit. Sebenarnya Belgia yang memegang kontrol bola, tetapi barisan pertahanan Perancis yang kokoh tidak mampu ditembus oleh Belgia. Samuel Umtiti lah nama yang tercatatkan di papan skor setelah mencetak gol melalui sundulannya di menit ke-51.

Deschamps Sebut Pemain Bertahannya Sudah Paham Gaya Messi

Deschamps Sebut Pemain Bertahannya Sudah Paham Gaya Messi

Pertandingan pertama kompetisi Piala Dunia 2018 harus ditutup dengan hal yang mengejutkan. Pasalnya Argentina yang menjadi tim unggulan harus pulang setelah menelan kekalahan atas Perancis.

Argentina dan Perancis memang menjadi dua tim unggulan di kompetisi tahun ini. Perancis memiliki pemain muda yang berbakat sedangkan Argentina memiliki pemain legenda, Lionel Messi. Sayangnya Lionel Messi gagal membawa timnya meraih kemenangan.

Duel Messi dan Griezmann

Sebenarnya kedua tim belum mampu menunjukkan permainan yang konsisten, meski begitu posisi Perancis masih lebih baik ketimbang Argentina dengan raihan 2 menang dan satu kali imbang.

Menurut Deschamps, pemain bertahan yang ada di timnya sudah hapal dengan gaya bermain Messi sehingga mereka lebih paham cara menghentikannya. Tidak dapat dipungkiri, pemain bertahan Perancis memang pemain kelas dunia, mereka adalah Samuel Umtiti dan juga Raphael Varane.

Menetralisir Messi

Umtiti menjadi rekan setim Messi di Barcelona sedangkan Varane adalah pemain Real Madrid yang sudah sering berhadapan dengan keganasan Lionel Messi.

“Saya tidak yakin itu adalah sebuah keuntung, tetapi hal itu juga bukan menjadi kerugian bagi kami,” ungkap Deschamps kepada pihak Marca.

Meski sudah memiliki dua pemain bertahan yang paham dengan gaya bermain Messi, Deschamps mengatakan Messi tetaplah seorang Messi yang memiliki kemampuan yang luar biasa.

Bek Prancis Sudah Hafal Gaya Bermain Messi

“Jika kalian pernah berhadapan dengan Messi kalian pasti paham semengerikan apa Messi di lapangan.”

“Messi itu pemain yang sangat berbakat. Ia merupakan pemain terbaik, ia mampu menjadi pembeda di setiap laga,” ungkap Deschamps.

Dengan kemenangan ini Perancis sukses maju ke babak perempat besar sedangkan Argentina harus angkat koper dari kompetisi Piala Dunia tahun ini.