Arsip Harian: Maret 1, 2022

Pemain yang harus pindah ke tim lain demi karir diri sendiri

Bermain untuk klub papan atas selalu jadi impian bagi pesepak bola di seluruh dunia. Tetapi salah memilih klub juga dapat menggagalkan karier mereka.

Dengan bergabung klub papan atas, pemain punya kesempatan untuk memenangkan trofi. Mereka juga akan mendapatkan gaji yang cukup menggiurkan.

Dengan bergabung klub papan atas, pemain punya kesempatan untuk memenangkan trofi. Mereka juga akan mendapatkan gaji yang cukup menggiurkan.

Namun, bermain di klub papan atas juga tidak semudah yang dibayangkan. Para pemain harus siap menghadapi persaingan ketat untuk bisa masuk ke starting XI secara reguler.

Ada banyak pemain hebat di Eropa yang tidak bisa sukses ketika setelah bergabung dengan klub papan atas. Mereka pun harus pindah ke klub yang lebih kecil untuk membangkitkan karier mereka.

Ini dia berikut pemain yang harus pindah demi ka

Gonzalo Higuain

Gonzalo Higuaín - Wikipedia

Gonzalo Higuain tidak gagal selama waktunya di Real Madrid. Namun, dia tidak pernah menjadi bintang utama di lini depan Los Blancos karena harus bersaing dengan nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Angel Di Maria dan Karim Benzema.

Higuain akhirnya meninggalkan Spanyol dan bergabung dengan Napoli pada musim panas 2013. Nama Higuain kemudian melambung menyusul penampilan apiknya bersama Partenopei .

Striker Argentina itu kemudian bermain untuk Juventus, AC Milan, Chelsea dan Inter Miami. Sejauh ini, Higuain telah mencatatkan 319 gol dan 109 assist dalam 675 penampilan di level klub.

Romelu Lukaku

Penyerang Chelsea, Romelu Lukaku. © AP Photo
Romelu Lukaku tidak banyak mendapat kesempatan bermain reguler pada periode pertamanya membela Chelsea. Alhasil, sang pemain harus meninggalkan The Blues dan akhirnya berlabuh ke Everton.

Pindah ke Everton ternyata mampu meningkatkan permainan Lukaku. Setelah mencetak 87 gol dan 29 assist selama tiga musim di Goodison Park, Lukaku direkrut Manchester United seharga 74 juta euro pada Agustus 2019.

Lukaku menghabiskan dua musim di Old Trafford sebelum hengkang ke Inter Milan pada 2019. Dia membantu Nerazzurri meraih gelar Serie A pada musim lalu dan memutuskan kembali ke Chelsea pada musim ini.

Memphis Depay

Selebrasi Memphis Depay usai mencetak gol di laga Barcelona vs Valencia, La Liga 2021/22.Memphis Depay gagal total selama waktunya bersama Manchester United setelah bergabung dari PSV Eindhoven pada Juli 2015. Dia mencetak enam gol dan tujuh assist dari 53 penampilan sebelum pindah ke Lyon pada Januari 2017.

Depay meraih kesuksesan besar bersama raksasa Prancis tersebut. Dia mampu melesakkan 76 gol dan 55 assist dalam 178 penampilan di semua kompetisi selama empat setengah tahun bersama Lyon.

Barcelona kemudian merekrut Depay dengan status bebas transfer pada bursa transfer musim panas kemarin. Sang winger winger telah mencatatkan delapan gol dan dua assist dalam 23 penampilan untuk raksasa Catalan.

Kevin De Bruyne

Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne diabaikan oleh Jose Mourinho selama berada di Chelsea. Gelandang asal Belgia itu hanya tampil sembilan kali untuk The Blues sebelum akhirnya pindah ke Wolfsburg pada Januari 2014.

De Bruyne menunjukkan performa yang sangat mengesankan selama berada di Volkswagen Arena. Dia akhirnya kembali ke Premier Leagie pada musim panas 2015 setelah ditebus Manchester City seharga 76 juta euro.

Kini De Bruyne telah membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang terbaik di Eropa. Sejauh ini, dia telah mencetak 74 gol dan 113 assist untuk The Cityzens dalam 288 pertandingan di semua kompetisi dan memenangkan tiga gelar Premier League di sana.

Mohamed Salah

Winger Liverpool, Seperti Kevin De Bruyne, Mohamed Salah meninggalkan Chelsea karena minimnya kesempatan bermain. Dia bergabung dengan AS Roma awalnya dengan status pinjaman pada musim panas 2015, sebelum statusnya berubah menjadi permanen pada 2016.

Salah mampu mencetak 34 gol dan 22 assist dari 83 penampilan bersama Roma. Liverpool yang kepincut dengan aksi Salah kemudian memboyong sang pemain ke Anfield dengan harga 42 juta euro pada 2017.

Di Liverpool, Salah membuktikan dirinya sebagai pemain terbaik di dunia dengan mengoleksi 148 gol dan 56 assist dalam 229 pertandingan di semua kompetisi. Dia juga memenangkan beberapa gelar di klub, termasuk Liga Champions dan Premier League.