Maradona Sebut Sampaoli Tidak Pantas Pulang Ke Argentina

Pemain legenda yang memiliki nama di kancah sepakbola internasional, Diego Maradona melarang kepulangan Jorge Sampaoli untuk kembali ke Argentina pasca usainya pertandingan Argentina melawan Islandia.

Pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018 tersebut, Lionel Messi dan rekannya hanya mampu bermain imbang ketika berhadapan dengan pasukan Islandia. Pada pertandingan tersebut Sergio Aguero menjadi sosok yang menyumbangkan gol kepada Argentina di menit ke 19.

Kejam! Maradona Larang Sampaoli Pulang ke Argentina

Sayangnya kedudukan kembali imbang setelah Alfred Finnbogason berhasil menjebol gawang Argentina. Pertandingan diakhiri dengan skor imbang. Sebenarnya Argentina memiliki kesempatan untuk unggul melalui hadiah tendangan pinalti, sayangnya Messi gagal mengeksekusi tendangan tersebut.

Melihat hasil yang mengecewakan tersebut, Maradona mengaku sangat geram. Ia juga menganggap Sampaoli-lah yang menjadi alasan mengapa Argentina menelan hasil imbang.

Kegeraman yang dirasakan Maradona diluapkan melalui kecaman kepada Sampaoli. Maradona mengatakan bahwa sang pelatih sebaiknya tidak usah kembali ke Argentina jika tetap melatih dengan taktik payah seperti yang digunakan saat melawan Islandia.

“Jika tetap bermain seperti ini, Sampaoli lebih baik keluar dari Argentina dan jangan kembali lagi,” ketus Maradona kepada Telesur.

“Seharusnya ada langkah yang dipikirkan saat berhadapan dengan tim lain. Islandia memiliki pemain dengan tinggi rata-rata 190cm, harusnya ia mempersiapkan taktik untuk melawan pemain dengan postur tubuh seperti itu. Tetapi ia tidak melakukannya,” lanjut Maradona.

Tak Salahkan Pemain

Saya tidak menyalahkan para pemain, mereka telah berusaha maksimal untuk memenangkan pertandingan, semuanya murni kesalahan Sampaoli.

“Taktik dan rencana yang dipakai Sampaoli adalah aib bagi Argentina, tidak ada persiapan yang jelas menghadapi pertandingan yang penting. Itu kesalahan yang sangat fatal,” tutup Maradona.

Marcelo Sebut Brazil Tidak Trauma Dengan Kekalahannya Dahulu

Bila kita tanya siapa tim yang paling ingin menunjukkan kekuatannya pada Piala Dunia 2018 ini, Brazil adalah jawabannya. Memang setiap tim pasti ingin menunjukkan yang terbaik, tetapi bagi Brazil sendiri kompetisi tahun ini menjadi ajang pembuktian untuk kegagalannya di masa lalu.

Masih ingat dengan kejadian yang terjadi di Piala Dunia 2014 lalu ? Pada saat itu Brazil harus dipermalukan oleh Jerman. Bayangkan saja, bermain di kandang sendiri Brazil harus menelan kekalahan pahit 1 – 7 atas Jerman ! Itu sebabnya pada Piala Dunia 2018 ini mereka ingin menutup luka lama dengan cara menunjukkan kekuatannya agar tidak menjadi tim yang diremehkan lagi.

Tantangan

Marcelo selaku pemain bertahan senior Timnas Brazil berjanji akan bermain sebaik-baiknya untukĀ  membawa Brazil menjadi juara.

Kekalahan Brazil di Piala Dunia 2018 memang sangat sulit diterima oleh masyarakat Brazil dan juga para pemain di timnas. Menurut Marcelo, dunia sepakbola memang dipenuhi dengan hal-hal semacam itu, yang terpenting adalah mereka sudah melewati masa tersebut dan memulai lembaran baru di tahun ini.

“Hal seperti ini sering terjadi di dunia sepakbola. Tentu saya tidak ingin ini terjadi, tetapi tidak ada trauma di timnas Brazil. Jika kami trauma, tentu kami tidak akan bergabung dengan timnas lagi,” ungkap Marcelo.

“Saya akan fokus dalam bermain dan menentukan tujuan yang jelas. Piala Dunia 2018 adalah tantangan baru dan kami akan menjalaninya dengan kemampuan terbaik kami,” tutup Marcelo.

Hierro Tidak Cemas Dengan Blunder David De Gea

Fernando Hierro selaku pelatih baru timnas Spanyol menyatakan dirinya tidak cemas dengan blunder yang telah dilakukan oleh kiper De Gea pada pertandingan kontra Portugal kemarin.

Hierro bahkan tidak melayangkan kritik terkait hal tersebut. Ia mengatakan bahwa setiap pemain sepakbola kadang bisa melakukan kesalahan, tetapi itu hal yang wajar.

David De Gea memang ditunjuk sebagai pemain starter pada pertandingan perdana timnas Spanyol pada ajang kompetisi Piala Dunia 2018. Sayangnya pada pertandingan tersebut De Gea melakukan satu kesalahan fatal sehingga timnas Spanyol harus puas dengan raihan skor imbang 3 – 3 saat melawan Portugal.

Tidak Jadi Soal

De Gea melakukan kesalahan ketika Cristiano Ronaldo menembakkan tendangan bebas. Bola sebenarnya sudah menuju De Gea, tetapi sasng kiper gagal merespon dengan baik dan menyebabkan bola masuk ke gawang.

Meski kesalahan yang dibuat De Gea tergolong fatal, Hierro memilih untuk membiarkan hal tersebut.

“Kami adalah tim dan kami akan menghadapi semuanya bersama-sama,” ungkap Hierro seperti dilansir pihak BBC Sport.

Tim Yang Matang

Menurut Hierro, sang kiper hanya sedang sial sehingga performanya menjadi kurang baik pada pertandingan tersebut.

“Setiap pemain bisa menjalani hari dengan baik atau buruk. Itu wajar. Tetapi semuanya akan kami hadapi sebagai sebuah tim yang solid, tidak perlu saling menyalahkan.”

“Diego Costa juga bermain dengan sangat baik, itu karena kami bermain sebagai tim, bukan individu. Tidak akan ada kritikan tentang permainan yang ditunjukkan pada pertandingan kemarin.”

Hierro juga memberikan pujian kepada timnya karena memiliki sifat dewasa dan bisa mengontrol emosi.

“Tim ini adalah tim yang dewasa. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dan saya bangga dengan hal itu,” tutup sang pelatih.

 

Messi Kesal Dengan Media Argentina Yang Memojokkan Dirinya

Salah satu pemain bintang Barcelona yang bermain untuk timnas Argentina, Lionel Messi mengaku dirinya sangat emosi dan kesal dengan perlakukan media Argentina yang terus memojokkan dan menyalahkan dirinya atas kegagalan yang diterima timnas Argentina pada berbagai turnamen besar. Hal ini sebenarnya wajar karena melihat Lionel Messi merupakan salah satu pemain berbakat yang diakui dunia.

Meskipun ia merasa frustasi akibat tekanan yang diberikan oleh media Argentina, tetap hal ini memang harus diterima oleh Lionel Messi melihat kegagalan Argentina dalam banyak turnamen besar. Ditambah lagi mereka harus kalah saat melawan Jerman pada Piala Dunia musim lalu.

Argentina

“Mencapai titik itu bukan hal yang mudah. Memang kami gagal meraih gelar juara, tetapi masuk final tiga kali juga harus diapresiasi. Mencari tim untuk mencapai titik tersebut bukanlah hal sepele dan mudah untuk dilakukan,” ucap Lionel Messi dengan ketus.

Messi juga mengatakan bahwa skuat Argentina merupakan skuat yang kuat dan memiliki kesetaraan dengan timnas kuat lainnya. Secara individu, setiap pemain timnas Argentina juga memiliki kemampuan yang mumpuni. Jika kita melihat kilas balik, Lionel Messi bahkan sempat ingin pensiun dari timnas Argentina karena banyaknya kritikan dari pihak media.

Argentina dulunya pernah meraih gelar juara Piala Dunia hingga dua kali. Pada kompetisi musim ini, mereka akan berhadapan dengan Islandia, Kroasia dan Nigeria yang akan dimulai pada tanggal 14 Juni 2018 esok.

Welbeck Sebut Rashford Akan Tunjukkan Taring Di Piala Dunia 2018

Danny Welbeck belum lama ini memberikan pujian kepada salah satu penggawa Manchester United, Marcus Rashford. Ia mengatakan bahwa sang pemain akan memberikan dampak positif bagi timnas Inggris pada ajang kompetisi Piala Dunia 2018.

Tidak bisa dipungkiri, nama Marcus Rashford dalam dua tahun ini memang melambung tinggi. Ia mampu bermain di tim reguler Manchester United meskipun memiliki umur yang tergolong muda.

Raih Kebebasan

Melihat performa dan prestasinya selama ini, wajar saja ia masuk kedalam daftar nama pemain yang akan bermain untuk timnas Inggris di Piala Dunia 2018.

Sebagai rekan yang akan berdampingan dengan Rasford di lini penyerangan Inggris, ia pun memberikan pujian kepada Rashford.

Saya yakin Rashford akan menunjukkan permainan yang gemilang. Saya sangat menikmati waktu latihan bersama Rashford,” tutur Welbeck.

Welbeck juga yakin Rashford dapat bermain dengan bebas tanpa terkekang apapun di timnas Inggris. Dengan gaya permainan yang lepas, ia yakin Rashford dapat memberikan kontribusi nyata bagi Inggris.

Sudah Matang Sempurna

Saat melihat dirinya bermain di Premier League, saya sudah tahu kualitas yang ia miliki. Ia adalah sosok pemain briliant dan jenius. Ia juga akan bermain dengan bebas bersama kami. Dia bebas mengekspresikan dirinya ketika di lapangan hijau.”

Memang umurnya lebih muda, tetapi saya sudah mengenal kakanya sejak lama. Sejatinya saya sudah kenal dia sejak lama.”

Antusiasme yang ia miliki sangat besar dan itu bagus. Ia terus berlari dan mampu menunjukkan kedewasaannya ketika bermain.”

Antusiasme yang ia miliki mampu diubahnya menjadi performa yang baik. Saya yakin ia akan memberi dampak besar bagi tim,” tutup Welbeck.

Alli: Saya Siap Bawa Inggris Jadi juara

Salah satu penggawa Tottenham, Dele Alli bertekad untuk memberikan kontribusi nyata pada Inggris pada ajang kompetisi Piala Dunia 2018 Rusia nanti. Nama Dele Alli memang masuk kedalam daftar nama pemain yang akan ikut bertanding di Piala Dunia 2018 nanti.

Pasukan Inggris saat ini memiliki waktu lebih dari sepekan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang paling bergengsi tersebut. Pada hari Selasa 19/6 nanti, mereka akan berhadapan dengan Tunisia. Pertandingan ini menjadi pertandingan pertama mereka pada kompetisi Piala Dunia tahun ini.

Meskipun Alli memiliki tekad yang sangat besar, tetapi tidak bisa kita pungkiri, performa Inggris pada laga internasional tidak bisa dibanggakan melihat mereka selalu gagal dalam meraih trofi. Bahkan pada Piala Eropa 2016 lalu mereka harus tenggelam di babak kualifikasi.

Meski memiliki rekor yang buruk, Alli tidak putus asa dan tidak merasa terpengaruh dengan hal tersebut. Ia mengatakan siap untuk membawa Inggris menjadi juara tahun ini.

Kami akan bertanding dan kami akan menang ! Tujuan kami jelas, menjadi nomor satu.”

Mentalitas pemenang seperti itu harus dimiliki skuat Inggris. Kami tidak hanya ingin menjadi bagian dari Piala Dunia, kami ingin lebih dari itu dan menjadi juara adalah target utama kami.”

Jika kami mengeluarkan semua yang kami miliki secara maksimal, bukan tidak mungkin Inggris akan meraih gelar juara tahun ini,” tutup Alli.