Tag Archives: Liverpool

Liverpool Angkat Trofi, Karius Turut Bahagia

Liverpool Angkat Trofi, Karius Turut Bahagia

Dalam kemenangan Liverpool di kompetisi Liga Champions kemarin, ada satu nama yang turut merasakan kegembiraannya, dia adalah Loris Karius, yakni mantan penjaga gawang Liverpool pada musim lalu.

 

Sebenarnya Karius punya kesempatan untuk merasakan kebahagiaan pada musim lalu, sayangnya blunder yang ia lakukan pada final Liga Champions kontra Real Madrid membuat timnya harus kalah 1 – 3 atas Real Madrid.

 

Posisinya sebagai kiper utama Liverpool juga langsung diambil alih oleh Alisson Becker yang didatangkan dari AS Roma pada musim panas lalu. Karius sendiri saat ini tengah menjalani musim bersama Besiktas dengan status pemain pinjaman.

 

Pada hari Minggu 2/6 kemarin, Liverpool memang harus berbangga diri setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dalam kompetisi Liga Champions. Liverpool berhasil keluar sebagai juara dan mengangkat trofi setelah mengalahkan Tottenham dengan skor 2 – 0.

 

Mohamed Salah menjadi salah satu pemain yang menentukan hasil kemenangan tersebut. Ia berhasil memaksimalkan tendangan pinalti yang dihadiahkan oleh wasit. Satu gol lainnya dicetak oleh Divock Origi.

 

Jika melihat performa Karius di Besiktas, rekor yang ia catatkan terbilang impresif. Ia berhasil mencatatkan enam clean sheet dari 30 pertandingan yang ia mainkan bersama Besiktas.

 

Meski tidak bermain bagi Liverpool, namun Karius turut mengungkapkan rasa bahagianya melalui cuitan di akun Twitter miliknya. Sontak ucapan selamat yang diberikan Karius mendapatkan respon positif dari fans Liverpool, tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa kemenangan tersebut juga milik Karius.

Sarri Mengaku Prihatin Pada Liverpool Yang Gagal Juara

Sarri Mengaku Prihatin Pada Liverpool Yang Gagal Juara

Maurizio Sarri mengungkapkan rasa prihatinnya pasca kegagalan Liverpool dalam meraih trofi Premier League musim ini. Jika dihitung-hitung, sudah 29 tahun lamanya Liverpool belum mengecap trofi Premier League.

 

Pada hari Minggu kemarin, Liverpool harus menutup musim ini dengan kemenangan atas Wolves. Pada laga tersebut, Liverpool berhasil menang dengan skor 2 – 0, dengan kemenangan itu Liverpool berhasil mengantongi 97 poin, bukan nilai yang buruk, bahkan bisa dibilang sangat impresif.

 

Sayangnya, masih ada tim yang lebih superior, siapa lagi kalau bukan Manchester City. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut berhasil mengoleksi 98 poin, hanya berbanding 1 poin saja dari Liverpool. Perbedaan yang tipis namun masif.

 

Melihat kekalahan ini, Sarri mengaku sangat paham dengan apa yang dirasakan oleh Jurgen Klopp dan juga para pemain Liverpool.

 

Sarri menilai bahwa kedua tim sudah bermain dengan sangat baik, hanya saja Liverpool sedikit kurang beruntung jika dibandingkan dengan Manchester City. Pengalaman City sebagai juara membuat mereka memiliki fondasi yang jauh lebih solid ketimbang Liverpool.

 

“Saya merasa prihatin pada Liverpool. Manchester City dan Liverpool adalah dua klub yang tampil gemilang pada musim ini. Kami harus bekerja dengan sangat keras untuk bisa memangkas poin dengan mereka.”

 

“Memang sangat disayangkan, Liverpool sudah sangat lama tidak meraih trofi. Namun secara keseluruhan, musim ini adalah musim yang sangat bagus. Kami akan fokus untuk musim depan dan juga final Liga Eropa.”

Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Mantan pemain gelandang Italia, Antonio Di Gennaro yakin Liverpool sudah dibawah komando yang tepat. Menurutnya, Klopp merupakan sosok yang layak mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Premier League.

 

Liverpool baru saja meraih kemenangan gemilang atas Wolves pada pekan ke 18 Premier League. Berkat kemenangan tersebut, Liverpool berdiri kokoh pada posisi pertama klasemen sementara Premier League musim ini.

 

Namun dibelakang Liverpool berdiri Manchester City yang hanya berselisih satu poin dengan sang pemuncak jika berhasil mengalahkan Crystal Palace pada akhir pekan ini. Namun karena City kalah dari Crystal Palace, Liverpool saat ini berada dalam posisi yang cukup nyaman di puncak klasemen.

 

Gennaro mengaku kadang sepakbola yang indah masih belum cukup untuk mengantarkan sebuah tim kepada kemenangan. Hal ini dapat dilihat dari kekalahan Napoli atas Juventus pada musim lalu di Serie A.

 

Ia juga mengaku sangat yakin dengan kemampuan Klopp dalam mengasuh Liverpool. Menurutnya, Liverpool dapat menjadi juara dibawah komando Klopp.

 

“Hasil akhir dapat ditentukan dari banya aspek. Kalian bisa melihat kegagalan Napoli yang dilatih oleh Sarri,” ungkap Gennaro kepada pihak RMC Sport.

 

“Premier League merupakan kompetisi yang sangat berbeda. Tim yang ada disana syudah berkembang dalam segala aspek.”

 

“Saya rasa Klopp pantas meraih gelar juara bersama Liverpool. Lihat saja bentuk pertahanan dan serangan yang ada disana, bisa dikatakan mereka adalah yang terbaik di Inggris saat ini.”

Van Djik Merasa Senang Bisa Cetak Dua Gol Bagi Liverpool

Van Djik Merasa Senang Bisa Cetak Dua Gol Bagi Liverpool

Virgil van Djik, pemain bertahan Liverpool mengaku sangat senang karena bisa menambah pundi-pundi gol Liverpool. Ia berharap untuk bisa mencetak gol lagi di masa depan.

 

Djik sendiri merupakan pemain yang didatangkan Liverpool dari Southampton pada musim lalu. Semenjak didatangkan, Djik langsung menjadi pilar penting bagi Liverpool. Ia menjadi tembok besar bagi lawan yang ingin mencoba untuk mencuri gol. Tidak dapat dipungkiri, pertahanan The Reds terlihat semakin kokoh semenjak kedatangan sang pemain.

 

Djik memberikan kontribusi besar bagi Liverpool pada tengah pekan kemarin, dimana ia menyumbangkan dua gol ketika timnya mengalahkan Watford dengan skor 5 – 0. Djik merasa senang bisa menambah pundi gol Liverpool dan berharap bisa kembali mencetak gol di masa depan.

 

Hasil gambar untuk van dijk

 

“Bisa mencetak gol dalam suatu pertandingan adalah hal yang luar biasa,” buka Djik seperti dilansir oleh pihak Sportsmole.

 

Djik menjelaskan bahwa sebagai seorang pemain bertahan, bisa mencetak gol itu bagaikan bonus. Ia lebih senang jika tim lawan tidak bisa mencetak gol ketimbang dirinya yang bisa menyumbangkan gol.

 

“Saya lebih puas jika tim kami mencatatkan clean sheet ketimbang saya yang bisa mencetak gol.”

 

“Saat kalian unggul 2 – 0, pada babak kedua anda bisa tampil kurang maksimal karena sudah memimpin pertandingan. Tapi semua pemain bermain dengan fokus yang tinggi dan kami berhasil menang dengan catatan clean sheet. Saya sangat senang akan kemenangan ini.”

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

Arnold: Liverpool Harus Belajar Dari Manchester City !

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

 

Liverpool harus tertunduk lemas setelah Leroy Sane membuah gol pada menit ke 72. Berkat gol tersebut, Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2 – 1.

 

Jika melihat kilas balik di musim lalu, kejadiannya justru berbanding terbalik dimana Manchester City menjadi tim yang belum terkalahkan namun harus catatan kemenangan mereka  tumbang ketika bertamu ke Anfield. Meski rekor kemenangan mereka sempat terputus di Anfield, itu tidak menghentikan laju mereka, bahkan The Citizen berhasil meraih gelar juara pada musim lalu.

 

Alexander Arnold merasa bahwa kekalahan yang diterima timnya adalah kekalahan yang sangat pahit. Namun ia juga berhadap timnya dapat mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut.

 

“Kekalahan selalu terasa sakit, tetapi kami berhasil meraih banyak kemenangan pada musim ini. Kami tidak akan takut hanya karena kekalahan ini,” buka Arnold seperti dilansir pihak Goal.

 

“Kami akhirnya tahu artinya kekalahan sama seperti ketika City kalah di Anfield pada musim olalu. Di waktu yang sama, mereka bisa merespon dengan baik dan menjalani pertandingan yang panjang serta mampu mengalahkan kami.”

 

“Itu yang harus dilakukan oleh tim besar, kekalahan memang terasa pahit, namun ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sana. Kami tidak akan membiarkan kekalahan ini merusak momentum kami,” tutup Arnold.

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Mohamed Salah kembali mendapatkan sorotan publik. Pemain asal Mesir tersebut dianggap melakukan diving ketika berhadapan dengan Arsenal pada pertandingan lanjutan kompetisi Premier League musim ini. Salah dianggap menjatuhkan diri diarea terlarang secara sengaja.

 

Ketika Salah melakukan diving, sebenarnya Liverpool sudah unggul dengan agregat skor 3 – 1. Salah yang menerima umpan mencoba menembus kotak pinalti, ketika sudah dekat gawang, Salah terlihat dijatuhkan oleh Sokratis Papasthathopoulos. Wasit yang bertugas kala itu menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah pelanggaran sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Salah ditunjuk sebagai eksekutor dan berhasil mencetal gol keempat bagi Liverpool. Pada babak kedua, Liverpool hanya berhasil menambah satu gol saja melalui kaki Roberto Firmino. Namun yang dipermasalahkan adalah pinalti yang dilakukan oleh Salah, ia dianggap melakukan diving sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Klopp lantas memberikan pernyataan terkait perdebatan tersebut, menurutnya Klopp memang dijatuhkan sehingga mereka pantas mendapatkan hadiah tersebut. Menurut Klopp, untuk mendapatkan hadiah pinalti, pemain tidak perlu dilanggar hingga berdarah-darah.

 

“Saya sudah tiga tahun berada disini, dan saya terus mempelajari semuanya, baik dari media Inggris ataupun pengamatan wasit di Sky Sport usai laga,” buka Klopp seperti dilansir Tribalfootball.

 

“Perlu kalian tahu, kami tidak memiliki diver dan kami bukanlah pelaku diving. Wasit yang memutuskan semua itu dan saya sudah tiga tahun disini, ketika ada pinalti, disitu kalian bicara seenaknya. Hargai apa yang sudah diputuskan oleh wasit !,” tutup Klopp.

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Pada matchday pertama Liga Champions untuk grup C, Liverpool harus menjamu PSG. Pada pertandigan tersebut, Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3 – 2. Tiga gol tersebut dicetak oleh Daniel Sturridge, James Milner dan juga Roberto Firmino, sedangkan dua gol yang disarangkan PSG berasal dari aksi Thomas Meuinier dan juga Kylan Mbappe.

 

Liverpool sendiri menghadapi PSG dengan penuh percaya diri. Mereka melaju dengan penuh hasrat untuk menang, Liverpool sendiri juga belum kalah dalam lima pertandingan di kompetisi Premier League. Wajar saja jika mereka menjamu PSG dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

 

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool lantas memberikan pujian yang setinggi langit untuk para pasukannya, terutama untuk lini pertahanan mereka. Menurut Jurgen Klopp, lini pertahanan Liverpool nyaris sempurna. Jurgen menilai hanya sedikit kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.

 

Tidak hanya itu saja, Klopp juga mengatakan bahwa skuatnya sudah menunjukkan permainan yang sangat apik serta sudah mengerahkan segalanya dalam pertandingan tersebut.

 

“Jika para pemain ada yang membuat kesalahan pada pertandingan tersebut, maka hasil akhirnya tidak akan seperti ini. Mereka sangat berkonsentrasi dalam bermain. Pertandingan melawan PSG bukanlah pertandingan yang mudah. Namun sepakbola yang dimainkan oleh skuat kami sangat apik dan brilian. Mereka tampil dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.”

 

“Kami melihat permainan yang kami mainkan sudah jauh lebih baik ketimbang masa lalu. Kami yakin bisa meraih gelar juara pada musim ini. Lini tengah, lini belakang dan lini depan kami bermain dengan sangat baik. Saya rasa kami bisa meraih trofi Liga Champions musim ini.”

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool menjelaskan alasan mengapa ia tidak memainkan Jordan Hendersen sejak awal pertandingan saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur.

 

Pada pertandingan yang digelar di Wembley ini, Klopp memang memutuskan untuk mencadangkan Henderson. Sang pemain baru dimasukkan ke lapangan pada menit ke 74 dan menggantikan posisi Roberto Firmino.

 

Justru klopp lebih memilih untuk memainkan Naby Keita sebagai pemain starter pada pertandingan tersebut. Hal ini juga dilakukan pada tiga pertandingan di musim ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool hingga saat ini sudah mencatatkan hasil yang cukup impresif, dimana mereka berhasil menyikat habis 5 kemenangan dalam lima pertandingan perdana mereka di musim ini. Klopp lantas memberikan alasan mengapa ia mencadangkan Henderson pada pertandingan tersebut.

 

“Kami masih membutuhkan sosok Henderson hingga akhir musim ini, itu sebabnya saya mencadangkan dirinya. Ia masih harus beradaptasi dengan intensitas,” buka Klopp kepada pihak Sky Sports.

 

“Henderson harus memulihkan kondisinya sebelum dimainkan sebagai starter.”

 

Setelah meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur, Liverpool masih harus menjalani laga yang berat dimana mereka akan dihadapkan dengan PSG pada kompetisi Liga Champions di tengah pekan ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool merupakan finalis Liga Champions pada musim lalu. Sayangnya mereka harus tumbang atas Real Madrid karena blunder yang dilakukan oleh kiper mereka, Lloris Karius. Meski begitu, mereka masih menjadi tim yang difavoritkan untuk menjadi juara pada musim ini.

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Alisson Becker selaku kiper anyar Liverpool memang menjadi sorotan setelah melakukan blunder pada pertandingan melawan Leicester di kompetisi Premier League kemarin. Meski melakukan blunder yang sangat fatal, Liverpool tetap berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan agregat skor 2 – 1.

 

Berkat kesalahan tersebut, catatan clean sheet sang kiper di klub Liverpool harus berakhir. Padahal performanya pada pertandingan sebelumnya sangat impresif. Tidak sedikit yang melayangkan pujian kepada sang pemain berkat kelihaiannya dalam menyelamatkan gawang dari ancaman lawan.

 

Harry Kewell selaku mantan pemain Liverpool menjelaskan bahwa hal semacam itu sudah sering ia temui didalam dunia sepakbola. Menurutnya blunder semacam itu adalah hal yang wajar. Namun yang paling penting adalah niat untuk berubah dan memperbaiki diri agar kedepannya tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

Kewell juga melayangkan pujian kepada Becker dengan mengatakan bahwa sosok Becker nantinya bisa menjadi kiper terbaik di kompetisi Premier League.

 

Menurutnya, kesalahan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Bahkan sang pelatih, Jurgen Klopp juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Alisson Becker punya kualitas untuk menjadi kiper terbaik di Premier League. Saya melihat Klopp juga memberikan kesempatan bagi Alisson untuk melakukan kesalahan. Ia ingin pemainnya bisa belajar dan mengatasi hal tersebut di kemudian hari.”

 

“Pada pertandingan sebelumnya, kita bisa melihat seperti apa kualitas yang dimiliki oleh Alisson Becker. Kepercayaan diri yang ia punya sangat tinggi dan itu bagus, ia bisa menjaga clean sheet dengan kepercayaan diri seperti itu.”

 

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker merupakan pemain penjaga gawang yang baru saja didatangkan oleh Liverpool. Pada tiga pertandingan awal yang ia mainkan, Alisson berhasil menunjukkan permainan yang sangat impresif. Ia bahkan berhasil mencatatkan clean sheet pada tiga pertandingan tersebut.

 

Namun pada pertandingan Liverpool melawan Leicester yang digelar pada tanggal 1/9/2018 kemarin, ia akhirnya kebobolan. Bahkan kebobolan gol yang terjadi diakibatkan blunder yang ia lakukan. Pada pertandingan yang diadakan di King Power Stadium tersebut, kesalahan yang dilakukan oleh Alisson memang sangat fatal.

 

Jika kita melihat permainannya selama tiga pertandingan sebelumnya, performa yang dipertontonkan oleh Alisson memang mengundang decak kagum. Ia bahkan pernah memamerkan aksinya dengan melakukan chip bola saat berhadapan dengan Brighton.

 

Tampaknya Alisson ingin kembali memamerkan kemampuannya saat berhadapan dengan Leicester. Kali ini Alisson ingin mengakali Kelechi Iheanacho yang menjadi pemain penyerang Leicester.

 

Naasnya, Iheanacho justru berhasil merebut bola dari Alisson lalu mengumpankan bola tersebut kepada Rachid Ghezzal. Bola yang diumpankan tersebut berbuah manis bagi Leicester. Meski mencetak gol, Liverpool tetap berhasil menang dengan skor 2 – 1.

 

Melihat blunder yang ia lakukan, Alisson merasa marah dan kecewa dengan dirinya sendiri. Ia mengaku menyesal telah membuat kesalahan pada pertandingan tersebut. Ia bahkan mengaku merasa bersalah karena telah menempatkan timnya pada situasi yang buruk.

 

Tidak sampai itu saja, Alisson menjelaskan bahwa kesalahan yang ia buat sangat berpengaruh kepada keseluruhan tim, oleh karena itu ia akan berusaha lebih baik lagi pada pertandingan selanjutnya dan akan berusaha untuk tidak melakukan blunder lagi dikemudian hari.