Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Mantan pemain gelandang Italia, Antonio Di Gennaro yakin Liverpool sudah dibawah komando yang tepat. Menurutnya, Klopp merupakan sosok yang layak mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Premier League.

 

Liverpool baru saja meraih kemenangan gemilang atas Wolves pada pekan ke 18 Premier League. Berkat kemenangan tersebut, Liverpool berdiri kokoh pada posisi pertama klasemen sementara Premier League musim ini.

 

Namun dibelakang Liverpool berdiri Manchester City yang hanya berselisih satu poin dengan sang pemuncak jika berhasil mengalahkan Crystal Palace pada akhir pekan ini. Namun karena City kalah dari Crystal Palace, Liverpool saat ini berada dalam posisi yang cukup nyaman di puncak klasemen.

 

Gennaro mengaku kadang sepakbola yang indah masih belum cukup untuk mengantarkan sebuah tim kepada kemenangan. Hal ini dapat dilihat dari kekalahan Napoli atas Juventus pada musim lalu di Serie A.

 

Ia juga mengaku sangat yakin dengan kemampuan Klopp dalam mengasuh Liverpool. Menurutnya, Liverpool dapat menjadi juara dibawah komando Klopp.

 

“Hasil akhir dapat ditentukan dari banya aspek. Kalian bisa melihat kegagalan Napoli yang dilatih oleh Sarri,” ungkap Gennaro kepada pihak RMC Sport.

 

“Premier League merupakan kompetisi yang sangat berbeda. Tim yang ada disana syudah berkembang dalam segala aspek.”

 

“Saya rasa Klopp pantas meraih gelar juara bersama Liverpool. Lihat saja bentuk pertahanan dan serangan yang ada disana, bisa dikatakan mereka adalah yang terbaik di Inggris saat ini.”

Van Djik Merasa Senang Bisa Cetak Dua Gol Bagi Liverpool

Van Djik Merasa Senang Bisa Cetak Dua Gol Bagi Liverpool

Virgil van Djik, pemain bertahan Liverpool mengaku sangat senang karena bisa menambah pundi-pundi gol Liverpool. Ia berharap untuk bisa mencetak gol lagi di masa depan.

 

Djik sendiri merupakan pemain yang didatangkan Liverpool dari Southampton pada musim lalu. Semenjak didatangkan, Djik langsung menjadi pilar penting bagi Liverpool. Ia menjadi tembok besar bagi lawan yang ingin mencoba untuk mencuri gol. Tidak dapat dipungkiri, pertahanan The Reds terlihat semakin kokoh semenjak kedatangan sang pemain.

 

Djik memberikan kontribusi besar bagi Liverpool pada tengah pekan kemarin, dimana ia menyumbangkan dua gol ketika timnya mengalahkan Watford dengan skor 5 – 0. Djik merasa senang bisa menambah pundi gol Liverpool dan berharap bisa kembali mencetak gol di masa depan.

 

Hasil gambar untuk van dijk

 

“Bisa mencetak gol dalam suatu pertandingan adalah hal yang luar biasa,” buka Djik seperti dilansir oleh pihak Sportsmole.

 

Djik menjelaskan bahwa sebagai seorang pemain bertahan, bisa mencetak gol itu bagaikan bonus. Ia lebih senang jika tim lawan tidak bisa mencetak gol ketimbang dirinya yang bisa menyumbangkan gol.

 

“Saya lebih puas jika tim kami mencatatkan clean sheet ketimbang saya yang bisa mencetak gol.”

 

“Saat kalian unggul 2 – 0, pada babak kedua anda bisa tampil kurang maksimal karena sudah memimpin pertandingan. Tapi semua pemain bermain dengan fokus yang tinggi dan kami berhasil menang dengan catatan clean sheet. Saya sangat senang akan kemenangan ini.”

Arnold: Liverpool Harus Belajar Dari Manchester City !

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

 

Liverpool harus tertunduk lemas setelah Leroy Sane membuah gol pada menit ke 72. Berkat gol tersebut, Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2 – 1.

 

Jika melihat kilas balik di musim lalu, kejadiannya justru berbanding terbalik dimana Manchester City menjadi tim yang belum terkalahkan namun harus catatan kemenangan mereka  tumbang ketika bertamu ke Anfield. Meski rekor kemenangan mereka sempat terputus di Anfield, itu tidak menghentikan laju mereka, bahkan The Citizen berhasil meraih gelar juara pada musim lalu.

 

Alexander Arnold merasa bahwa kekalahan yang diterima timnya adalah kekalahan yang sangat pahit. Namun ia juga berhadap timnya dapat mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut.

 

“Kekalahan selalu terasa sakit, tetapi kami berhasil meraih banyak kemenangan pada musim ini. Kami tidak akan takut hanya karena kekalahan ini,” buka Arnold seperti dilansir pihak Goal.

 

“Kami akhirnya tahu artinya kekalahan sama seperti ketika City kalah di Anfield pada musim olalu. Di waktu yang sama, mereka bisa merespon dengan baik dan menjalani pertandingan yang panjang serta mampu mengalahkan kami.”

 

“Itu yang harus dilakukan oleh tim besar, kekalahan memang terasa pahit, namun ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sana. Kami tidak akan membiarkan kekalahan ini merusak momentum kami,” tutup Arnold.

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Mohamed Salah kembali mendapatkan sorotan publik. Pemain asal Mesir tersebut dianggap melakukan diving ketika berhadapan dengan Arsenal pada pertandingan lanjutan kompetisi Premier League musim ini. Salah dianggap menjatuhkan diri diarea terlarang secara sengaja.

 

Ketika Salah melakukan diving, sebenarnya Liverpool sudah unggul dengan agregat skor 3 – 1. Salah yang menerima umpan mencoba menembus kotak pinalti, ketika sudah dekat gawang, Salah terlihat dijatuhkan oleh Sokratis Papasthathopoulos. Wasit yang bertugas kala itu menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah pelanggaran sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Salah ditunjuk sebagai eksekutor dan berhasil mencetal gol keempat bagi Liverpool. Pada babak kedua, Liverpool hanya berhasil menambah satu gol saja melalui kaki Roberto Firmino. Namun yang dipermasalahkan adalah pinalti yang dilakukan oleh Salah, ia dianggap melakukan diving sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Klopp lantas memberikan pernyataan terkait perdebatan tersebut, menurutnya Klopp memang dijatuhkan sehingga mereka pantas mendapatkan hadiah tersebut. Menurut Klopp, untuk mendapatkan hadiah pinalti, pemain tidak perlu dilanggar hingga berdarah-darah.

 

“Saya sudah tiga tahun berada disini, dan saya terus mempelajari semuanya, baik dari media Inggris ataupun pengamatan wasit di Sky Sport usai laga,” buka Klopp seperti dilansir Tribalfootball.

 

“Perlu kalian tahu, kami tidak memiliki diver dan kami bukanlah pelaku diving. Wasit yang memutuskan semua itu dan saya sudah tiga tahun disini, ketika ada pinalti, disitu kalian bicara seenaknya. Hargai apa yang sudah diputuskan oleh wasit !,” tutup Klopp.

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Pada matchday pertama Liga Champions untuk grup C, Liverpool harus menjamu PSG. Pada pertandigan tersebut, Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3 – 2. Tiga gol tersebut dicetak oleh Daniel Sturridge, James Milner dan juga Roberto Firmino, sedangkan dua gol yang disarangkan PSG berasal dari aksi Thomas Meuinier dan juga Kylan Mbappe.

 

Liverpool sendiri menghadapi PSG dengan penuh percaya diri. Mereka melaju dengan penuh hasrat untuk menang, Liverpool sendiri juga belum kalah dalam lima pertandingan di kompetisi Premier League. Wajar saja jika mereka menjamu PSG dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

 

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool lantas memberikan pujian yang setinggi langit untuk para pasukannya, terutama untuk lini pertahanan mereka. Menurut Jurgen Klopp, lini pertahanan Liverpool nyaris sempurna. Jurgen menilai hanya sedikit kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.

 

Tidak hanya itu saja, Klopp juga mengatakan bahwa skuatnya sudah menunjukkan permainan yang sangat apik serta sudah mengerahkan segalanya dalam pertandingan tersebut.

 

“Jika para pemain ada yang membuat kesalahan pada pertandingan tersebut, maka hasil akhirnya tidak akan seperti ini. Mereka sangat berkonsentrasi dalam bermain. Pertandingan melawan PSG bukanlah pertandingan yang mudah. Namun sepakbola yang dimainkan oleh skuat kami sangat apik dan brilian. Mereka tampil dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.”

 

“Kami melihat permainan yang kami mainkan sudah jauh lebih baik ketimbang masa lalu. Kami yakin bisa meraih gelar juara pada musim ini. Lini tengah, lini belakang dan lini depan kami bermain dengan sangat baik. Saya rasa kami bisa meraih trofi Liga Champions musim ini.”

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Klopp Jelaskan Mengapa Tak Jadikan Henderson Starter

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool menjelaskan alasan mengapa ia tidak memainkan Jordan Hendersen sejak awal pertandingan saat berhadapan dengan Tottenham Hotspur.

 

Pada pertandingan yang digelar di Wembley ini, Klopp memang memutuskan untuk mencadangkan Henderson. Sang pemain baru dimasukkan ke lapangan pada menit ke 74 dan menggantikan posisi Roberto Firmino.

 

Justru klopp lebih memilih untuk memainkan Naby Keita sebagai pemain starter pada pertandingan tersebut. Hal ini juga dilakukan pada tiga pertandingan di musim ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool hingga saat ini sudah mencatatkan hasil yang cukup impresif, dimana mereka berhasil menyikat habis 5 kemenangan dalam lima pertandingan perdana mereka di musim ini. Klopp lantas memberikan alasan mengapa ia mencadangkan Henderson pada pertandingan tersebut.

 

“Kami masih membutuhkan sosok Henderson hingga akhir musim ini, itu sebabnya saya mencadangkan dirinya. Ia masih harus beradaptasi dengan intensitas,” buka Klopp kepada pihak Sky Sports.

 

“Henderson harus memulihkan kondisinya sebelum dimainkan sebagai starter.”

 

Setelah meraih kemenangan atas Tottenham Hotspur, Liverpool masih harus menjalani laga yang berat dimana mereka akan dihadapkan dengan PSG pada kompetisi Liga Champions di tengah pekan ini.

 

Seperti yang kita ketahui, Liverpool merupakan finalis Liga Champions pada musim lalu. Sayangnya mereka harus tumbang atas Real Madrid karena blunder yang dilakukan oleh kiper mereka, Lloris Karius. Meski begitu, mereka masih menjadi tim yang difavoritkan untuk menjadi juara pada musim ini.

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Kewell: Alisson Akan Belajar Dari Blundernya

Alisson Becker selaku kiper anyar Liverpool memang menjadi sorotan setelah melakukan blunder pada pertandingan melawan Leicester di kompetisi Premier League kemarin. Meski melakukan blunder yang sangat fatal, Liverpool tetap berhasil memenangkan pertandingan tersebut dengan agregat skor 2 – 1.

 

Berkat kesalahan tersebut, catatan clean sheet sang kiper di klub Liverpool harus berakhir. Padahal performanya pada pertandingan sebelumnya sangat impresif. Tidak sedikit yang melayangkan pujian kepada sang pemain berkat kelihaiannya dalam menyelamatkan gawang dari ancaman lawan.

 

Harry Kewell selaku mantan pemain Liverpool menjelaskan bahwa hal semacam itu sudah sering ia temui didalam dunia sepakbola. Menurutnya blunder semacam itu adalah hal yang wajar. Namun yang paling penting adalah niat untuk berubah dan memperbaiki diri agar kedepannya tidak melakukan kesalahan yang sama.

 

Kewell juga melayangkan pujian kepada Becker dengan mengatakan bahwa sosok Becker nantinya bisa menjadi kiper terbaik di kompetisi Premier League.

 

Menurutnya, kesalahan tersebut bukanlah sesuatu yang perlu dibesar-besarkan. Bahkan sang pelatih, Jurgen Klopp juga tidak mempermasalahkan hal tersebut.

 

“Alisson Becker punya kualitas untuk menjadi kiper terbaik di Premier League. Saya melihat Klopp juga memberikan kesempatan bagi Alisson untuk melakukan kesalahan. Ia ingin pemainnya bisa belajar dan mengatasi hal tersebut di kemudian hari.”

 

“Pada pertandingan sebelumnya, kita bisa melihat seperti apa kualitas yang dimiliki oleh Alisson Becker. Kepercayaan diri yang ia punya sangat tinggi dan itu bagus, ia bisa menjaga clean sheet dengan kepercayaan diri seperti itu.”

 

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker Marah Pada Diri Sendiri Akibat Buat Blunder

Alisson Becker merupakan pemain penjaga gawang yang baru saja didatangkan oleh Liverpool. Pada tiga pertandingan awal yang ia mainkan, Alisson berhasil menunjukkan permainan yang sangat impresif. Ia bahkan berhasil mencatatkan clean sheet pada tiga pertandingan tersebut.

 

Namun pada pertandingan Liverpool melawan Leicester yang digelar pada tanggal 1/9/2018 kemarin, ia akhirnya kebobolan. Bahkan kebobolan gol yang terjadi diakibatkan blunder yang ia lakukan. Pada pertandingan yang diadakan di King Power Stadium tersebut, kesalahan yang dilakukan oleh Alisson memang sangat fatal.

 

Jika kita melihat permainannya selama tiga pertandingan sebelumnya, performa yang dipertontonkan oleh Alisson memang mengundang decak kagum. Ia bahkan pernah memamerkan aksinya dengan melakukan chip bola saat berhadapan dengan Brighton.

 

Tampaknya Alisson ingin kembali memamerkan kemampuannya saat berhadapan dengan Leicester. Kali ini Alisson ingin mengakali Kelechi Iheanacho yang menjadi pemain penyerang Leicester.

 

Naasnya, Iheanacho justru berhasil merebut bola dari Alisson lalu mengumpankan bola tersebut kepada Rachid Ghezzal. Bola yang diumpankan tersebut berbuah manis bagi Leicester. Meski mencetak gol, Liverpool tetap berhasil menang dengan skor 2 – 1.

 

Melihat blunder yang ia lakukan, Alisson merasa marah dan kecewa dengan dirinya sendiri. Ia mengaku menyesal telah membuat kesalahan pada pertandingan tersebut. Ia bahkan mengaku merasa bersalah karena telah menempatkan timnya pada situasi yang buruk.

 

Tidak sampai itu saja, Alisson menjelaskan bahwa kesalahan yang ia buat sangat berpengaruh kepada keseluruhan tim, oleh karena itu ia akan berusaha lebih baik lagi pada pertandingan selanjutnya dan akan berusaha untuk tidak melakukan blunder lagi dikemudian hari.

Meski Arsenal Kalah, Emery Tetap Merasa Gembira

Meski Arsenal Kalah, Emery Tetap Merasa Gembira

Arsenal harus mengawali awal musim Premier League mereka dengan berat, pasalnya pada dua pertandingan pertama yang dijalani, Arsenal harus puas dengan kekalahan. Pada pertandingan melawan Chelsea kemarin, mereka harus bertekuk lutut dihadapan Chelsea. Dua gol yang dicetak oleh Henrikh Mkhitaryan dan juga Alex Iwobi tampaknya belum cukup untuk mengantarkan Arsenal kepada kemenangan di Stamford Bridge.

 

Pertandingan sejatinya berjalan cukup imbang dan menarik. Arsenal yang berada dibawah pemimpin baru mereka, Unai Emery masih terlihat ingin mencari ritme yang tepat, sedangkan Chelsea yang dilatih oleh Maurizio Sarri juga tampaknya sedang melakukan hal yang sama dengan Arsenal.

 

Tentunya kekalahan atas Chelsea ini menambah luka mereka, pada pertandingan perdana mereka melawan Manchester City, mereka juga harus menelan kekalahan dengan skor 2 – 0.

 

Emery yakin Arsenal akan bangkit, memang kemenangan itu adalah hal yang penting. Tetapi ada hal lain yang juga harus diperhatikan.

 

“Memang kemenangan itu sangatlah penting dan kami meraih hasil yang buruk kemarin. Kami ingin menang, tetapi kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol dan itu bagus.”

“Di babak pertama, kami berhasil membuat banyak peluang, namun pada babak kedua kami gagal mempertahankan skor dan memberikan lawan kesempatan untuk mencetak angka. Tetapi saya melihat mereka tampil dengan cukup baik di lapangan.”

 

“Tapi saya tetap merasa senang dengan hasil ini, dengan performa para pemain meski kami harus kalah. Tetapi kami akan berusaha untuk lebih baik lagi kedepannya.”

Prediksi Premier League: Liverpool Jamu West Ham 12 Agustus 2018

Prediksi Premier League: Liverpool Jamu West Ham 12 Agustus 2018

Pada hari Minggu 12/8 nanti, Liverpool akan menjamu West Ham pada kompetisi Premier League 2018/19. Pertandingan ini tentunya akan menjadi pertandingan yang menyulitkan bagi West Ham, pasalnya jika dilihat dari atas kertas, pasukan Liverpool memiliki kualitas yang jauh lebih baik dari mereka. Liverpool juga menjadi klub yang difavoritkan menjadi juara pada musim ini.

 

Seperti yang kita tahu, Liverpool tampil dengan apik pada musim kemarin, terlebih lagi di Liga Champions, dimana mereka berhasil mencapai babak final meski pada akhirnya harus dikalahkan oleh Real Madrid.

 

Namun itu cerita lama, saat ini Liverpool juga sudah mendatangkan beberapa pemain anyar untuk memperkuat skuat mereka. Kita sebut saja Alisson Becker yang akan menjaga gawang Liverpool. Untuk lini penyerangan, Jurgen Klopp tampaknya akan menurunkan Mohamed Salah, Roberto Firmino serta Sadio Mane yang dipercaya dapat memberikan kontribusi nyata pada pertandingan ini.

 

Untuk barisan pertahanan, sebenarnya ada sedikit masalah dimana Dejan Lovren masih diragukan untuk tampil, belum lagi Joel Matip yang saat ini sedang berkutat dengan cedera. Melihat kekosongan dalam lini pertahan tersebut, Joe Gomez dan Virgil Van Dijk mungkin akan dipercaya oleh Klopp untuk menjadi benteng pertahanan Liverpool.

 

Jika melihat kondisi Trent Alexander-Arnold, tampaknya ia juga sudah cukup bugar untuk memulai pertandingan sebagai pemain starter, namun Jordan Henderson harus memulai musim ini dari bangku cadangan. Memang cukup disayangkan.

 

Sedangkan dari pihak West Ham, tampaknya Manuel Pellegrini belum dapat menurunkan Winston Reid, Manuel Lanzini serta Andy Carroll. Pasalnya ketiga pemain tersebut sedang mengalami cedera sehingga Pellegrini hanya bisa memainkan beberapa pemain kuncinya seperti Lukasz Faianski, Felipe Anderson, Andriy Yarmolenko serta Jack Wilshere.

 

Prediksi skor untuk pertandingan Liverpool melawan West Ham :

 

Jika dilihat dari komposisi yang ada serta performa pada pertandingan musim kemarin, Liverpool memang masih difavoritkan untuk menjadi juara. Kemungkinan pertandingan ini akan dimenangkan oleh Liverpool dengan skor 3 – 0.