Owen: Saya Prediksi United Akan Kalah Di Kandang Tottenham

Owen: Saya Prediksi United Akan Kalah Di Kandang Tottenham

Mantan pemain penyerang Timnas Inggris, Michael Owen memberikan prediksinya terkait pertandingan antara Tottenham Hotspur melawan Manchester United yang akan digelar tanggal 12 Januari esok. Menurut Owen, Manchester United akan menelan kekalahan kontra Hotspur.

 

Spurs akan menjamu United di Wembley esok dimana pertandingan tersebut akan menjadi ujian yang nyata bagi pelatih interim United, Ole Gunnar Solskjaer.

 

Ole Gunnar Solskjaer ditunjuk menjadi pelatih baru United setelah Jose Mourinho diberhentikan. Semenjak dilatih oleh Solskjaer, performa United terus berkembang, bahkan Paul Pogba dan kolega yang dianggap gagal bermain konsisten dapat kembali tampil dengan gemilang.

 

Keberhasilan Solskjaer terbukti dari raihan lima kemenangan dalam lima pertandingan terakhir United, dimana pada awal musim dibawah kepemimpinan Mourinho, United justru kerap menelan kekalahan yang memalukan.

 

Namun pertandingan ini akan sedikit berbeda, pasalnya lawan yang akan mereka hadapi adalah Tottenham Hotspur yang saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara Premier League.

 

“Ini merupakan ujian nyata bagi Solskjaer. Ia ingin meniru Sir Matt Busby yang legendaris, namun saya rasa itu mustahil baginya,” buka Owen seperti dilansir BetVictor.

 

“Tentu kalian masih ingat bukan disaat Spurs meraih kemenangan 3 – 0 di Old Trafford pada awal musim ini ? Tetapi United yang saat ini memang sedikit berbeda, saat ini mereka lebih percaya diri.”

 

“Tetapi dalam tiga pertandingan terakhir United melawan Spurs, mereka selalu kalah. Mungkin pertandingan ini bisa menjadi kekalahan keempat mereka,” tutup Owen.

 

Liverpool Masuk Dalam Perburuan Eder Militao

Liverpool Masuk Dalam Perburuan Eder Militao

Manchester United merupakan tim yang dikabarkan menaruh minat terhadap Eder Militao. Namun keinginan mereka untuk merekrut sang pemain tampaknya akan berjalan cukup berat, pasanya rival mereka, Liverpool dikabarkan juga masuk kedalam perburuan Eder Militao.

 

Pada musim ini Manchester United memang memiliki masalah dengan lini pertahanan mereka. Sudah bukan rahasia lagi jika mereka sedang memantau banyak pemain bek untuk didatangkan pada bursa transfer Januari ini.

 

Salah satu nama yang masuk kedalam daftar mereka adalah Eder Militao. Pemain yang berusia 20 tahun dan bermain tuk klub Porto tersebut dinilai mampu untuk memberikan tambahan kekuatan, khususnya untuk lini pertahanan Manchester United yang rapuh.

 

Menurut lansiran The Sun, Liverpool tidak akan memberikan kesempatan ini kepada Manchester United. Mereka juga akan masuk kedalam perburuan sang pemain, bahkan Liverpool sudah mengajukan tawaran kepada sang pemain.

 

Liverpool akan mengkombinasikan Eder Militao dengan Van Dijk untuk meningkatkan kekuatan di jantung pertahanan klub. Jika kita melihat performa Van Djik, memang tidak dapat dipungkiri bahwa performa yang ditunjukkan sudah sekelas pemain bintang. Namun ia tidak memiliki rekan yang mampu memberikan dukungan, dimana Dejan Lovren kerap melakukan kesalahan sehingga mempengaruhi permainan Vn Djik.

 

Menurut laporan tersebut, Liverpool benar-benar ingin mendatangkan sang pemain. Pihak Liverpool juga telah melakukan pembicaraan dengan perwakilan pemain. Jika proses negosiasi berjalan lancar, bukan tidak mungkin Eder akan bergabung dengan Liverpool.

Arnold: Liverpool Harus Belajar Dari Manchester City !

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

Kekalahan yang diterima oleh Liverpool kala berhadapan dengan Manchester City memang sangat menyakitkan. Pasalnya mereka menjadi tim yang belum terkalahkan dalam 20 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Melihat kekalahan ini, pemain muda mereka, Trent Alexander Arnold merasa timnya perlu belajar dari Manchester City.

 

Liverpool harus tertunduk lemas setelah Leroy Sane membuah gol pada menit ke 72. Berkat gol tersebut, Manchester City berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 2 – 1.

 

Jika melihat kilas balik di musim lalu, kejadiannya justru berbanding terbalik dimana Manchester City menjadi tim yang belum terkalahkan namun harus catatan kemenangan mereka  tumbang ketika bertamu ke Anfield. Meski rekor kemenangan mereka sempat terputus di Anfield, itu tidak menghentikan laju mereka, bahkan The Citizen berhasil meraih gelar juara pada musim lalu.

 

Alexander Arnold merasa bahwa kekalahan yang diterima timnya adalah kekalahan yang sangat pahit. Namun ia juga berhadap timnya dapat mengambil pelajaran dari kekalahan tersebut.

 

“Kekalahan selalu terasa sakit, tetapi kami berhasil meraih banyak kemenangan pada musim ini. Kami tidak akan takut hanya karena kekalahan ini,” buka Arnold seperti dilansir pihak Goal.

 

“Kami akhirnya tahu artinya kekalahan sama seperti ketika City kalah di Anfield pada musim olalu. Di waktu yang sama, mereka bisa merespon dengan baik dan menjalani pertandingan yang panjang serta mampu mengalahkan kami.”

 

“Itu yang harus dilakukan oleh tim besar, kekalahan memang terasa pahit, namun ada banyak hal yang bisa dipelajari dari sana. Kami tidak akan membiarkan kekalahan ini merusak momentum kami,” tutup Arnold.

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Ada satu rekor yang terpecahkan di Liga Champions, yakni rekor kartu kuning terbanyak. Rekor ini jatuh pada Sergio Ramos yang bermain untuk klub Real Madrid. Usai Real Madrid berhadapan dengan AS Roma, Sergio Ramos menjadi pemain dengan torehan kartu kuning terbanyak pada kompetisi Liga Champions.

 

Real Madrid menjamu AS Roma pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup H Liga Champions. Pada pertandingan tersebut Real Madrid sukses meraih poin penuh dengan total raihan tiga gol tanpa balas.

 

Sebelumnya, sang mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia, kali ini kartu merah juga datang dari pemain Real Madrid yang bernama Sergio Ramos. Pada pertandingan melawan AS Roma, Ramos mendapatkan kartu kuning ke 37 nya di kompetisi Liga Champions setelah melanggar Steven N’Zonzi.

 

Seperti yang kita tahu, Ramos memang identik dengan gaya bermain yang keras dan kasar. Ia sering melakukan pelanggaran akibat permainannya yang keras. Tidak jarang juga Ramos dihadiahi kartu, mulai dari kartu kuning hingga kartu merah.

 

Kartu kuning yang didapatkan Ramos terjadi di menit ke 23. Dengan didapatkannya kartu kuning tersebut, Sergio Ramos sudah mengoleksi 43 kartu kuning di Liga Champions. Rekor ini merupakan rekor terbaru dan melebihi rekor sebelumnya yang pernah di raih oleh Paul Scholes yang bermain untuk Manchester United. Pada saat itu, Scholes mendapatkan perolehan 35 kartu kuning pada kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Gagal Jadi Juara, Son Sebut Spurs Kurang Beruntung

Gagal Jadi Juara, Son Sebut Spurs Kurang Beruntung

Pemain penyerang klub Tottenham Hotspur, Son Heung-Min angkat bicara terkait kegagalan timnya meraih gelar juara meski sudah berhasil tampil apik. Menurutnya, Spurs hanya kurang beruntung saja sehingga gagal meraih gelar juara.

 

Jika melihat sepak terjang Spurs selama ini, bisa dibilang mereka adalah tim yang paling konsisten dalam bermain. Bahkan mereka selalu finish di empat besar di klasemen akhir. Tentu hasil ini dinilai sangat bagus oleh banyak orang. Namun banyak yang menyayangkan Spurs tidak pernah meraih gelar juara.

 

Mereka tidak hanya gagal raih gelar juara di Premier League saja, bahkan di kompetisi lainnya juga sama. Pasukan yang diasuh oleh Mauricio Pochettino tersebut juga gagal meraih gelar di kompetisi Piala FA dan Piala Liga Inggris.

 

Terakhir kali Spurs meraih gelar juara terjadi pada musim 2007/08 lalu. Kala itu mereka berhasil meraih gelar juara Piala Liga Inggris. Namun setelah era itu, Spurs tampak kesulitan untuk meraih gelar juara di semua kompetisi yang diikuti.

 

“Kalau menurut saya, Spurs hanya kurang beruntung,” ungkap Son kepada pihak Sky Sports.

 

“Kami selalu berada dekat dengan peraih gelar, mungkin publik berfikir kami tim yang bisa diremehkan. Namun kami percaya kami berada sangat dekat dengan sang peraih gelar. Itu membuktikan kualitas kami. Tetapi terkadang kalian perlu keberuntungan untuk bisa mengangkat trofi.”

 

“Kami bisa menjadi juara dan kami layak menjadi juara. Para pemain juga layak mendapatkan gelar, tetapi itu bukanlah hal yang mudah dan kami akan berusaha untuk meraihnya,” tutup Son.

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Reaksi Klopp Terhadap Tudingan Diving Terhadap Salah

Mohamed Salah kembali mendapatkan sorotan publik. Pemain asal Mesir tersebut dianggap melakukan diving ketika berhadapan dengan Arsenal pada pertandingan lanjutan kompetisi Premier League musim ini. Salah dianggap menjatuhkan diri diarea terlarang secara sengaja.

 

Ketika Salah melakukan diving, sebenarnya Liverpool sudah unggul dengan agregat skor 3 – 1. Salah yang menerima umpan mencoba menembus kotak pinalti, ketika sudah dekat gawang, Salah terlihat dijatuhkan oleh Sokratis Papasthathopoulos. Wasit yang bertugas kala itu menganggap kejadian tersebut sebagai sebuah pelanggaran sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Salah ditunjuk sebagai eksekutor dan berhasil mencetal gol keempat bagi Liverpool. Pada babak kedua, Liverpool hanya berhasil menambah satu gol saja melalui kaki Roberto Firmino. Namun yang dipermasalahkan adalah pinalti yang dilakukan oleh Salah, ia dianggap melakukan diving sehingga Liverpool mendapatkan hadiah pinalti.

 

Klopp lantas memberikan pernyataan terkait perdebatan tersebut, menurutnya Klopp memang dijatuhkan sehingga mereka pantas mendapatkan hadiah tersebut. Menurut Klopp, untuk mendapatkan hadiah pinalti, pemain tidak perlu dilanggar hingga berdarah-darah.

 

“Saya sudah tiga tahun berada disini, dan saya terus mempelajari semuanya, baik dari media Inggris ataupun pengamatan wasit di Sky Sport usai laga,” buka Klopp seperti dilansir Tribalfootball.

 

“Perlu kalian tahu, kami tidak memiliki diver dan kami bukanlah pelaku diving. Wasit yang memutuskan semua itu dan saya sudah tiga tahun disini, ketika ada pinalti, disitu kalian bicara seenaknya. Hargai apa yang sudah diputuskan oleh wasit !,” tutup Klopp.

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Tidak bisa dipungkiri, sosok Cristiano Ronaldo dianggap sebagai jimat kesuksesan Real Madrid dalam kompetisi Liga Champions selama tiga musim terakhirn. Namun setelah kepergian Ronaldo ke Juventus, banyak pihak yang mempertanyakan nasib Real Madrid dalam kompetisi bergengsi tersebut. Karim Benzema selaku penggawa Real Madrid tetap optimis dan yakin Real Madrid dapat kembali meraih gelar juara di musim ini.

 

 

Kontribusi sang mega bintang Ronaldo pada musim kemarin memang sangat besar. Meskipun ia gagal mencetak gol pada laga final kontra Liverpool, namun raihan golnya selama kompetisi berlangsung sangat impresif.

 

 

Meski Ronaldo sudah tidak ada, kepercayaan Karim Benzema terhadap performa Real Madrid tidak berkurang sedikitpun. Benzema malah sangat optimis Real Madrid bisa kembali meraih gelar juara meski tanpa kehadiran Ronaldo.

 

 

“Semua tahu kompetisi ini adalah kompetisi kasta tertinggi, setiap pertandingan yang dijalani sangatlah penting. Real Madrid adalah klub terbesar dan terbaik di dunia, itu berarti kami harus sukses setiap tahunnya.”

 

 

 

“Ada banyak rival yang kuat, tapi kalau kalian bertanya siapa klub terkuat, maka kami akan menjawab Real Madrid.”

 

 

“Kami akan menjamu AS Roma, pertandingan kandang pertama akan selalu penting. Kami akan mencoba untuk menguasai bola dan mendapatkan ritme permainan kami.”

 

 

“Roma adalah tim yang kuat dan apik, kami harus fokus dan mengerahkan segalanya untuk bisa menang pada pertandingan nanti.”

 

Foster: De Gea Dapat Diibaratkan Sebagai Messi

Foster: De Gea Dapat Diibaratkan Sebagai Messi

Ben Foster selaku penjaga gawang Watford melayangkan pujian kepada David De Gea. Menurutnya, sosok David De Gea dapat disejajarkan dengan Lionel Messi, namun untuk posisi penjaga gawang.

 

Tidak dapat dipungkiri, De Gea telah menunjukkan permainan yang sangat impresif ketika Manchester United berhadapan dengan Watford. Pada pertandingan tersebut, ia berhasil melakukan penyelamatan yang gemilang sehingga United dapat keluar sebagai pemenang pada pertandingan tersebut.

 

De Gea berhasil mementahkan peluang emas yang didapatkan oleh Toy Deeney. Ia juga berhasil menghadang sundulan yang dilakukan oleh Christian Kabasele menjelang akhir pertandingan.

 

Melihat penyelamatan gemilang yang dilakukan oleh De Gea, Foster pun tidak ragu untuk melayangkan pujian untuk aksi tersebut.

 

Foster menilai bahwa De Gea merupakan kiper tebaik di dunia saat ini. Ia selalu berhasil menyelamatkan gawang United disaat barisan pertahanan United sedang rapuh.

 

“De Gea merupakan “MESSI”nya penjaga gawang. Kita bisa melihat penyelamatan yang ia lakukan selama ini. Tidak ada keraguan akan hal ini. Ia adalah sosok yang briliant saat ini,” buka Foster kepada pihak Fourfourtwo.

 

“Saya melihat bakat yang dimiliki De Gea adalah bakat alami. Tidak semua kiper bisa memiliki bakat itu. Untuk menjadi kiper yang sekelas dengan De Gea, kerja keras saja tidak cukup !. Butuh lebih dari sekedar kerja keras agar bisa disejajarkan dengan dirinya.”

 

Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Gennaro: Klopp Layak Antar Liverpool Jadi Juara

Mantan pemain gelandang Italia, Antonio Di Gennaro yakin Liverpool sudah dibawah komando yang tepat. Menurutnya, Klopp merupakan sosok yang layak mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Premier League.

 

Liverpool baru saja meraih kemenangan gemilang atas Wolves pada pekan ke 18 Premier League. Berkat kemenangan tersebut, Liverpool berdiri kokoh pada posisi pertama klasemen sementara Premier League musim ini.

 

Namun dibelakang Liverpool berdiri Manchester City yang hanya berselisih satu poin dengan sang pemuncak jika berhasil mengalahkan Crystal Palace pada akhir pekan ini. Namun karena City kalah dari Crystal Palace, Liverpool saat ini berada dalam posisi yang cukup nyaman di puncak klasemen.

 

Gennaro mengaku kadang sepakbola yang indah masih belum cukup untuk mengantarkan sebuah tim kepada kemenangan. Hal ini dapat dilihat dari kekalahan Napoli atas Juventus pada musim lalu di Serie A.

 

Ia juga mengaku sangat yakin dengan kemampuan Klopp dalam mengasuh Liverpool. Menurutnya, Liverpool dapat menjadi juara dibawah komando Klopp.

 

“Hasil akhir dapat ditentukan dari banya aspek. Kalian bisa melihat kegagalan Napoli yang dilatih oleh Sarri,” ungkap Gennaro kepada pihak RMC Sport.

 

“Premier League merupakan kompetisi yang sangat berbeda. Tim yang ada disana syudah berkembang dalam segala aspek.”

 

“Saya rasa Klopp pantas meraih gelar juara bersama Liverpool. Lihat saja bentuk pertahanan dan serangan yang ada disana, bisa dikatakan mereka adalah yang terbaik di Inggris saat ini.”

Usain Bolt Beri Saran Agar Pogba Tetap Bermain Di MU

Usain Bolt, Pogba, Manchester United, Liga Inggris

Salah satu atlet lari dunia, Usain Bolt baru-baru ini memberikan saran kepada Pogba agar sang pemain tetap bermain di Manchester United. Bolt sendiri merupakan atlir lari yang menjadi fans klub Setan Merah.

Pogba sendiri merupakan pemain yang dibeli dengan harga yang sangat mahal dari Juventus. Sayangnya sang pemain gagal menunjukkan performa yang konsisten sehingga ia sering mendapatkan kritikan pedas dari para fans Manchester United.

 

Bahkan belum lama ini Pogba juga dikabarkan adu argumen dengan sang pelatih Jose Mourinho saat pertandingannya di Wembley. Setelah insiden tersebut, Pogba hanya bermain sebanyak 3 kali sebagai starter dari enam pertandingan yang dijalani oleh Manchester United.

 

Banyak spekulasi yang berkata bahwa Pogba akan meninggalkan Old Traford. Meski begitu, Bolt memberikan saran kepada Pogba agar tetap bertahan.

 

“Sebaiknya Pogba tetap bermain untuk Manchester United,” ungkap Bolt.

 

“Memang banyak kritikan yang dilayangkan pada Pogba, tetapi ia adalah seorang pemain berbakat. Dia pasti bisa memberikan kontribusi nyata bagi Manchester United. Saya berfikir ia harus bertahan sedikit lama untuk menunjukkan kualitasnya kepada para fans,” lanjutnya seperti dilansir pihak Manchester Evening News.

 

Bolt memang sudah lama menjadi fans Manchester United. Bahkan dalam beberapa acara amal yang ia lakukan, ia sering mengenakan seragam Manchester United.

 

Bolt juga tengah dikabarkan sedang menekuni dunia persepakbolaan. Belum lama ini ia juga mengikuti sesi latihan bersama Borussia Dortmund dan Stormsgodset.