Pablo Zabaleta Sebut Mental Messi Terkuras Di Timnas

Pablo Zabaleta Sebut Mental Messi Terkuras Di Timnas

Melihat kondisi Lionel Messi saat ini bersama timnas Argentina yang kerap menerima kritikan pedas dari fans, Pablo Zabaleta mengatakan bahwa mental sang pemain saat ini sedang rapuh. Pasalnya Messi harus memikul beban yang sangat berat dimana mereka harus memenangkan pertandingan krusial kontra Nigeria besok.

Dianggap Pecundang

Argentina sendiri bisa dikatakan gagal menunjukkan performa yang baik pada dua pertandingan yang telah mereka mainkan di kompetisi Piala Dunia musim ini. Dari dua pertandingan tersebut, Argentina gagal meraih kemenangan dan harus puas dengan 1 kali imbang dan 1 kali kalah.

Tekanan yang harus dipikul oleh Messi tentu semakin berat. Pasalnya pada pertandingan yang akan mereka hadapi selanjutnya mereka harus berhadapan dengan Nigeria yang merupakan tim dengan pemain yang memiliki fisik kuat.

Perjuangan Terakhir

Melihat banyaknya sindiran dan perlakuan yang tidak adil kepada Messi, Zabaleta akhirnya ikut bicara.

“Leo akan semakin sulit untuk bermain, ia tidak mendapatkan dukungan dari fans Argentina. Mentalnya akan merasa lelah jika terus menerus seperti ini.”

“Penyebabnya adalah kekalahan Argentina di tahun 2014 silam. Beban ini terus ia pikul hingga sekarang. “

Zabaleta bahkan mengatakan fans Argentina sama sekali tidak merasa bangga ketika Argentina masuk ke final. Padahal untuk masuk ke babak final bukanlah perkara yang mudah.

Hasil gambar untuk LEO MESSI argentina

“Mereka tidak puas hanya masuk ke final. Bagi mereka, kemenangan itu hal yang mutlak, jadi tidak hanya sekedar masuk ke final. Padahal mereka tidak tahu betapa sulitnya perjuangan Leo bersama Argentina untuk bisa mencapai titik tersebut.”

“Berat rasanya bermain tanpa ada dukungan dari negara tempat kalian bermain. Mereka melihat Leo seperti pecundang. Ketika Leo memutuskan untuk berhenti, semua mencari dirinya, tetapi ketika ia bermain, semua mencaci dirinya. Ini hal yang aneh menurut saya,” tutup Zabaleta.

Jerman Berhasil Kalahkan Swedia Dengan Skor 2 – 1

Piala Dunia 2018, Timnas Swedia, Timnas Jerman

Pada pertandingan kemarin, Jerman berhasil menang dengan dramatis saat melawan Swedia. Dengan kemenangan tersebut, Jerman semakin dekat untuk lolos dari fase grup Piala Dunia 2018.

Pada pertandingan tersebut, Jerman sebenarnya menjadi pihak yang terus memberikan tekanan kepada pihak Swedia. Bahkan Julian Draxler hampir mencetak gol pada babak pertama, sayangnya peluang emas itu gagal dikonversikan menjadi gol oleh Julian.

Jerman justru harus ketar ketir setelah Ola Toivonen merobek gawang yang dikawal oleh Manuel Neuer. Melihat ketertinggalan angka ini membuat Jerman meningkatkan konsentrasi untuk merebut angka dari Swedia.

Meskipun banyak peluang yang tercipta, sayangnya peluang yang ada di babak pertama masih gagal dikonversikan menjadi gol. Skor 0 – 1 tetap bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Jerman kembali meningkatkan tempo permainan. Taktik ini terbukti sukses, pada menit ke 48, Marco Reus berhasil memaksimalkan umpan yang diberikan oleh Mario Gomez. Kedudukan menjadi imbang 1 – 1.

Di babak kedua, Jerman mampu tampil apik. Meski begitu, Boateng harus menelan kenyataan pahit setelah diberikan kartu merah oleh wasit. Bermain dengan 10 orang, Jerman tetap tidak kendur dan semakin menunjukkan permainan yang tajam.

Pada menit akhir, Toni Kroos berhasil mencetak gol kedua sekaligus menjadi gol kemenangan bagi Jerman. Toni Kroos berhasil membawa Jerman menjadi pemenang pada pertandingan tersebut.

Dengan raihan kemenangan ini, Jerman dapat sedikit bernafas lega. Pasalnya jika mereka menelan kekalahan pada pertandingan melawan Swedia, peluang mereka untuk lolos dari fase grup akan tertutup.

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Belum lama ini timnas Argentina harus tertunduk lesu usai dibantai habis-habisan oleh tim kuda hitam, Kroasia. Dosa besar yang paling mendapatkan banyak perhatian publik adalah blunder yang dilakukan oleh kiper Willy Caballero.

Sebenarnya blunder dalam ajang kompetisi Piala Dunia sudah sering terjadi, bukan hanya Caballero saja yang melakukan blunder, bahkan pada kompetisi Piala Dunia tahun lawas juga banyak pemain yang melakukan blunder. Mau tahu blunder paling memorable yang pernah dilakukan oleh pemain di Piala Dunia ?

Salah satu pemain yang melakukan blunder fatal adalah Rene Higuita. Kiper ini bermain untuk timnas Kolombia dan memiliki tren tendangan kalajengking. Sayangnya Rene melakukan blunder yang fatal saat melawan Kamerun pada Piala Dunia 1966 silam. Sang kiper dengan pedenya mengontrol bola jauh diluar area pinalti, sayangnya bola yang ia kontrol berhasil direbut oleh Roger Milla dan berbuah gol. Sungguh blunder yang memalukan.

Peter Shilton juga melakukan blunder di ajang kompetisi Piala Dunia 1990. Peter bermain untuk timnas Inggris. Pada pertandingan melawan Italia, Peter yang dengan santainya mengontrol bola didepan gawang berhasil direbut oleh Roberto Baggio dan berjung pada gol bagi timnas Italia. Lagi-lagi blunder fatal yang memalukan. Entah apa yang ada dipikiran Peter hingga ia berani memainkan bola didepan gawang saat kompetisi Piala Dunia.

Robert Green yang menjadi kiper timnas Inggris di Piala Dunia 2010 juga melakukan hal yang sama. Entah mengapa banyak sekali kiper Inggris yang melakukan blunder pada kompetisi Piala Dunia. Green yang mendapatkan kepercayaan dari Fabio Capello pada pertandingan melawan Amerika Serikat justru gagal mengamankan bola yang dilesatkan oleh Clint Dempsey. Bola yang gagal ditangkap bergulir dengan mudahnya kedalam jaring gawang yang ia jaga. Berkat blundernya itu, Amerika Serikat berhasil mencuri 1 gol dari mereka. Sungguh blunder yang memalukan.

Caballero Terima Kritik – Sampaoli Pasang Badan Bela Sang Kiper

Caballero Terima Kritik - Sampaoli Pasang Badan Bela Sang Kiper

Tidak dapat dipungkiri, performa Willy Caballero dalam pertandingan Argentina melawan Kroasia paling mendapat sorotan publik. Selain melakukan blunder pada gol pertama, ia juga harus kebobolan dua gol lagi pada pertandingan tersebut yang membawa kekalahan pada Argentina.

Selain harus tumbang dari tim kuda Hitam, Kroasia, sang kiper Caballero juga harus menerima ribuan kritikan pedas terkait performanya pada pertandingan tersebut. Melihat hal itu, Jorge Sampaoli selaku pelatih Timnas Argentina memberikan pembelaan kepada Caballero.

Merasa Sakit Karena Kalah

“Kesalahan terbesar ada pada saya, saya gagal membaca permainan sehingga berujung pada kesalahan keputusan,” ungkap Sampaoli seperti yang dilansir pihak Goal.

“Saya yang membuat semua keputusan untuk tim, dan saya gagal memutuskan yang terbaik, saya minta maaf,” ungkap Sampaoli.

Menurut Sampaoli, kesalahan bukan terletak pada Caballero, tetapi pada dirinya. Melihat kekalahan yang ditelan oleh Timnas Argentina, Sampaoli merasa bertanggung jawab dan siap menerima semua cacian dan makian dari para fans.

Caballero Dicaci, Sampaoli Langsung Pasang Badan

“Menaruh beban pada Caballero bukanlah hal yang benar. Semua tanggung jawab saya. Saya adalah seorang pelatih dan seharusnya pelatih tahu apa yang terbaik untuk tim. Tapi saya gagal melakukannya. Jika saya mempersiapkan semuanya dengan baik dan dengan cara yang berbeda, mungkin kami bisa memenangkan pertandingan itu,” jelas Sampaoli.

Bukan Tanggung Jawab Caballero
Argentina masih memiliki secercah harapan pada pertandingan melawan nigeria nanti. Pada pertandingan tersebut, Argentina harus meraih poin penuh untuk dapat lolos dari fase grup.

Fans Jepang Tuai Pujian Usai Pertandingan Karena Bersihkan Sampah

Fans Jepang Tuai Pujian Usai Pertandingan Karena Bersihkan Sampah

Kemenangan Timnas Jepang pada pertandingan melawan Kolombia kemarin menjadi sorotan tersendiri di dunia persepakbolaan dunia. Pasalnya, mereka menjadi tim Asia pertama yang berhasil meraih kemenangan melawan tim dari Amerika Selatan.

Tetapi hal yang lebih menarik perhatian publik adalah sikap dari fans Jepang yang sangat tidak terduga. Bagaimana tidak ? Fans Jepang seharusnya bersenang-senang dan merayakan kemenangan tim nya, tetapi mereka justru melakukan hal yang diluar dugaan.

Refleksi Kultur

Setelah pertandingan selesai dan tim melakukan selebrasi kemenangan, fans Jepang justru berkumpul dan bekerja sama untuk membersihkan sampah yang berserakan di podium penonton ! Hal yang mengejutkan bukan ?

Beberapa video yang beredar di internet menunjukkan berapa tingginya moral masyarakat negeri sakura tersebut. Tidak hanya membersihkan sampah di daerah fans Jepang saja, tetapi mereka juga membersihkan podium fans Kolombia.

Hal ini tentu menarik perhatian publik. Menurut Scott Mclntyre, seorang jurnalis yang merekam kejadian tersebut, ia mengatakan bahwa hal ini tidak hanya tentang kultur sepakbola saja, tetapi ini sudah menjadi kultur masyarakat Jepang yang seharusnya bisa ditiru oleh negara lainnya.

“Banyak orang yang mengatakan sepakbola merupakan refleksi dari kultur sebuah negara, tetapi Jepang sudah membawanya di ke level yang berbeda. Mereka berhasil merefleksikan budaya mereka dengan cara yang indah dan tidak terduga, budaya kebersihan yang ada di negara mereka mampu dibawa hingga ke level internasional.”

Sejak Kecil

Melihat sikap dan tindakan dari fans Jepang, publik memberikan banyak pujian dan apresiasi. Ini dikarenakan fans Jepang melakukannya dengan sukarela, bahkan kalian dapat melihat senyuman di wajah mereka ketika mereka membersihkan sampah !

“Saya rasa dengan adanya ajang Piala Dunia, kita bisa melihat kultur dan kebiasaan dari negara lain dan saling bertukar informasi. Itulah keindahan sepakbola yang sebenarnya,” tutup Scott.

Kalinic Dikeluarkan Dari Timnas Usai Menolak Untuk Main

Kalinic Dikeluarkan Dari Timnas Usai Menolak Untuk Main

Nikola Kalinic, pemain penyerang asal klub AC Milan baru saja dikeluarkan dan dipulangkan ke Kroasia setelah menolak untuk bermain sebagai pemain pengganti untuk Timnas Kroasia.

Pada pertandingan melawan Nigeria hari Minggu 17/6 kemarin, seharusnya ia bermain di babak kedua untuk menggantikan pemain lainnya. Sayangnya ia menolak dengan alasan sedang mengalami cedera punggung.

Sudah Berulang Kali

Melihat cedera yang ia alami, pihak Timnas Kroasia langsung bergerak cepat dan memutuskan untuk memulangkannya. Hal ini langsung dikonfirmasikanmelalui situs Federasi Sepakbola Kroasia.

“Dengan sangat terpaksa, kami beserta para staff dan pelatih Zlatko Dalic memutuskan untuk mengeluarkan Kalinic dari skuat. Kalinic sudah meninggalkan kamp Kroasia di Roshchino pada hari Senin kemarin,” tulis Federasi Sepakbola Kroasia.

Alasan yang serupa kerap dikeluarkan oleh Kalinic. Sebelumnya ia juga pernah mengungkapkan hal ini.

“Dia harusnya bermain di babak kedua melawan Nigeria, tetapi Kalinic beralasan sedang cedera punggung. Saat melawan Brazil ia juga menggunakan alasan yang sama bahkan saat melawan Inggris juga.”

Hanya Ingin Pemain yang Bugar

“Saya butuh pemain yang siap secara mental dan fisik. Tetapi ia tidak bisa memenuhi hal tersebut. Dalam tiga kesempatan, semuanya disia-siakan dengan alasan yang sama. Jadi kami terpaksa memulangkannya,” ungkap Zlatko.

Dengan dikeluarkannya Kalinic, ini berarti ia tidak akan berada di bangku cadangan saat Timnas Kroasia berhadapan dengan Argentina yang akan digelar hari Jumat 22/6 mendatang di staium Nizhny Novgorod.

Maradona Sebut Sampaoli Tidak Pantas Pulang Ke Argentina

Maradona Sebut Sampaoli Tidak Pantas Pulang Ke Argentina

Pemain legenda yang memiliki nama di kancah sepakbola internasional, Diego Maradona melarang kepulangan Jorge Sampaoli untuk kembali ke Argentina pasca usainya pertandingan Argentina melawan Islandia.

Pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018 tersebut, Lionel Messi dan rekannya hanya mampu bermain imbang ketika berhadapan dengan pasukan Islandia. Pada pertandingan tersebut Sergio Aguero menjadi sosok yang menyumbangkan gol kepada Argentina di menit ke 19.

Kejam! Maradona Larang Sampaoli Pulang ke Argentina

Sayangnya kedudukan kembali imbang setelah Alfred Finnbogason berhasil menjebol gawang Argentina. Pertandingan diakhiri dengan skor imbang. Sebenarnya Argentina memiliki kesempatan untuk unggul melalui hadiah tendangan pinalti, sayangnya Messi gagal mengeksekusi tendangan tersebut.

Melihat hasil yang mengecewakan tersebut, Maradona mengaku sangat geram. Ia juga menganggap Sampaoli-lah yang menjadi alasan mengapa Argentina menelan hasil imbang.

Kegeraman yang dirasakan Maradona diluapkan melalui kecaman kepada Sampaoli. Maradona mengatakan bahwa sang pelatih sebaiknya tidak usah kembali ke Argentina jika tetap melatih dengan taktik payah seperti yang digunakan saat melawan Islandia.

“Jika tetap bermain seperti ini, Sampaoli lebih baik keluar dari Argentina dan jangan kembali lagi,” ketus Maradona kepada Telesur.

“Seharusnya ada langkah yang dipikirkan saat berhadapan dengan tim lain. Islandia memiliki pemain dengan tinggi rata-rata 190cm, harusnya ia mempersiapkan taktik untuk melawan pemain dengan postur tubuh seperti itu. Tetapi ia tidak melakukannya,” lanjut Maradona.

Tak Salahkan Pemain

Saya tidak menyalahkan para pemain, mereka telah berusaha maksimal untuk memenangkan pertandingan, semuanya murni kesalahan Sampaoli.

“Taktik dan rencana yang dipakai Sampaoli adalah aib bagi Argentina, tidak ada persiapan yang jelas menghadapi pertandingan yang penting. Itu kesalahan yang sangat fatal,” tutup Maradona.

Marcelo Sebut Brazil Tidak Trauma Dengan Kekalahannya Dahulu

Marcelo Sebut Brazil Tidak Trauma Dengan Kekalahannya Dahulu

Bila kita tanya siapa tim yang paling ingin menunjukkan kekuatannya pada Piala Dunia 2018 ini, Brazil adalah jawabannya. Memang setiap tim pasti ingin menunjukkan yang terbaik, tetapi bagi Brazil sendiri kompetisi tahun ini menjadi ajang pembuktian untuk kegagalannya di masa lalu.

Masih ingat dengan kejadian yang terjadi di Piala Dunia 2014 lalu ? Pada saat itu Brazil harus dipermalukan oleh Jerman. Bayangkan saja, bermain di kandang sendiri Brazil harus menelan kekalahan pahit 1 – 7 atas Jerman ! Itu sebabnya pada Piala Dunia 2018 ini mereka ingin menutup luka lama dengan cara menunjukkan kekuatannya agar tidak menjadi tim yang diremehkan lagi.

Tantangan

Marcelo selaku pemain bertahan senior Timnas Brazil berjanji akan bermain sebaik-baiknya untukĀ  membawa Brazil menjadi juara.

Kekalahan Brazil di Piala Dunia 2018 memang sangat sulit diterima oleh masyarakat Brazil dan juga para pemain di timnas. Menurut Marcelo, dunia sepakbola memang dipenuhi dengan hal-hal semacam itu, yang terpenting adalah mereka sudah melewati masa tersebut dan memulai lembaran baru di tahun ini.

“Hal seperti ini sering terjadi di dunia sepakbola. Tentu saya tidak ingin ini terjadi, tetapi tidak ada trauma di timnas Brazil. Jika kami trauma, tentu kami tidak akan bergabung dengan timnas lagi,” ungkap Marcelo.

“Saya akan fokus dalam bermain dan menentukan tujuan yang jelas. Piala Dunia 2018 adalah tantangan baru dan kami akan menjalaninya dengan kemampuan terbaik kami,” tutup Marcelo.

Hierro Tidak Cemas Dengan Blunder David De Gea

Hierro Tidak Cemas Dengan Blunder David De Gea

Fernando Hierro selaku pelatih baru timnas Spanyol menyatakan dirinya tidak cemas dengan blunder yang telah dilakukan oleh kiper De Gea pada pertandingan kontra Portugal kemarin.

Hierro bahkan tidak melayangkan kritik terkait hal tersebut. Ia mengatakan bahwa setiap pemain sepakbola kadang bisa melakukan kesalahan, tetapi itu hal yang wajar.

David De Gea memang ditunjuk sebagai pemain starter pada pertandingan perdana timnas Spanyol pada ajang kompetisi Piala Dunia 2018. Sayangnya pada pertandingan tersebut De Gea melakukan satu kesalahan fatal sehingga timnas Spanyol harus puas dengan raihan skor imbang 3 – 3 saat melawan Portugal.

Tidak Jadi Soal

De Gea melakukan kesalahan ketika Cristiano Ronaldo menembakkan tendangan bebas. Bola sebenarnya sudah menuju De Gea, tetapi sasng kiper gagal merespon dengan baik dan menyebabkan bola masuk ke gawang.

Meski kesalahan yang dibuat De Gea tergolong fatal, Hierro memilih untuk membiarkan hal tersebut.

“Kami adalah tim dan kami akan menghadapi semuanya bersama-sama,” ungkap Hierro seperti dilansir pihak BBC Sport.

Tim Yang Matang

Menurut Hierro, sang kiper hanya sedang sial sehingga performanya menjadi kurang baik pada pertandingan tersebut.

“Setiap pemain bisa menjalani hari dengan baik atau buruk. Itu wajar. Tetapi semuanya akan kami hadapi sebagai sebuah tim yang solid, tidak perlu saling menyalahkan.”

“Diego Costa juga bermain dengan sangat baik, itu karena kami bermain sebagai tim, bukan individu. Tidak akan ada kritikan tentang permainan yang ditunjukkan pada pertandingan kemarin.”

Hierro juga memberikan pujian kepada timnya karena memiliki sifat dewasa dan bisa mengontrol emosi.

“Tim ini adalah tim yang dewasa. Mereka tahu apa yang harus mereka lakukan dan saya bangga dengan hal itu,” tutup sang pelatih.

 

Madrid Persiapkan Dana 100 juta Pounds Tuk Dapatkan De Gea

Madrid Persiapkan Dana 100 juta Pounds Tuk Dapatkan De Gea

Real Madrid memang sudah lama memiliki ketertarikan kepada kiper anyar Manchester United, David De Gea. Bahkan untuk merealisasikan niat mereka untuk membawa De Gea, pihak Real Madrid telah menyiapkan dana sebesar 100 juta Pounds demi bisa mendapatkan tanda tangan dari sang kiper.

Madrid sendiri sudah mengincar De Gea selama tiga tahun lamanya. Sayangnya karena adanya ketidakcocokan antara pihak manajemen dengan pelatih Madrid sebelumnya, Zidane, kehadiran sang kiper terus menerus tertunda.

Menurut berita yang beredar, Real Madrid berencana untuk mendatangkan sang kiper untuk bermain di Santiago Bernabeu pada musim depan. Menurut Manchester Evening News, Real Madrid telah membulatkan tekadnya untuk mendatangkan sang kiper.

Optimis Dapat

Baru selang beberapa waktu saja sejak kedatangan Lopetegui ke Madrid. Lopetegui langsung mengumumkan tidak akan menggunakan Keylor Navas untuk menjaga gawang Real Madrid. Sang pelatih baru tersebut memutuskan untuk mencari sosok baru yang tepat untuk menjaga mistar gawang Madrid.

Tampaknya usaha Real Madrid untuk mendatangkan sang kiper memiliki peluang yang cukup besar. Pasalnya Lopetegui dan De Gea memiliki hubungan yang cukup dekat dan mereka percaya Lopetegui mampu membujuk De Gea untuk hengkang dari Manchester United.

Tidak hanya itu, nilai penawaran untuk De Gea juga sangat fantastis, yakni 100 juta pounds. Dengan angka penawaran ini tentunya tawaran ini akan menjadi tawaran yang sangat sulit untuk ditolak oleh Manchester United.