Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Isu kepindahkan Thiago Silva ke AC Milan baru-baru ini mendapatkan tanggapan resmi dari sang pemain belakang PSG. Thiago Silva secara resmi membantah isu kepindahan tersebut. Thiago Silva mengaku masih akan bermain untuk PSG meski menjadi seorang pendukung AC Milan.

 

Ac Milan memulai musim ini dengan merubah jajaran pemilik dan anggota direksi klub. Ac Milan juga menarik dua sosok penting yakni Paolo Maldini dan Leonardo. Pemain seperti Thiago Silva sangat dibutuhkan oleh Milan sebab karakter pemimpin akan sangat membantu dalam tim AC MIlan. Thiago mengaku tidak mempunyai rencana atau tidak memikirkan untuk pindah kembali ke AC Milan.

 

Pemain berusia 33 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap bermain bersama dengan PSG sampai akhir karir sepakbolanya nanti. Kontraknya di PSG masih panjang dan dirinya mengaku senang bermain di paris. Thiago merupakan pilar utama di titik pertahanan PSG dan juga bertindak sebagai kapten dalam tim PSG. Thiago juga sudah merasakan banyak gelar juara sejak dibeli dari AC Milan sebesar 42 juta Euro.

 

Meskipun menolak untuk pindah ke AC Milan namun Thiago Silva mengaku dirinya tetap mendukung AC Milan untuk biasa tampil dengan baik dan mendapatkan gelar juara di Serie A. pemain asal brasil tersebut percaya bersama dengan Paolo Maldini dan Leonardo AC Milan akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

Prediksi La Liga: Real Madrid Vs Atletico Madrid

Prediksi La Liga: Real Madrid Vs Atletico Madrid

Real Madrid akan segera menjamu Atletico Madrid pada pertandingan lanjutan La Liga musim ini. Pertandingan ini akan menjadi ajang kebangkitan Real Madrid setelah sebelumnya mereka kalah di Ramon Sanchez Pizjuan. Namun ini tidak akan menjadi pertandingan yang mudah, pasalnya yang akan mereka lawan adalah Atletico Madrid.

 

Tengah pekan ini Madrid harus menelan kekalahan 0 – 3 di markas Sevilla. Pada pertandignan itu, para skuat Real Madrid tampil dengan sangat buruk, terutama pada lini pertahanan mereka.

 

Gol pertama yang dicetak Sevilla terjadi akibat kesalahan fatal Marcelo dalam mengoper bola. Gol kedua juga tercipta dari serangan balasan yang cepat sedangkan gol ketika terjadi karena kelalaian pemain bertahan Madrid yang berjaga di area kotak pinalti.

 

Pada kompetisi Piala Super Eropa kemarin, Atletico Madrid berhasil mengalahkan Real Madrid dengan skor 4 – 2 melalui extra time. Madrid tidak boleh kembali melakukan kesalahan serupa untuk mencuri tiga poin, terlebih lagi pertandingan ini dimainkan di kandang sendiri.

 

Nacho kemungkinan akan dimainkan di pos kiri untuk menggantikan posisi Marcelo. Selain itu Isco juga akan absen karena sedang mengalami cedera.

 

Madrid sendiri belum meraih kemenangan lima pertandingan kandang terakhirnya melawan Atletico. Mereka hanya mampu bermain seri dengan skor 1 – 1. Tampaknya pertandingan ini akan menjadi pertandingan yang cukup sulit bagi Madrid.

 

Kami memprediksikan skor untuk pertandingan ini adalah 1 – 1.

Moreno: United Lebih Cocok Singkirkan Morinho Ketimbang Pogba

Moreno: United Lebih Cocok Singkirkan Morinho Ketimbang Pogba

Alejandro Moreno memberikan pandangan mengenai kemunduran Manchester United pada musim ini. Menurutnya sosok yang harus dikeluarkan dari Manchester United bukanlah Paul Pogba, melainkan Jose Mourinho.

Sudah sejak musim lalu hubungan antara Jose Mourinho dengan Paul Pogba tidak akur. Jose Mourinho bahkan dengan gamblang memberikan kritikan pedas secara terbuka kepada Paul Pogba. Banyak media yang menyoroti hubungan antara Mourinho dengan para pemainnya.

 

Permusuhan antara Paul Pogba dan Mourinho semakin memuncak. Bahkan kemarin Mourinho memutuskan untuk melepaskan ban kapten yang dikenakan oleh Paul Pogba. Hal ini semakin menguatkan tekad Pogba untuk segera hengkang dari United.

 

Sayangnya, Moreno beranggapan bahwa sosok yang harus dikeluarkan dari United bukanlah Pogba, melainkan sang pelatih Jose Mourinho.

 

“Sebenarnya mudah, keluarkan Jose Mourinho,” buka Moreno kepada pihak ESPN FC.

 

Moreno menilai tindakan mengkritik pemain di hadapan publik bukanlah tindakan yang tepat. Terlebih lagi untuk tim sekelas Manchester United.

 

“Alasan utama mengapa mereka perlu memberhentikan Mourinho adalah karena ia telah mempermalukan pemainnya di hadapan publik.”

 

“Seorang pelatih tidak boleh melakukan itu kepada pemainnya. Jika ingin memberikan kritik, lakukan di ruang ganti, jangan dihadapan kamera dan publik.”

 

“Mengkritik didepan umum bukanlah tindakan yang tepat. Itu membuat pemain ingin membangkang. Jika itu terus berlanjut, United harus segera memecat Mourinho atau klub ini akan hancur.”

Bambang Pamungkas Dengan Ide Gilanya Demi Akhiri Kekerasan Sepakbola

Bambang Pamungkas Dengan Ide Gilanya Demi Akhiri Kekerasan Sepakbola

Kerusuhan yang terjadi antar supporter sepakbola di Indonesia tampaknya bukan jadi hal baru lagi. Para supporter seakan-akan tidak memperdulikan sanksi yang akan diterima oleh klub kesayangan mereka akibat perilaku kekerasan yang mereka lakukan.

 

Seperti yang kita tahu, belum lama ini ada insiden dimana supporter The Jakmania yang harus kehilangan nyawanya karena dikeroyok oleh oknum Bobotoh. Kasus ini lantas mendapatkan perhatian banyak pihak, bahkan media asing Brazil sampai meliput kejadian ini.

 

Melihat hal ini, Bambang Pamungkas memberikan ide yang cukup gila dengan tujuan untuk mengakhiri tindak kekerasan yang dilakukan supporter di Indonesia.

 

Sebenarnya tidak hanya BP saja yang mengusulkan ide-ide yang ekstrim, ada banyak pihak lainnya yang juga mencerca ketertiban kompetisi sepakbola yang ada di Indonesia. Bahkan banyak dari pegiat sepakbola yang meminta agar kompetisi diberhentikan untuk sementara untuk mengusut permasalahan ini.

 

Menurut BP, hukuman denda yang diberlakukan kepada klub sudah tidak efektif lagi. Pasalnya denda yang diberikan lebih tertuju pada klub sedangkan mereka yang menjadi supporter tidak akan mendapatkan dampaknya.

 

BP beranggapan bahwa cara yang cukup efektif untuk menekan angka kekerasan oleh supporter sepakbola adalah pengurangan poin. Sebagaimana seorang supporter yang menginginkan timnya menang, tentunya dengan kehilangan poin yang sudah didapat akan menjadi kekecewaan yang sangat besar bagi mereka. Dengan begitu, para supporter bisa lebih berfikir sebelum melakukan tindakan kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

 

Pogba Beri Pembelaan Untuk Sanchez

Pogba Beri Pembelaan Untuk Sanchez

Pemain bintang Manchester United, Paul Pogba melayangkan belaan kepada rekan setimnya, Alexis Sanchez terkait mandul gol sang pemain. Pogba menjelaskan bahwa Sanchez masih membutuhkan waktu untuk adaptasi dengan tim barunya sehingga belum dapat menunjukkan performa terbaiknya.

 

Sanchez bergabung dengan Setan Merah pada bulan Januari lalu. Ia didatangkan dari klub Arsenal dengan skema pertukaran pemain. Kala itu Sanchez ditukar dengan Henrikh Mkhitaryan.

 

Pogba percaya Sanchez akan menunjukkan kualitasnya jika diberikan waktu yang cukup untuk bermain dan beradaptasi dengan pemain lainnya.

 

“Kalian harus tahu, Alexis Sanchez adalah pemain yang sangat baik dan ia berjuang dengan sangat keras disini,” buka Pogba kepada Daily Star.

 

Pogba melihat Sanchez masih berusaha untuk menyesuaikan postur tubuhnya dengan gaya permainan yang dimainkan oleh Manchester United.

 

“Dia terus menerus berlatih. Dia juga selalu berusaha untuk memberikan bantuan kepada tim. Terkadang ia membicarakan masalah ini dengan pemain yang ada di klub.”

 

“Cepat atau lambat Sanchez akan terbiasa bermain bersama United. Ketika anda bermain lama untuk satu tim dan anda pindah, anda tidak bisa langsung menyesuaikan diri dengan permainan mereka. Anda perlu waktu untuk beradaptasi.”

 

“Permainannya tidaklah buruk. Kita tahu bagaimana Sanchez bermain. Namun untuk saat ini ia butuh waktu. Saya yakin ia akan bersinar bersama United.”

 

“Sejauh ini, ia berusaha untuk bersikap positif. Meski ia belum berhasil mencetak gol, ia selalu berusaha dan terus belajar mengenai gaya permainan kami dan hal ini sangat melegakan. Sanchez pasti bisa mencetak gol jika sudah menemukan ritme yang pas.”

Lopetegui: Jika Ada VAR, Ronaldo Tak Akan Dikartu !

Lopetegui: Jika Ada VAR, Ronaldo Tak Akan Dikartu !

Julen Lopetegui selaku pelatih Real Madrid berpendapat bahwa insiden kartu merah yang didapatkan oleh Cristiano Ronaldo seharusnya tidak terjadi. Seperti yang sudah kita ketahui, Ronaldo memang dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia di kompetisi Liga Champions.

 

Ronaldo terlibat insiden dengan Jeison Murillo. Menurut kiper yang bertugas saat itu, tangan Ronaldo terlihat menyentuh kepala Murillo. Oleh karena itu Ronaldo akhirnya mendapatkan kartu merah setelah wasit berdiskusi dengan asistennya yang berada di sisi gawang.

 

Kartu merah yang didapatkan Ronaldo mendapatkan protes keras dari skuat Juventus. Bahkan keputusan sang wasit untuk memberikan kartu merah juga mendapat kecaman dari berbagai media dan fans sepakbola Italia. Bahkan insiden ini membuat Julen Lopetegui turut angkat bicara.

 

Lopetegui mengaku dirinya sudah melihat cuplikan ulang pertandingan tersebut. Namun setelah dianalisa secara mendalam, Lopetegui tidak melihat adanya kesalahan fatal yang dilakukan oleh Ronaldo.

 

“Saya melihat pertandingan tersebut berjalan dengan semestinya. Tetapi mengapa wasit memberikan kartu merah kepada Ronaldo ? Memang terkadang wasit bisa melakukan kesalahan, tapi jika pada pertandingan itu ada sistem VAR, mungkin kesalahan semacam ini bisa terhindar. Tapi saya tidak memiliki kapasitas untuk membicarakan masalah ini.”

 

VAR merupakan sistem reka ulang yang memungkinkan pihak pengawas untuk meliha tkejadian ulang  dari suatu insiden yang terjadi. VAR sendiri sudah diujicobakan saat Piala Dunia Rusia 2018 kemarin.

 

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Tampaknya Real Madrid masih belum puas dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Menurut kabar yang beredar, mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru untuk menyempurnakan susunan pemain yang ada. Salah satu pemain yang masuk kedalam radar Real Madrid adalah Edin Dzeko.

 

Dzeko merupakan penggawa AS Roma yang sudah membela Roma selama tiga musim. Reputasi dan ketajamannya dalam menjebol gawang lawan memang menjadi sorotan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang menyebut Dzeko sebagai pemain yang paling tajam di kompetisi Serie A Italia.

 

Sang pemain sendiri sudah bergabung dengan Roma sejak tahun 2015 silam. Selam tiga musim ini, Dzeko sudah menyumbangkan 74 gol bagi Roma di semua kompetisi yang ia mainkan. Salah satu hal yang menjadi kelebihan dari Dzeko adalah postur tubuh yang tinggi sehingga membuatnya memiliki keuntungan ketika memainkan bola atas.

 

Postur tubuh dan gaya bermain Dzeko dianggap sesuai dengan gaya permainan Real Madrid.  Hal ini dikarenakan Madrid tidak memiliki pemain dengan karakter target man di lini depan.

 

Menurut lansiran Football Espana, Madrid tampaknya sudah membicarakan terkait transfer Dzeko. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi atau keterangan lebih lanjut terkait proses kepindahan Dzeko.

 

Sementara itu Dzeko masih memiliki kontrak bermain di AS Roma. Kontrak sang pemain di Roma masih berlangsung hingga tahun 2020 depan. Dzeko sendiri mengaku dirinya merasa nyaman bermain di Roma, hanya saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Ada satu rekor yang terpecahkan di Liga Champions, yakni rekor kartu kuning terbanyak. Rekor ini jatuh pada Sergio Ramos yang bermain untuk klub Real Madrid. Usai Real Madrid berhadapan dengan AS Roma, Sergio Ramos menjadi pemain dengan torehan kartu kuning terbanyak pada kompetisi Liga Champions.

 

Real Madrid menjamu AS Roma pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup H Liga Champions. Pada pertandingan tersebut Real Madrid sukses meraih poin penuh dengan total raihan tiga gol tanpa balas.

 

Sebelumnya, sang mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia, kali ini kartu merah juga datang dari pemain Real Madrid yang bernama Sergio Ramos. Pada pertandingan melawan AS Roma, Ramos mendapatkan kartu kuning ke 37 nya di kompetisi Liga Champions setelah melanggar Steven N’Zonzi.

 

Seperti yang kita tahu, Ramos memang identik dengan gaya bermain yang keras dan kasar. Ia sering melakukan pelanggaran akibat permainannya yang keras. Tidak jarang juga Ramos dihadiahi kartu, mulai dari kartu kuning hingga kartu merah.

 

Kartu kuning yang didapatkan Ramos terjadi di menit ke 23. Dengan didapatkannya kartu kuning tersebut, Sergio Ramos sudah mengoleksi 43 kartu kuning di Liga Champions. Rekor ini merupakan rekor terbaru dan melebihi rekor sebelumnya yang pernah di raih oleh Paul Scholes yang bermain untuk Manchester United. Pada saat itu, Scholes mendapatkan perolehan 35 kartu kuning pada kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Klopp Layangkan Pujian Bagi Pertahanan Liverpool

Pada matchday pertama Liga Champions untuk grup C, Liverpool harus menjamu PSG. Pada pertandigan tersebut, Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor akhir 3 – 2. Tiga gol tersebut dicetak oleh Daniel Sturridge, James Milner dan juga Roberto Firmino, sedangkan dua gol yang disarangkan PSG berasal dari aksi Thomas Meuinier dan juga Kylan Mbappe.

 

Liverpool sendiri menghadapi PSG dengan penuh percaya diri. Mereka melaju dengan penuh hasrat untuk menang, Liverpool sendiri juga belum kalah dalam lima pertandingan di kompetisi Premier League. Wajar saja jika mereka menjamu PSG dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.

 

Jurgen Klopp selaku pelatih Liverpool lantas memberikan pujian yang setinggi langit untuk para pasukannya, terutama untuk lini pertahanan mereka. Menurut Jurgen Klopp, lini pertahanan Liverpool nyaris sempurna. Jurgen menilai hanya sedikit kesalahan yang terjadi sepanjang pertandingan.

 

Tidak hanya itu saja, Klopp juga mengatakan bahwa skuatnya sudah menunjukkan permainan yang sangat apik serta sudah mengerahkan segalanya dalam pertandingan tersebut.

 

“Jika para pemain ada yang membuat kesalahan pada pertandingan tersebut, maka hasil akhirnya tidak akan seperti ini. Mereka sangat berkonsentrasi dalam bermain. Pertandingan melawan PSG bukanlah pertandingan yang mudah. Namun sepakbola yang dimainkan oleh skuat kami sangat apik dan brilian. Mereka tampil dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.”

 

“Kami melihat permainan yang kami mainkan sudah jauh lebih baik ketimbang masa lalu. Kami yakin bisa meraih gelar juara pada musim ini. Lini tengah, lini belakang dan lini depan kami bermain dengan sangat baik. Saya rasa kami bisa meraih trofi Liga Champions musim ini.”

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Tidak bisa dipungkiri, sosok Cristiano Ronaldo dianggap sebagai jimat kesuksesan Real Madrid dalam kompetisi Liga Champions selama tiga musim terakhirn. Namun setelah kepergian Ronaldo ke Juventus, banyak pihak yang mempertanyakan nasib Real Madrid dalam kompetisi bergengsi tersebut. Karim Benzema selaku penggawa Real Madrid tetap optimis dan yakin Real Madrid dapat kembali meraih gelar juara di musim ini.

 

Kontribusi sang mega bintang Ronaldo pada musim kemarin memang sangat besar. Meskipun ia gagal mencetak gol pada laga final kontra Liverpool, namun raihan golnya selama kompetisi berlangsung sangat impresif.

 

 

Meski Ronaldo sudah tidak ada, kepercayaan Karim Benzema terhadap performa Real Madrid tidak berkurang sedikitpun. Benzema malah sangat optimis Real Madrid bisa kembali meraih gelar juara meski tanpa kehadiran Ronaldo.

“Semua tahu kompetisi ini adalah kompetisi kasta tertinggi, setiap pertandingan yang dijalani sangatlah penting. Real Madrid adalah klub terbesar dan terbaik di dunia, itu berarti kami harus sukses setiap tahunnya.”

 

“Ada banyak rival yang kuat, tapi kalau kalian bertanya siapa klub terkuat, maka kami akan menjawab Real Madrid.”

 

“Kami akan menjamu AS Roma, pertandingan kandang pertama akan selalu penting. Kami akan mencoba untuk menguasai bola dan mendapatkan ritme permainan kami.”

 

“Roma adalah tim yang kuat dan apik, kami harus fokus dan mengerahkan segalanya untuk bisa menang pada pertandingan nanti.”