Guardiola Juga Punya Gaya Melatih Defensif Layaknya Mourinho

Guardiola Juga Punya Gaya Melatih Defensif Layaknya Mourinho

Jika ditanya siapa tim yang paling kuat dan ditakuti pada kompetisi Premier League musim ini, mungkin jawabannya akan jatuh pada Manchester City. Bagaimana tidak, tim yang diasuh oleh Pep Guardiola tersebut telah berhasil menyarangkan 27 gol dan hanya kebobolan tiga gol saja sepanjang musim ini. Raihan hasil yang didapatkan oleh Manchester City juga menjadi catatan terbaik sepanjang sejarah Premier League.

 

Semenjak dilatih oleh Guardiola, performa Manchester City terus mengalami peningkatan. Hal ini terbukti dari raihan kemenangan dengan torehan gol yang besar di banyak pertandingan Premier League musim ini.

 

Namun yang menjadi sorotan publik adalah lini pertahanan Manchester City yang sangat kokoh. Tidak banyak tim yang berhasil menembus tembok pertahanan tersebut. Sangking kuatnya, gawang City hanya kebobolan tiga kali selama musim ini. Hal ini tidak lepas dengan gaya Guardiola yang senang memainkan lini pertahanan.

 

Selama menjalani karir sebagai seorang pelatih, Guardiola mengaku senang dengan gaya melatih yang menitik beratkan lini pertahanan tim. Ketika melatih Barcelona dan Bayern Munchen, ia juga terlihat fokus pada lini pertahanan timnya.

 

“Saya selalu seperti ini, saya tidak ingin bersikap sombong, tetapi ketika saya melatih Barca dan Munchen, kami juga selalu menjadi tim yang paling jarang kebobolan gol.”

 

Meski lini pertahanan City sangat kuat, Guardiola mengatakan bahwa itu bukan hanya kerja keras lini pertahanannya saja, tetapi seluruh aspek yang ada di lapangan, mulai dari penyerang, gelandang hingga pemain sayap.

 

“Clean sheet itu penting, kami juga harus memperhatikan peluang kami kebobolan. Kami menitik beratkan kepada stabilitas didalam tim. Semua aspek sangat berpengaruh dan dengan permainan yang stabil, kami dapat mengurangi resiko kebobolan gol.”

 

 

Gagal Pulangkan Ibrahimovic, Milan Incar Fabio Quagliarella

Gagal Pulangkan Ibrahimovic, Milan Incar Fabio Quagliarella

Leonardo selaku direktur AC Milan belum lama ini baru saja mengumumkan bahwa dirinya gagal mendatangkan Zlatan Ibrahimovic untuk kembali bermain bagi Milan. Sebagai gantinya, mereka dikabarkan tengah mendekati Fabio Quagliarella yang bermain sebagai striker bagi klub Sampdoria.

 

 

Belakangan ini Milan memang tengah mencari pemain untuk mengisi lini depan tim. Pasalnya hingga saat ini Milan masih kekurangan daya gedor sehingga membuat mereka kesulitan untuk bersaing dengan tim lainnya di Serie A. Hal ini yang membuat Leonardo ingin kembali mendatangkan Zlatan ke Milan.

 

 

Sayangnya rencana tersebut sudah dipastikan gagal. Hal ini disebabkan niatan sang pemain untuk tetap bertahan di LA Galaxy.

 

 

Melihat hal ini, pihak management Milan harus segera mencari opsi pengganti. Sayangnya mereka memiliki Financial Fair Play dari UEFA sehingga ruang gerak Milan menjadi sangat terbatas.

 

 

Meski begitu, niatan mereka untuk mendatangkan pemain baru masih terus ada. Menurut laporan yang dilansir oleh pihak Sport Mediaset, Milan diyakini akan mengejar Fabio Quagliarella dari Sampdoria sebagai opsi untuk menggantikan Zlatan.

 

 

Menurut lansiran pihak yang sama, Milan juga sudah menghubungi agen sang pemain, Beppe Bozzo untuk melakukan negosiasi terkait kepindahan sang pemain ke Milan.

 

 

Sebagai tambahan informasi, pada bulan Januari nanti umur Fabio Quagliarella sudah menginjak angka 36 tahun, meski demikian, Milan percaya umurnya tidak akan mengurangi daya tempur sang pemain dalam mencetak angka.

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Thiago Silva Akan Akhiri Karir Di PSG ?

Isu kepindahkan Thiago Silva ke AC Milan baru-baru ini mendapatkan tanggapan resmi dari sang pemain belakang PSG. Thiago Silva secara resmi membantah isu kepindahan tersebut. Thiago Silva mengaku masih akan bermain untuk PSG meski menjadi seorang pendukung AC Milan.

 

Ac Milan memulai musim ini dengan merubah jajaran pemilik dan anggota direksi klub. Ac Milan juga menarik dua sosok penting yakni Paolo Maldini dan Leonardo. Pemain seperti Thiago Silva sangat dibutuhkan oleh Milan sebab karakter pemimpin akan sangat membantu dalam tim AC MIlan. Thiago mengaku tidak mempunyai rencana atau tidak memikirkan untuk pindah kembali ke AC Milan.

 

Pemain berusia 33 tahun tersebut juga menegaskan bahwa dirinya akan tetap bermain bersama dengan PSG sampai akhir karir sepakbolanya nanti. Kontraknya di PSG masih panjang dan dirinya mengaku senang bermain di paris. Thiago merupakan pilar utama di titik pertahanan PSG dan juga bertindak sebagai kapten dalam tim PSG. Thiago juga sudah merasakan banyak gelar juara sejak dibeli dari AC Milan sebesar 42 juta Euro.

 

Meskipun menolak untuk pindah ke AC Milan namun Thiago Silva mengaku dirinya tetap mendukung AC Milan untuk biasa tampil dengan baik dan mendapatkan gelar juara di Serie A. pemain asal brasil tersebut percaya bersama dengan Paolo Maldini dan Leonardo AC Milan akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

 

Sumber: SBOBET News

Silva: City Bisa Atasi Festive Periode

Pemain gelandang Manchester City, Bernardo Silva mengaku dirinya sangat optimis terhadap performa timnya dalam menghadapi Festive Periode pada kompetisi Premier League. Ia juga melihat kedalaman yang dimilik timnya sangat solid sehingga melewati periode ini bukanlah hal yang sulit bagi City.

 

Seperti yang kita tahu, sepakbola di Inggris adalah sepakbola yang cukup unik dimana pada hari natal dan tahun baru biasanya banyak yang berlibur, mereka justru memperpadat jadwal pertandingan yang ada. Biasanya banyak tim yang “terpleset” karena padatnya jadwal pertandingan yang harus dijalani.

 

Belum lagi pada periode ini akan ada perubahan yang signifikan dalam perebutan gelar juara nantinya. Banyak tim yang sudah mempersiapkan datangnya periode ini untuk mencuri poin dari tim yang kelelahan. Oleh karena ini periode ini sangatlah riskan bagi setiap tim yang bertanding.

 

Meski begitu, Silva justru dengan yakin mengatakan timnya akan mampu melewati periode ini dengan baik.

 

“Premier League adalah kompetisi yang berbeda. Biasanya akan ada jeda libur natal, namun di Inggris semua berjalan dengan sangat berbeda.”

 

“Berbeda dengan kompetisi di Portugal ataupun Prancis dimana kami akan mendapatkan libur natal, di Inggris justru ada begitu banyak pertandingan yang harus kami hadapi. Namun saya yakin, kedalaman dari tiap pemain yang ada di klub akan membuat City mampu melewati periode ini dengan baik.”

 

 

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner yang merupakan bek kanan Arsenal yakin bahwa Juventus mampu menjuarai Liga Champions Musim ini. Juventus kini mempunyai skuad yang kuat dan mampu bersaing di kanca eropa. Kehadiran sang pemain bintang Cristiano Ronaldo akan mampu memberikan sejumlah gelar untuk Juventus termasuk gelar Liga Champions.

 

Juventus memang sudah lama tidak menjuarai Liga Champions, terakhir kali Juventus meraih gelar Liga Champions terjadi pada di tahun 1996. Di tahun 2011 hingga 2018 Juventus telah sukses mendapatkan tujuh scudetto secara beruntun namun persaingan di Liga Champions selalu menjadi kegagalan bagi Juventus. Dua kali kesempatan melaju ke babak final namun Juventus selalu gagal membawa trofi Liga Champions tersebut.

 

Musim ini mungkin akan menjadi musim yang baik bagi Juventus sebab skuad yang dimilikinya saat ini tergolong amat baik dan mampu mengantarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions sekaligus mengakhiri puasa gelar mereka di Liga Champions. Arsenal tim yang di bela oleh Stephan Lichtsteiner sendiri tidak mempunyai kesempatan untuk berlaga di Liga Champions pada musim ini.

 

Lichtsteiner mengakui bahwa kehadiran dari Ronaldo akan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Juventus untuk meraih gelar di Liga Champions. Pengalaman dan ketajaman Ronaldo di Eropa sudah sangat diakui dan Ronaldo juga menjadi top Skor di pertadingan eropa musim lalu. Lichtsteiner juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyesal telah pindah dari Juventus. Juventus memang merupakan tim yang bagus namun dirinya ingin lebih fokus ke Arsenal untuk saat ini.

Valverde: Kami Tidak Akan Anggap Remeh Villareal

Valverde: Kami Tidak Akan Anggap Remeh Villareal

Ernesto Valvarde yang menjadi pelatih tim raksasa Spanyol, Barcelona mengaku tidak ingin meremehkan Villareal meski kondisi tim tersebut sedang tidak baik.

 

 

Barcelona akan mampir ke kandang Villareal pada pekan ke-14 La Liga pada hari Senin 03/12 dini hari nanti. Barcelona tentu menargetkan kemenangan penuh pada pertandingan nanti. Hal ini harus dilakukan demi mempertahankan posisi puncak klasemen yang mereka tempati saat ini.

 

 

Banyak spekulasi yang mengatakan Barcelona akan menang dengan mudah pada pertandingan nanti. Jika dilihat di atas kertas, posisi dan komposisi skuat Barcelona memang berada diatas Villareal. Selain itu Villareal juga satu langkah menuju zona degradasi. Hal ini memberikan kepercayaan diri tersendiri bagi Barcelona, sedangkan bagi Villareal, pertandingan ini akan menjadi beban yang sangat berat.

 

 

Meskipun berada di posisi yang nyaman, namun Valverde mengaku tidak ingin menganggap remeh lawan yang akan mereka hadapi. Pasalnya, sang pelatih mengaku Villareal dapat memberikan ancaman dan menjadi masalah bagi Barcelona sehingga mereka akan melawannya dengan kekuatan penuh.

 

 

“Mereka pernah memberikan kami masalah dan kami tidak ingin mengulanginya,” ungkap Valverde seperti dilansir Tribal Football.

 

 

“Mereka memiliki sistem bermain yang berbeda dan kami harus waspada akan permainan itu,” lanjutnya.

 

 

Ketika Valverde ditanya tentang kondisi Arthur, tidak banyak jawaban yang diberikan oleh Valverde.

 

 

“Dia berada disana untuk bermain, jika ia tidak bermain, ia tidak akan berada disana,” tutup Valverde.

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Edin Dzeko Masuk Dalam Radar Pencarian Real Madrid

Tampaknya Real Madrid masih belum puas dengan komposisi pemain yang ada saat ini. Menurut kabar yang beredar, mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain baru untuk menyempurnakan susunan pemain yang ada. Salah satu pemain yang masuk kedalam radar Real Madrid adalah Edin Dzeko.

 

Dzeko merupakan penggawa AS Roma yang sudah membela Roma selama tiga musim. Reputasi dan ketajamannya dalam menjebol gawang lawan memang menjadi sorotan banyak pihak. Tidak sedikit orang yang menyebut Dzeko sebagai pemain yang paling tajam di kompetisi Serie A Italia.

 

Sang pemain sendiri sudah bergabung dengan Roma sejak tahun 2015 silam. Selam tiga musim ini, Dzeko sudah menyumbangkan 74 gol bagi Roma di semua kompetisi yang ia mainkan. Salah satu hal yang menjadi kelebihan dari Dzeko adalah postur tubuh yang tinggi sehingga membuatnya memiliki keuntungan ketika memainkan bola atas.

 

Postur tubuh dan gaya bermain Dzeko dianggap sesuai dengan gaya permainan Real Madrid.  Hal ini dikarenakan Madrid tidak memiliki pemain dengan karakter target man di lini depan.

 

Menurut lansiran Football Espana, Madrid tampaknya sudah membicarakan terkait transfer Dzeko. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi atau keterangan lebih lanjut terkait proses kepindahan Dzeko.

 

Sementara itu Dzeko masih memiliki kontrak bermain di AS Roma. Kontrak sang pemain di Roma masih berlangsung hingga tahun 2020 depan. Dzeko sendiri mengaku dirinya merasa nyaman bermain di Roma, hanya saja tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi kedepannya.

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Sergio Ramos Cetak Rekor Perolehan Kartu Kuning Terbanyak

Ada satu rekor yang terpecahkan di Liga Champions, yakni rekor kartu kuning terbanyak. Rekor ini jatuh pada Sergio Ramos yang bermain untuk klub Real Madrid. Usai Real Madrid berhadapan dengan AS Roma, Sergio Ramos menjadi pemain dengan torehan kartu kuning terbanyak pada kompetisi Liga Champions.

 

Real Madrid menjamu AS Roma pada pertandingan pertama babak penyisihan Grup H Liga Champions. Pada pertandingan tersebut Real Madrid sukses meraih poin penuh dengan total raihan tiga gol tanpa balas.

 

Sebelumnya, sang mega bintang Juventus, Cristiano Ronaldo dihadiahi kartu merah oleh wasit ketika Juventus berhadapan dengan Valencia, kali ini kartu merah juga datang dari pemain Real Madrid yang bernama Sergio Ramos. Pada pertandingan melawan AS Roma, Ramos mendapatkan kartu kuning ke 37 nya di kompetisi Liga Champions setelah melanggar Steven N’Zonzi.

 

Seperti yang kita tahu, Ramos memang identik dengan gaya bermain yang keras dan kasar. Ia sering melakukan pelanggaran akibat permainannya yang keras. Tidak jarang juga Ramos dihadiahi kartu, mulai dari kartu kuning hingga kartu merah.

 

Kartu kuning yang didapatkan Ramos terjadi di menit ke 23. Dengan didapatkannya kartu kuning tersebut, Sergio Ramos sudah mengoleksi 43 kartu kuning di Liga Champions. Rekor ini merupakan rekor terbaru dan melebihi rekor sebelumnya yang pernah di raih oleh Paul Scholes yang bermain untuk Manchester United. Pada saat itu, Scholes mendapatkan perolehan 35 kartu kuning pada kompetisi paling bergengsi di Eropa tersebut.

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Benzema: Madrid Bisa Jadi Juara Meski Tanpa Ronaldo

Tidak bisa dipungkiri, sosok Cristiano Ronaldo dianggap sebagai jimat kesuksesan Real Madrid dalam kompetisi Liga Champions selama tiga musim terakhirn. Namun setelah kepergian Ronaldo ke Juventus, banyak pihak yang mempertanyakan nasib Real Madrid dalam kompetisi bergengsi tersebut. Karim Benzema selaku penggawa Real Madrid tetap optimis dan yakin Real Madrid dapat kembali meraih gelar juara di musim ini.

 

 

Kontribusi sang mega bintang Ronaldo pada musim kemarin memang sangat besar. Meskipun ia gagal mencetak gol pada laga final kontra Liverpool, namun raihan golnya selama kompetisi berlangsung sangat impresif.

 

 

Meski Ronaldo sudah tidak ada, kepercayaan Karim Benzema terhadap performa Real Madrid tidak berkurang sedikitpun. Benzema malah sangat optimis Real Madrid bisa kembali meraih gelar juara meski tanpa kehadiran Ronaldo.

 

 

“Semua tahu kompetisi ini adalah kompetisi kasta tertinggi, setiap pertandingan yang dijalani sangatlah penting. Real Madrid adalah klub terbesar dan terbaik di dunia, itu berarti kami harus sukses setiap tahunnya.”

 

 

 

“Ada banyak rival yang kuat, tapi kalau kalian bertanya siapa klub terkuat, maka kami akan menjawab Real Madrid.”

 

 

“Kami akan menjamu AS Roma, pertandingan kandang pertama akan selalu penting. Kami akan mencoba untuk menguasai bola dan mendapatkan ritme permainan kami.”

 

 

“Roma adalah tim yang kuat dan apik, kami harus fokus dan mengerahkan segalanya untuk bisa menang pada pertandingan nanti.”

 

Varane Ungkap Mengapa Timnya Kalah Kontra Eibar

Varane Ungkap Mengapa Timnya Kalah Kontra Eibar

Seperti yang kita tahu, Real Madrid harus menerima kenyataan pahit dikalahkan oleh Eibar. Bahkan kekalahan mereka sangat mencegangkan, pasalnya gawang mereka harus kebobolan tiga gol tanpa bisa membalas satu gol pun pada pertandingan tersebut.

 

Sejatinya Madrid-lah yang menguasai jalannya pertandingan, namun tidak ada peluang berarti yang berhasil diciptakan oleh Madrid. Satu-satunya peluang tercipta melalui Gareth Bale, sayangnya bola yang berhasil dilesatkan ke gawang Eibar dianulir wasit sebagai offside.

 

Justru Eibar yang berhasil mencetak tiga gol melalui Gonzalo Escalante pada menit ke 16, Sergi Enrich pada menit ke 52, serta Kike pada menit ke 57.

 

Seusai pertandingan, Raphael Varane lantas menjelaskan penyebab kekalahan yang diterima oleh Madrid.

 

“Eibar memanfaatkan bola pendek, memenangkan bola lalu menyerang balik, taktik mereka sangat menyulitkan kami.”

 

“Kami gagal memainkan sepakbola kami. Sangat tidak nyaman, kondisi itu membuat kami tidak fokus sehingga kami bermasalah dalam hal kolektif.”

 

Akibat kekalahan tersebut, Real Madrid gagal memotong jarak dengan pemuncak klasemen, Barcelona. Saat ini mereka tertinggal empat poin dengan Barcelona. Tidak sampai disitu saja, jika Barcelona berhasil memenangkan pertandingan mereka, maka jarak akan semakin menjauh hingga 7 poin.

 

“Saat ini kami harus memperbaiki ritme permainan kami dan memberikan performa terbaik kami pada laga selanjutnya. Kami akan terus berkembang dan meraih gelar juara musim ini,” tutup Varane.