Kuliner Khas Yogyakarta Yang Sudah Mulai Hilang Ditelan Jaman

Kuliner Khas Yogyakarta Yang Sudah Mulai Hilang Ditelan Jaman

Yogyakarta merupakan kota pelajar yang sangat terkenal di kalangan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Di Yogyakarta juga terdapat salah satu dari 7 keajaiban dunia, yakni Candi Borobudur. Selain itu Yogyakarta juga terkenal akan seni batiknya. Biasanya wisatawan yang dateng ke Yogyakarta pasti akan mengunjungi Jl. Malioboro yang ikonik.

Ada berbagai jenis kuliner khas Yogyakarta yang enak dan nikmat. Namun beberapa diantaranya mulai sulit ditemukan seakan hilang ditelan jaman. Berikut ini adalah makanan khas Yogyakarta yang sudah sulit untuk ditemukan di tahun 2020 ini.

Pertama ada kue emprit. Kue tradisional khas Yogyakarta yang satu ini dibuat dengan bahan dasar parutan kelapa yang dicampurkan dengan tepung kanji. Kue ini memiliki tekstur yang sedikit keras dan memiliki rasa yang sangat manis. Dulu kita dengan mudah dapat menemukan makanan ini, mulai dari toko oleh-oleh yang ada di pusat kota hingga warung ataupun swalayan. Sayangnya sekarang ini kue emprit sudah sangat sulit untuk ditemui di Yogyakarta.

Kedua adalah Endhog Gludug. Endgoh Gludug memiliki arti “telur” dan “petir”, namun ini tidak ada hubungannya dengan cara membuat Endogh Gluduk ya ! Makanan ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur kulit luar yang lembut dan sedikit keras seperti pia. Makanan ini dahulu sangat mudah untuk ditemukan, bahkan tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk ukuran untuk anak-anak.

Ketiga adalah Untir-untir. Cemilan yang satu ini juga cukup populer di kota lain. Camilan ini memiliki tekstur yang keras dan garing sehingga membuatnya cocok untuk dinikmati bersama secangkir teh hangat atapun susu. Rasanya sedikit manis, namun tidak jarang yang membuatnya dengan rasa asin dan gurih.

Keempat adalah Mie Lethek. Lether memiliki arti kusam atau kotor dalam bahasa Indonesia. Meskipun namanya terdengar mengerikan, namun kalian tidak perlu takut, makanan ini bersih dan memiliki rasa yang enak. Makanan ini sangat terkenal di daerah Bantul.

Kelima adalah Jada. Makanan ini merupakan camilan favorit dari Sri Sultan Hamengkunuwono IX. Kuliner ini dibuat dengan menggunakan beras ketan yang diolah bersama dengan campuran kelapa dan juga garma. Rasanya sedikit asin dan gurih, sangat cocok dimakan bersama dengan teh hangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *