Monthly Archives: May 2019

King: Ramos Bek Yang Menyenangkan Dan Jauh Dari Kata Kasar

King: Ramos Bek Yang Menyenangkan Dan Jauh Dari Kata Kasar

Pemain bertahan andalan Real Madrid dan juga Timnas Spanyol, Sergio Ramos dikenal sebagai bek yang mematikan. Ramos kerap menunjukkan permainan yang kasar dan kotor, namun salah satu penggawa Norwegia dan juga Bournemouth, Joshua King mempunyai pendapat yang berbeda.

 

Tidak dapat dipungkiri, akibat permainan kasarnya, Sergio Ramos sering mendapatkan kartu dari wasit. Bahkan pada pertandingan final Liga Champions musim lalu kala Real Madrid berhadapan dengan Liverpool, Ramos juga melakukan pelanggaran yang menyebabkan Mohamed Salah harus ditarik keluar dari lapangan.

 

Selain itu Sergio Ramos juga menjadi pemain yang paling banyak mendapatkan kartu merah sepanjang sejarah. Namun menurut pengakuan Joshua King, Ramos justru menjadi sosok pemain bertahan yang cukup menyenangkan.

 

Pendapat itu keluar setelah laga antara Spanyol melawan Norwegia beberapa saat yang lalu. Ya, kedua tim ini bertemu dalam kompetisi kualifikasi EURO 2020 pad ahari Minggu dini hari tadi.

 

“Saya rasa Ramos jauh dari kata kotor dan kasar. Saya tidak pernah ingat pernah berhadapan dengan pemain bek tengah yang hebat seperti Ramos.”

 

“Saya tidak melihat semua pertandingan yang ia mainkan, tetapi pada beberapa pertandingan, saya melihat tekel yang ia lakukan sangat bersih. Ia adalah pemain yang sangat berbakat. Saya berduel dengannya, kadang saya menang dan terkadang Ramos yang menang.”

 

Pada laga tersebut, Sergio Ramos mengemas satu gol bagi La Roja. Berkat gol tersebut, ia sudah berhasil mengoleksi lima gol bagi La Roja.

Ramos Niat Hengkang Dari Madrid Musim Panas Ini

Ramos Niat Hengkang Dari Madrid Musim Panas Ini

Kabar yang cukup mengejutkan terdengar lagi dari kubu Real Madrid. Pasalnya pemain bertahan anyar sekaligus kapten Real Madrid dikabarkan ingin hengkang dari Madrid pada musim panas ini.

 

Seperti yang kita tahu, Sergio Ramos merupakan pemain senior Madrid yang sudah membela klub sejak tahun 2005 silam. Hingga saat ini, Ramos sudah menyumbangkan banyak gelar bergengsi bagi klub, termasuk didalamnya empat gelar Liga Champions.

 

Sayangnya penurunan performa Madrid belakangan ini membuat dirinya ragu untuk terus membela Madrid sehinga ia tengah mempertimbangkan kepergiannya dari Madrid.

 

Keinginan Ramos ini pertama kali dimuat oleh salah satu acara televisi bernama El Chiringuito, namun kabar berita ini juga dibenarkan oleh pihak Marca. Ramos sepertinya tidak bercanda mengenai hal ini.

 

Menurut sumber tersebut, Ramos dengan pihak klub sedang berada dalam situasi yang cukup panas pasca kekalahan Madrid atas Ajax di kompetisi Liga Champions.

 

Sebenarnya ada dua tim raksasa Eropa yang memiliki ketertarikan pada Ramos, mereka adalah Manchester United dan PSG. Jika dulu Ramos menolak pinangan mereka, mungkin saat ini ceritanya bisa sedikit berbeda.

 

Kabarnya Ramos juga sudah melakukan pertemuan dengan presiden Real Madrid, Florentino Perez. Dalam pertemuannya tersebut, kakak Ramos sekaligus agen sang pemain dan sang ayah juga turut hadir.

 

Dalam pertemuan itu, Ramos menjelaskan bahwa situasinya saat ini membuatnya ragu untuk tetap bertahan di Madrid. Kedua pihak juga setuju untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut untuk menentukan apa yang terbaik bagi Madrid dan juga bagi Ramos.

 

Emre Can: Tidak Ada Perlakuan Istimewa Tuk Pemain Di Juventus

Emre Can: Tidak Ada Perlakuan Istimewa Tuk Pemain Di Juventus

Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa Cristiano Ronaldo mendapakan perlakuan yang istimewa di Juventus. Seperti yang kita tahu, saat ini Ronaldo menjadi mega bintang di Juventus, tidak heran jika banyak orang yang berspekulasi seperti itu.

 

Ronaldo didatangkan Juventus pada musim 2018/19 dimana Ronaldo menjadi pemain dengan bayaran tertinggi yang pernah dimiliki oleh Juventus. Ronaldo menerima gaji sebesar 30 juta Euro setiap musimnya, ini membuatnya menjadi pemain dengan gaji paling mahal di Juventus.

 

Namun Emre Can selaku gelandang Juventus justru menampik spekulasi tersebut. Emre mengatakan bahwa tidak ada pemain yang mendapatkan perlakuan spesial di Juventus. Pasalnya semua pemain memiliki kedudukannya sendiri-sendiri.

 

“Juventus adalah keluarga. Tidak ada yang diperlakukan spesial disini. Semua pemain sama, ada porsinya sendiri. Perlu kalian tahu, di Juventus, kepentingan individu itu porsinya jauh lebih kecil daripada kepentingan klub.”

 

“Ronaldo adalah pemain terhebat didunia, dia adalah mega bintang, mungkin diluar Juventus orang beranggapan seperti itu, tetapi ketika ia berada di ruang ganti, semua pemain memiliki peranan yang penting. Tidak ada keistimewaan disini, kami juga sering bercanda.”

 

Semenjak bergabung dengan Juventus, Ronaldo menjadi pilar yang sangat penting. Ia sudah menyumbangkan banyak gol bagi Juventus. Dalam musim ini, ia sudah mencetak 19 gol dari 24 pertandingannya di Serie A. Juventus juga memuncaki klasemen dengan keunggulan 13 poin dari rival mereka, Napoli.

 

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Ini Dia Blunder Paling Memorable Di Kompetisi Piala Dunia

Pada kompetisi Piala Dunia 2018 kemarin, timnas Argentina harus tertunduk lesu usai dibantai habis-habisan oleh tim kuda hitam, Kroasia. Dosa besar yang paling mendapatkan banyak perhatian publik adalah blunder yang dilakukan oleh kiper Willy Caballero.

 

Sebenarnya blunder dalam ajang kompetisi Piala Dunia sudah sering terjadi, bukan hanya Caballero saja yang melakukan blunder, bahkan pada kompetisi Piala Dunia tahun lawas juga banyak pemain yang melakukan blunder. Mau tahu blunder paling memorable yang pernah dilakukan oleh pemain di Piala Dunia ?

 

Salah satu pemain yang melakukan blunder fatal adalah Rene Higuita. Kiper ini bermain untuk timnas Kolombia dan memiliki tren tendangan kalajengking. Sayangnya Rene melakukan blunder yang fatal saat melawan Kamerun pada Piala Dunia 1966 silam. Sang kiper dengan pedenya mengontrol bola jauh diluar area pinalti, sayangnya bola yang ia kontrol berhasil direbut oleh Roger Milla dan berbuah gol. Sungguh blunder yang memalukan.

 

Peter Shilton juga melakukan blunder di ajang kompetisi Piala Dunia 1990. Peter bermain untuk timnas Inggris. Pada pertandingan melawan Italia, Peter yang dengan santainya mengontrol bola didepan gawang berhasil direbut oleh Roberto Baggio dan berjung pada gol bagi timnas Italia. Lagi-lagi blunder fatal yang memalukan. Entah apa yang ada dipikiran Peter hingga ia berani memainkan bola didepan gawang saat kompetisi Piala Dunia.

 

Robert Green yang menjadi kiper timnas Inggris di Piala Dunia 2010 juga melakukan hal yang sama. Entah mengapa banyak sekali kiper Inggris yang melakukan blunder pada kompetisi Piala Dunia. Green yang mendapatkan kepercayaan dari Fabio Capello pada pertandingan melawan Amerika Serikat justru gagal mengamankan bola yang dilesatkan oleh Clint Dempsey. Bola yang gagal ditangkap bergulir dengan mudahnya kedalam jaring gawang yang ia jaga. Berkat blundernya itu, Amerika Serikat berhasil mencuri 1 gol dari mereka. Sungguh blunder yang memalukan.

Pelatih Dengan Bayaran Tertinggi Di Dunia

Pelatih Dengan Bayaran Tertinggi Di Dunia

Tidak dapat dipungkiri, penghasilan pemain sepakbola di klub-klub papan atas dunia memang sangat fantastis, begitu pula dengan gaji yang didapatkan para pelatihnya.

 

Seperti yang kita tahu, menjadi seorang pelatih yang baik tidaklah mudah, perlu otak yang mampu menganalisa setiap momen pertandingan dengan tajam. Tidak hanya itu saja, seorang pelatih juga dituntut untuk mengeluarkan setiap potensi yang ada dalam diri para pemain yang dilatihnya. Wajar saja jika bayaran yang mereka dapat tidak kalah fantastis jika dibandingkan dengan pemainnya. Namun apakah kalian sudah tahu siapa pelatih dengan gaji tertinggi di dunia ?

 

Berikut ini adalah tiga nama pelatih dengan penghasilan tertinggi menurut Sporskeeda :

 

1. Pep Guardiola

 

Ya, pelatih Manchester City ini menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia. Pep Guardiola mendapatkan bayaran sebesar 20 juta Pounds per tahunnya atau setara dengan 374 miliar Rupiah ! Bayaran yang tinggi itu terbayarkan dengan berhasilnya Manchester City meraih gelar juara Premier League di tahun 2018 silam.

 

2. Marcello Lippi

 

Mungkiin nama Marcello Lippi belum begitu akrab di telinga publik. Ia adalah pelatih Timnas China yang mendapatkan apresiasi dari Football Association setelah berhasil meningkatkan performa TImnas China di kompetisi internasional. Ia mendapatkan gaji sebesar 18 juta Pounds pertahunnya atau sekitar 337 miliar Rupiah.

 

3. Jose Mourinho

 

Meski telah diberhentikan secara resmi dari kursi kepelatihan Manchester United, namun ia masuk kedalam daftar pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia loh ! Penghasilannya mencapai 15 juta Pounds atau sekitar 281 miliar Rupiah pertahunnya. Fantastis bukan ?

 

Itu dia tiga nama pelatih dengan bayaran tertinggi di dunia, di peringkat keempat ada Mauricio Pochettino dengan penghasilan mencapai 8,5 juta Pounds dan diposisi kelima diisi oleh Jurgen Klopp dengan gaji mencapai 7 juta Pounds pertahunnya.

Bielsa Berikan Pujian Setinggi Langit Bagi Pep Guardiola

Bielsa Berikan Pujian Setinggi Langit Bagi Pep Guardiola

Manajer Leeds United, Marcelo Bielsa memberikan pujian kepada Pep Guardiola karena berhasil membawa timnya meraih dua trofi berturut-turut di kompetisi Premier League.

 

Yah, Manchester City berhasil keluar sebagai juara pada musim ini setelah mengalahkan Liverpool dalam perolehan poin, dimana mereka berhasil meraih 98 poin, berbanding 1 poin ketimbang Liverpool di posisi kedua dengan perolehan 97 poin.

 

Bielsa sendiri juga berhasil membawa Leeds masuk ke Premier League pada musim depan sebagai tim promosi. Dirinya mengaku sangat takjub dengan gaya melatih Guardiola sehingga timnya bisa menang dengan gemilang pada musim ini.

 

“Saya akan memberikan argumen sebagai bentuk apresiasi saya dan kekaguman saya akan Pep Guardiola. Ia adalah pelatih yang mampu menghadirkan permainan yang indah dan mematikan. Kita dapat belajar dari cara melatihnya. Ia berhasil membangun tim alfa bersama Manchester City,” buka Bielsa seperti dilansir Goal International.

 

“Kita sering berfikir bahwa Guardiola tidak bisa melakukan apapun tanpa pemain di Barcelona. Tapi lihat, ia berhasil membawa Manchester City menang dua kali !”

 

“Kapasitasnya untuk menciptakan permainan yang indah dan gaya yang khas jauh lebih penting ketimbang pemain yang dimilikinya sekarang.”

 

“Saya tidak berkata pemain tidak penting, tapi saya ingin menekankan dari sisi kreatifnya dalam melatih. Semua yang ia susun bagaikan misteri.”

 

“Meniru apa yang sudah dilakukan Guardiola adalah hal yang mustahil. Mereka selalu berhasil menemukan celah dalam setiap keadaan, mereka adalah tim yang hebat,” tutup Bielsa.

Sarri Mengaku Prihatin Pada Liverpool Yang Gagal Juara

Sarri Mengaku Prihatin Pada Liverpool Yang Gagal Juara

Maurizio Sarri mengungkapkan rasa prihatinnya pasca kegagalan Liverpool dalam meraih trofi Premier League musim ini. Jika dihitung-hitung, sudah 29 tahun lamanya Liverpool belum mengecap trofi Premier League.

 

Pada hari Minggu kemarin, Liverpool harus menutup musim ini dengan kemenangan atas Wolves. Pada laga tersebut, Liverpool berhasil menang dengan skor 2 – 0, dengan kemenangan itu Liverpool berhasil mengantongi 97 poin, bukan nilai yang buruk, bahkan bisa dibilang sangat impresif.

 

Sayangnya, masih ada tim yang lebih superior, siapa lagi kalau bukan Manchester City. Klub asuhan Pep Guardiola tersebut berhasil mengoleksi 98 poin, hanya berbanding 1 poin saja dari Liverpool. Perbedaan yang tipis namun masif.

 

Melihat kekalahan ini, Sarri mengaku sangat paham dengan apa yang dirasakan oleh Jurgen Klopp dan juga para pemain Liverpool.

 

Sarri menilai bahwa kedua tim sudah bermain dengan sangat baik, hanya saja Liverpool sedikit kurang beruntung jika dibandingkan dengan Manchester City. Pengalaman City sebagai juara membuat mereka memiliki fondasi yang jauh lebih solid ketimbang Liverpool.

 

“Saya merasa prihatin pada Liverpool. Manchester City dan Liverpool adalah dua klub yang tampil gemilang pada musim ini. Kami harus bekerja dengan sangat keras untuk bisa memangkas poin dengan mereka.”

 

“Memang sangat disayangkan, Liverpool sudah sangat lama tidak meraih trofi. Namun secara keseluruhan, musim ini adalah musim yang sangat bagus. Kami akan fokus untuk musim depan dan juga final Liga Eropa.”