Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Harry Kane Sebut Tottenham Tidak Takut Hadapi Barcelona

Kompetisi Liga Champions 2018/19 sudah dimulai. Pada hari Kamis 30/8 kemarin  pengundian fase grup Liga Champions sudah dilakukan. Ada beberapa grup yang layak disebut sebagai grup neraka, salah satu grup yang dimaksud adalah Grup B yang terdiri atas Barcelona, Tottenham Hotspur dan juga PSV Eindhoven.

 

Tentunya Barcelona menjadi tim yang difavoritkan menjadi juara jika dibandingkan tim lainnya. Namun Tottenham tidak bisa diremehkan dan dipandang sebelah mata. Tidak bisa dipungkiri, asuhan Mauricio Pochettino tersebut memang menjadi tim yang tergolong kuat di kompetisi Premier League.

 

Pada musim lalu, Tottenham memang sempat mengejutkan publik saat berhadapan dengan Juventus. Pada pertandingan tersebut, mereka berhasil menahan imbang Juventus dengan skor 2 – 2 di Turin. Sayangnya pada leg kedua, mereka harus tumbang dengan skor 1 – 2 dan gagal melanjutkan ke babak 16 besar.

 

Meskipun gagal, namun penampilan yang ditunjukkan Tottenham pantas mendapatkan apresiasi. Hal ini yang mendasari kepercayaan diri Harry Kane pada kompetisi Liga Champions musim ini.

 

Harry Kane selaku penyerang utama Tottenham menjelaskan bahwa timnya akan berhasil lolos dari fase grup. Ia menilai Tottenham memiliki banyak pemain berbakat dan siap untuk bertanding engan tim manapun, termasuk Barcelona.

 

“Saya yakin Tottenham pasti bisa melewati fase grup. Kami memiliki banyak pemain hebat dan saya pikir ini akan menjadi tantangan yang menarik untuk Tottenham.”

 

“Memang Barcelona difavoritkan untuk jadi juara, tetapi Tottenham tidak takut berhadapan dengan siapapun.”

 

“Jika saya lihat, mungkin PSV Eindhoven akan sedikit kesulitan di grup B,” tutup Kane.

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner Yakin Juventus Bisa Juarai Liga Champions

Stephan Lichtsteiner yang merupakan bek kanan Arsenal yakin bahwa Juventus mampu menjuarai Liga Champions Musim ini. Juventus kini mempunyai skuad yang kuat dan mampu bersaing di kanca eropa. Kehadiran sang pemain bintang Cristiano Ronaldo akan mampu memberikan sejumlah gelar untuk Juventus termasuk gelar Liga Champions.

 

Juventus memang sudah lama tidak menjuarai Liga Champions, terakhir kali Juventus meraih gelar Liga Champions terjadi pada di tahun 1996. Di tahun 2011 hingga 2018 Juventus telah sukses mendapatkan tujuh scudetto secara beruntun namun persaingan di Liga Champions selalu menjadi kegagalan bagi Juventus. Dua kali kesempatan melaju ke babak final namun Juventus selalu gagal membawa trofi Liga Champions tersebut.

 

Musim ini mungkin akan menjadi musim yang baik bagi Juventus sebab skuad yang dimilikinya saat ini tergolong amat baik dan mampu mengantarkan Juventus menjadi juara di Liga Champions sekaligus mengakhiri puasa gelar mereka di Liga Champions. Arsenal tim yang di bela oleh Stephan Lichtsteiner sendiri tidak mempunyai kesempatan untuk berlaga di Liga Champions pada musim ini.

 

Lichtsteiner mengakui bahwa kehadiran dari Ronaldo akan menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Juventus untuk meraih gelar di Liga Champions. Pengalaman dan ketajaman Ronaldo di Eropa sudah sangat diakui dan Ronaldo juga menjadi top Skor di pertadingan eropa musim lalu. Lichtsteiner juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak menyesal telah pindah dari Juventus. Juventus memang merupakan tim yang bagus namun dirinya ingin lebih fokus ke Arsenal untuk saat ini.

Lukaku Dikritik Setelah Gagal Cetak Gol

Romelu Lukaku selaku penyerang dari klub Manchester United menuai kritikan pedas setelah gagal mencetak gol dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur. Pada pertandingan kandang tersebut, Manchester United lagi-lagi menelan kekalahan pahit dengan skor 3 – 0. Kekalahan tersebut tentunya membuat Manchester United kehilangan momentum.

 

Pada pertandingan sebelumnya, Manchester United juga harus kalah atas Brighton. Seharusnya pada pertandingan kandang ini, Manchester United bisa kembali meraih momentum, namun mereka justru kembali melanjutkan tren negatif, bahkan kekalahan mereka atas Tottenham bisa dibilang kekalahan yang sangat pahit, bertanding di kandang tanpa bisa mencetak satupun gol tentu membuat para fans kecewa.

 

Gary Neville selaku mantan pemain United mengaku kasihan pada sosok Lukaku. Neville menjelaskan bahwa peluang yang tercipta itu adalah peluang yang sulit. Ia juga mengatakan bahwa sang pemain akan sulit mencetak gol dari sudut seperti itu.

 

“Peluang terbesar di menit awal adalah peluang yang didapatkan oleh Lukaku. Peluang itu terbuka karena pemain Tottenham melakukan kesalahan sehingga pemain United dapat menerobos masuk,” ungkap Neville kepada pihak Express.

 

“Danny Rose yang melakukan kesalahan, dia tidak melihat sekitar dan gagal menendang bola dengan baik.”

 

“Lukaku memang mendapatkan peluang mencetak gol, namun itu adalah sudut yang sulit. Saya pun bisa gagal dalam mengeksekusi bola seperti itu.”

 

“Jika kita melihat dari layar kaca, mungkin itu adalah peluang yang mudah, namun nyatanya tidak seperti itu,”¬†tutup Neville.

 

Gundogan Komplain Terkait Performa Wasit Selama Pertandingan

Gundogan Komplain Terkait Performa Wasit Selama Pertandingan

Hasil imbang yang diraih Manchester City atas Wolverhampton pada pertandingan pekan kedua kompetisi Premier League musim ini memang cukup mengejutkan. Wolverhampton sendiri merupakan tim kelas bawah, banyak yang terkejut dengan hasil imbang ini. Ilkay Gundogan selaku pemain gelandang Manchester City lantas menyalahkan kinerja wasit atas raihan imbang tersebut.

 

Jika kita melihat hasil imbang tersebut, tentunya raihan itu menjadi pukulan tersendiri bagi Manchester City. Pasalnya Wolverhampton merupakan tim promosi, bisa dibilang kekalahan mereka mirip dengan kekalahan Manchester United atas Brighton.

 

Pertandingan antara Manchester City melawan Wolverhampton digelar di Molineux Stadium. Sebenarnya City sempat tertinggal terlebih dahulu melalui gol yang dicetak Willy Boly di menit ke 57. Pada menit ke 69, pasukan Josep Guardiola berhasil menyamakan kedudukan melalui Aymeric Laporte.

 

Wasit Penampil Buruk

 

Gol yang dicetak oleh Willy Boly menuai banyak kontroversi, pasalnya sang pemain terlihat melakukan handsball sebelum gol itu terjadi. Tidak hanya sampai disitu saja, Seharusnya Manchester City mendapatkan hadiah pinalti setelah David Silva didorong oleh Ruben Neves dia area kotak terlarang.

 

Ketika ditanya mengenai performa Martin Atkinson selaku wasit pada pertandingan tersebut, Gundogan tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap kinerja wasit.

 

“Kinerja wasit pada pertandingan itu sangat buruk ! Karena itu kami harus kehilangan dua poin,” ungkap Gundogan kepada pihak Manchester Evening News.

 

“Dua kesalahan fatal dilakukan oleh wasit, pertama adalah handsball dan kedua adalah pelanggaran pemain Wolverhampton.

.

Berkat hasil imbang tersebut, Manchester City harus puas di peringkat keempat klasemen, tertinggal dari Liverpool yang menduduki posisi puncak dan Chelsea yang menduduki posisi kedua.

Pedro Lanjut Kontrak Hingga 2020

Pedro Lanjut Kontrak Hingga 2020

Tim biru Inggris, Chelsea sukses untuk mempertahankan salah satu striker mereka yaitu Pedro Rodriguez yang bersedia melanjutkan kontrak hingga tahun 2020 nanti, dan melihat hal ini sang manager baru Chelsea yaitu Maurizio Sarri turut senang striker tersebut berkesempatan bermain dibawah komandonya nanti.

 

Sesuai catatan bahwa pedro bergabung bermain di Stamford Bridge sejak musim 2015/16 lalu ketika didatangkan dari klub raksasa Spanyol yaitu Barcelona dengna harga yang harus ditebus adalah sebesar 30 juta Euro.

 

Kedatangan pemain kelahiran 1987 ini menuju ke Chelsea saat ini sudah menunjukkan penampilan cukup memuaskan sebagai starter di Chelsea, dimana sudah ada 31 laga Premier League di musim 2017/18 yang lalu dan 4 gol disumbangkannya untuk klub serta 1 gol di kompetisi Liga Champions.

 

Image result for pedro chelsea

 

Sarri menyebutkan bahwa penyerangnya tersebut masih bisa lebih baik dan memuaskan lagi, pelatih yang baru saja bergabung tersebut menyebutkan bahwa Pedro adalah sosok penting dari strateginya untuk Chelsea ketika akan berlaga di musim panas ini.

 

“Dia adalah sosok yang penting bagi kami saat ini, saya cukup senang dia akan disini untuk beberapa musim lagi dibawah arahan saya. Pedro punya permainan dan teknik yang tinggi sebagai pemain utama kami dan ini membuat saya bahagia.” ujar Sarri pada Sky Sports.

 

“Kami saat ini masih mencari pemain kembali yang bisa semakin memperkuat lini skuad dan sudah ada beberapa yang bisa mengisi posisi tersebut seperti Jorginho akan tetapi saat ini Fabregas sedang mengalami cedera untuk beberapa waktu meski tidak terlalu serius untuk itu sementara tidak bisa dimainkan.” lanjut mantan pelatih Napoli tersebut.

Sedang Bad Mood, Mourinho Hanya Layani Pers Selama 4 Menit !

Sedang Bad Mood, Mourinho Hanya Layani Pers Selama 4 Menit !

Jika melihat suasana yang ada pada ruang ganti Manchester United, mungkin hal yang paling terlihat adalah ketidakharmonisan antara para pemain dan juga pelatihnya, Jose Mourinho. Bagaimana tidak, Manchester Untited memulai musim dengan cukup payah, dimana mereka harus menang dengan susah payah atas Leicester City dan kalah dengan skor 3 – 2 atas Brighton.

 

Masa kelam Manchester United tidak hanya berhenti sampai disitu saja, Jose Mourinho juga gagal membawa pemain anyar ke Old Trafford pada bursa pemain musim ini. Ia hanya berhasil mendatangkan beberapa pemain muda seperti Diogo Dalot dan juga Lee Grant. Untungnya Mourinho berhasil mendatangkan satu pemain top, yakni Fred.

Jose Mourinho memang sedang menjadi sorotan publik sepakbola dunia, pasalnya ia sudah berada tiga musim bersama Manchester United dan belum ada raihan hasil yang positif selama ia mengasuh skuat United. Ia juga memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Paul Pogba.  Kritikan yang dilayangkan Mourinho bahkan dilakukan secara terang-terangan. Melihat hal ini, posisi Mourinho di United sedang dipertanyakan.

 

Skuat United juga akan berhadapan dengan Tottenham Hotspur di kandang. Pada pertandingan ini, Manchester United memiliki kesempatan untuk kembali mengambil momentum. Banyak spekulasi yang mengatakan jika United kalah pada pertandingan kandang ini, maka karir Mourinho akan tamat di United.

 

Menurut lansiran yang dikeluarkan pihak BBC dan juga Independent, Mourinho bahkan tidak bersemangat dan terkesan tidak ingin menjawab setiap pertanyaan yang dilayangkan oleh media. Bahkan sesi tanya jawab tersebut hanya berlangsung beberapa menit saja, padahal biasanya sesi tanya jawab semacam ini akan berlangsung paling tidak 30 menit lamanya.

 

“Saya tidak tahu apa yang sudah kalian tulis di media. Jangan tanya hal itu pada saya, saya tidak membacanya. Saya bukan sosok yang tepat untuk menjawab pertanyaan kalian.”

 

Saat ditanya mengenai hubungannya dengan Woodward, Mourinho bahkan menjawabnya dengan sangat singkat.

 

“Tidak ada masalah dengan Woodward.”

 

Sesi tanya jawab ini hanya berlangsung selama 4 menit 19 detik saja. Ada beberapa pertanyaan yang bahkan tidak bisa dijawab oleh Mourinho. Apakah karir Mourinho di United akan benar-benar tamat ?

Martial Putuskan Bertahan Di Manchester United

Martial Putuskan Bertahan Di Manchester United

Salah satu penggawa Manchester United, Anthony Martial kabarnya telah membuat keputusan penting dalam karir sepakbolanya. Ia memutuskan untuk bertahan di Manchester United dan ingin membuktikan kemampuan dan kualitasnya kepada Jose Mourinho.

 

Sebenarnya Anthony Martial pernah meminta kepada klub untuk menjualnya pada bursa transfer pemain musim ini, namun karena minimnya pemain yang didatangkan ke Manchester United, Jose Mourinho memutuskan untuk tetap mempertahankannya.

 

Sang pemain merasa Jose Mourinho tidak memberikan dukungan kepada dirinya. Tidak dapat dipungkiri, Mourinho memang kerap melayangkan kritikan pedas kepada sang pemain karena gagal menunjukkan performa yang apik ketika bermain di lapangan hijau.

 

Image result for martial

 

Melihat hal tersebut, Martial lantas memberikan pembelaan dimana ia berkata jarang dimainkan sebagai pemain starter. Hubungan antara sang pemain dengan Mourinho semakin hari semakin memiliki jarak, terlebih lagi setelah Martial membuat heboh pada kegiatan pramusim yang dijalani oleh United.

 

Ketika itu, Martial memutuskan untuk pergi begitu saja dari pusat pelatihan di Los Angeles, Amerika Serikat untuk kembali ke negaranya. Kala itu ia pulang ke negaranya demi melihat kelahiran anak keduanya. Karena hal ini, Mourinho merasa tidak dihargai dan memutuskan untuk mencadangkan sang pemain.

 

Kemarahan Mourinho semakin memuncak karena Martial kembali bergabung saat United sudah kembali ke Inggris. Sebenarnya Mourinho sudah memberikan kepercayaan kepada Martial saat timnya melawan Brighton kemarin. Namun pada pertandingan tersebut, Martial juga gagal menunjukkan permainan yang baik sehingga ia dikabarkan akan kembali dicadangkan.

 

Setelah melewati waktu yang cukup panjang, Martial akhirnya memutuskan untuk tetap bertahan dan ingin menunjukkan performa terbaiknya di hadapan Jose Mourinho. Dengan adanya keputusan dan tekad ini, para fans percaya hubungan antara Martial dan Mourinho dapat kembali membaik.

Zidane Akan Berlabuh Di Juventus ?

Zidane Akan Berlabuh Di Juventus ?

Fakta yang cukup mengejutkan baru saja terdengar dari Zinedine Zidane. Pasalnya menurut kabar yang beredar, Zidane akan menjadi nahkoda bagi klub Juventus, klub dimana mantan asuhannya, Cristiano Ronaldo bermain.

 

Karir kepelatihannya di Real Madrid dulu memang terbilang ciamik. Ia berhasil menyumbangkan satu gelar La Liga dan juga tiga gelar Liga Champions. Banyak pihak yang memuji ketangkasan Zidane dalam melatih Real Madrid.

 

Namun di era gemilangnya tersebut, Zidane justru memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Real Madrid. Sebenarnya ada banyak rumor yang mengatakan bahwa Manchester United ingin mendatangkan Zidane untuk menggantikan posisi Jose Mourinho. Tapi menurut lansiran yang dikeluarkan oleh pihak El Pais, Zidane justru akan menginjakkan kakinya di Juventus.

 

Bukan Sosok Asing

 

Jika kita melihat posisi Jose Mourinho di United saat ini memang terbilang membahayakan. Pasalnya ia gagal menunjukkan kualitas para pemainnya di kompetisi Premier League. United bahkan harus menelan kekalahan atas Brighton dengan skor 3 – 2. Melihat hal tersebut, Mourinho dikabarkan tengah berseteru dengan jajaran United dan juga para pemain.

 

Juventus sendiri ingin mendatangkan Zidane karena ia sudah berpengalaman dalam menghadapi Liga Champions. Sebenarnya Massimiliano Allegri juga melatih Juventus dengan cukup baik dan sudah menyumbangkan tiga trofi Serie A secara beruntun. Namun jajaran Juventus belum puas karena Allegri gagal membawa Juventus meraih gelar Liga Champions, oleh karena itu, mereka ingin mendatangkan Zidane.

 

Zidane sendiri bukanlah orang asing bagi Juventus. Pada tahun 1666 – 2001 dulu, Zidane pernah membela klub ini dan berhasil meraih penghargaan Ballon D’Or bersama Juventus.

Ince: United Jadi Bahan Tawaan Dibawah Komando Mourinho

Mantan pemain Manchester United, Paul Ince memberikan kritikan yang amat pedas kepada Jose Mourinho. Ia mengatakan bahwa Manchester United hanya menjadi bahan tertawaan dibawah komando Mourinho.

 

Jose Mourinho memang memiliki masalah dengan Paul Pogba. Kontroversi antara Pogba dan Mourinho berdampak pada performa Pogba di lapangna. Pada pekan lalu, Mourinho harus bertekuk lutut saat berhadapan dengan Brighton dengan skor tipis 3 – 2. Menurut Ince, wajar saja jika para fans marah dan menghujat Mourinho.

 

“Tim dan fans lain tentu menikmati hal ini, namun tidak bagi fans United. Klub sebesar ini hanya menjadi bahan tawaan bagi klub lain. Mereka bahkan tertinggal dari rivalnya,” ungkap Ince seperti dilansir pihak Paddy Power News.

 

“Semuanya kacau, mulai dari atas hingga kebawah. Ini akan menjadi awal kehancuran klub.”

 

“Apakah Mourinho harus pergi dari klub ? Jawabannya adalah tidak.”

 

“Tetapi jika kalian bertanya haruskan United menata ulang semuanya dan berbenah diri, maka jawabannya adalah iya.”

 

“Semua harus dibenahi, mulai dari atas hingga kebawah. Mulai dari Ed Woodward, Mourinho hingga ke Pogba. Semuanya kacau. Jika terus begini, maka United akan hancur.”

 

“Fans mulai tidak ingin memberi respect kepada Mourinho dan saya sangat paham alasan dibalik itu semua. Fans ingin melihat United menang, bukan hasil seperti ini.”

 

“Wajar mereka kecewa, saya pun kecewa. Saya tidak melihat apa maksud dan tujuan Mourinho memainkan permainan semacam ini.”

 

“Tidak ada rencana yang matang, jika ia mau menjadi pelatih di Old Trafford, maka ia harus memiliki gaya permainan yang bisa diandalkan. Jika tidak, maka fans dan klub tidak akan mentolerir kesalahan semacam itu,” tutup Ince.

Shearer: Emery Harus Berani Keluarkan Ozil !

Shearer: Emery Harus Berani Keluarkan Ozil !

Alan Shearer selaku legenda Premier League menjelaskan bahwa Arsenal harus berani mengambil langkah jika ingin menjadi penantang di kompetisi Premier League musim ini. Shearer juga mengatakan bahwa permasalahan utama yang ada di Arsenal ada pada diri Mesut Ozil.

 

Tidak bisa kita pungkiri, performa Ozil belakangan ini terus menurun. Bahkan ia menjadi bahan cacian ketika Jerman kalah pada kompetisi Piala Dunia 2018 kemarin. Akibatnya ia memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman. Banyak pro dan kontra terkait keputusannya tersebut.

 

Shearer mengambil sample dari pertandingan dimana Arsenal dihadapkan dengan Chelsea kemarin. Pada saat itu, Unai Emery berani mengambil keputusan untuk mengeluarkan Ozil pada menit ke 68. Shearer menilai tindakan tersebut adalah tindakan yang sangat tepat. Ia mengatakan bahwa Emery harus berani mengganti Ozil jika memang performanya di lapangan itu buruk. Jika mereka tidak berani melakukan hal tersebut, bisa jadi mereka akan gagal menjadi penantang di kompetisi musim ini.

 

“Emery memiliki masalah besar, ia masih belum bisa memaksimalkan kemampuan Ozil. Keputusannya untuk menarik keluar Ozil pada menit ke 68 adalah keputusan yang berani dan itu memang harus dilakukan,” ungkap Shearer seperti dilansir pihak Express.

 

“Ozil tidak melakukan apapun pada pertandingan kemarin. Ia memang harus dikeluarkan. Dia hanya menumpang pada pertandingan itu.”

 

“Emery sempat memberikan pujian sebelum musim dimulai, namun saya rasa itu hanya sebagai motivasi agar Ozil bisa menunjukkan performa terbaiknya.”

“Saat ini mereka sudah ketinggalan jauh, berjarak 6 poin dari rival mereka. Jika hal ini tidak dibenahi, saya rasa mereka akan mustahil mengejar ketertinggalan ini.”